---
id: diBNdq4rKRL5
cluster_id: SQDBPPMczJYf
title: Partai Dikecilkan, Oligarki Makin Senang! Stabilitas Cuma Mitos!
slug: partai-dikecilkan-oligarki-makin-senang-stabilitas-cuma-mitos
excerpt: Katanya demi stabilitas dan efektivitas parlemen, tapi nyatanya ini jurus
  lama Orde Baru untuk mematikan suara rakyat. Dulu partai banyak malah lebih produktif
  mengesahkan UU, sekarang dibatasi malah mandek! Kompas.com
category: politik
tags:
- partai politik
- pemilu
- oligarki
- stabilitas
- efektivitas parlemen
source_urls:
- https://nasional.kompas.com/read/2026/06/02/14040011/penyederhanaan-partai-untuk-siapa-?page=all
source_names:
- Kompas.com
image_url: https://asset.kompas.com/crops/ulisBgPyP63m7Lfi0H_AedzNSsg=/0x0:1920x1280/1200x675/filters:watermark(data/photo/2026/01/30/697c815a5f0b9.png,0,-0,1)/data/photo/2022/10/26/63591b084e767.jpg
meta_title: 'Wacana Partai Politik: Mitos Stabilitas dan Efektivitas Elite'
meta_description: Mengapa penyederhanaan jumlah partai politik di Indonesia hanyalah
  mitos elite? Bongkar strategi Orde Baru dan data produktivitas parlemen yang tak
  terduga.
canonical_url: https://berita.media/partai-dikecilkan-oligarki-makin-senang-stabilitas-cuma-mitos
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-04T17:02:08Z'
published_at: '2026-06-04T17:02:08Z'
---

Ceritanya begini. Di negeri kita ini, ada dua argumen yang selalu dibisikkan soal partai politik. Pertama, katanya partai banyak bikin negara nggak stabil. Kedua, kalau partai sedikit, parlemen bisa kerja lebih cepat dan efektif. Tapi tahukah Anda? Itu semua cuma mitos! Kompas.com

Sebenarnya, argumen penyederhanaan partai ini cuma bungkus manis untuk menutupi ambisi elite Senayan. Wacana ini kembali digoreng-goreng jelang revisi UU Pemilu. Elite PDI Perjuangan, misalnya, terang-terangan dukung kenaikan ambang batas parlemen. Katanya biar pengambilan keputusan lebih ngebut. Tapi kalau kita bedah lebih dalam, ini bukan efisiensi, ini justru upaya sistematis mematikan kompetisi! Kompas.com

Sejarah mencatat, taktik ini sudah lama dipakai Orde Baru buat ngendaliin DPR. Tahun 1973, sepuluh partai dipaksa jadi dua: PDI dan PPP, ditambah Golkar. Namanya Fusi Partai. Tujuannya biar gampang dikontrol. Tapi malah jadi bumerang! Partai jadi sering konflik internal, makin gampang diintervensi eksekutif. Malah, oligarki makin gampang berkuasa kalau partainya sedikit, karena semua kepentingan terpusat dan gampang dikendalikan. Penyederhanaan ini bukan buat rakyat, tapi buat kendali kekuasaan. Suara oposisi dan alternatif bakal terhimpit sama koalisi besar yang cenderung satu suara. Kompas.com

Dan soal kerja parlemen yang katanya makin efektif kalau partai sedikit? Itu asumsi yang terbantah habis-habisan! Lihat saja Pemilu 1999. Waktu itu partai melimpah ruah, ada 21 partai di DPR. Tapi kerennya, sampai 2004, parlemen itu berhasil mengesahkan 172 undang-undang! Produktivitasnya gila-gilaan! Nah, pas ambang batas parlemen mulai diberlakukan di 2009, partai cuma sisa 9. Tapi apa yang terjadi? Produktivitas legislasi malah anjlok drastis, cuma 125 UU. Data di lapangan ini bukti nyata, partai banyak bukan berarti kacau, malah bisa lebih produktif mengesahkan aturan buat rakyat. Kompas.com

Jadi, sekali lagi, kalau ada yang ngomong partai harus sedikit demi stabilitas dan efektivitas, itu omong kosong belaka. Ini hanya upaya elite politik buat ngamankan posisi mereka dan membatasi suara rakyat. Jangan mau dibodohi lagi!

---
**Sumber:** [Kompas.com](https://nasional.kompas.com/read/2026/06/02/14040011/penyederhanaan-partai-untuk-siapa-?page=all)
