---
id: 1XkIVHcMxg7U
cluster_id: fySA9aFoQW5q
title: Partai Politik Gagal Dulu, Negara Pun Amburadul Habis
slug: partai-politik-gagal-dulu-negara-pun-amburadul-habis
excerpt: Partai politik di Indonesia ternyata cuma bisa jadi 'mikrokosmos negara'
  kalau kelakuannya udah model begini. Cuma modal 'partai gurem' yang aturan mainnya
  dilanggar sendiri, mana bisa dipercaya urus negara bro? Alhasil, negara pun terancam
  dijual murah, Kompas.id.
category: politik
tags:
- politik
- partai politik
- konstitusionalisme
- ideologi
- demokrasi
source_urls:
- https://www.kompas.id/artikel/partai-politik-sebagai-mikrokosmos-negara
source_names:
- Kompas.id
image_url: https://assetd.kompas.id/JlDWf1EvDws7kk7MKW02wj_C_kg=/1024x575/smart/filters:format(webp):quality(80)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2026/03/04/0435783dc3de6b1130e734c1c4643be5-Firman_Noor_baru.jpg
meta_title: Partai Politik Gagal Urus Diri, Negara Terancam Amburadul
meta_description: Partai politik di Indonesia dinilai semakin jauh dari kata terlembaga.
  Teori ilmuwan politik ungkap partai yang tak punya konstitusionalisme dan ideologi
  kuat bisa bawa negara ke jurang kehancuran.
canonical_url: https://berita.media/partai-politik-gagal-dulu-negara-pun-amburadul-habis
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-08-06T05:01:27Z'
published_at: '2026-08-06T05:01:27Z'
---

Gila, bro! Dengerin nih gosip panas dari dunia politik yang bikin kuping panas sekaligus ngeri. Ternyata, partai politik di negeri ini makin jauh dari kata terlembaga, alias cuma jadi badut demokrasi. Celakanya, kalau partainya udah amburadul begini, ya jangan harap negara kita bisa baik-baik saja. Kalau partai nggak bisa jadi 'mikrokosmos negara' yang baik, alamat negara kita pun ikut jadi berantakan, habis sudah.

Nah, para profesor ilmu politik dari Inggris dan Norwegia, Vicky Randall dan Lars Svasand, udah ngasih tahu nih dari tahun 2002 soal teori pelembagaan partai. Mereka punya empat dimensi buat ngukur partai itu beneran nggak sih kelakuannya kayak institusi negara yang terhormat. Empat dimensi ini jadi patokan buat liat partai mana yang beneran bisa diandelin ngurus negara, dan mana yang cuma modal tampang doang. Ini penting banget, soalnya kalau partai aja udah ngangkang aturan, gimana mau patuh sama konstitusi negara?, Kompas.id.

Dimensi pertama itu soal "konstitusionalisme" – partai kudu menghargai dan nurut sama aturan mainnya sendiri. Jadi, kalau ada pimpinan partai yang seenaknya sendiri langgar aturan partai, udah pasti tuh partai nggak bakal bener kalau mimpin negara. Lah gimana tidak, aturan mainnya sendiri aja diinjek-injek, apalagi aturan negara yang lebih gede. Ujung-ujungnya, partai yang kayak gini nggak bisa diharapkan buat jaga amanah konstitusi, malah bisa jadi biang kerok korupsi berjamaah, Kompas.id.

Yang kedua itu soal "ideologisasi". Partai yang terlembaga itu punya ideologi yang kuat dan nularin ke kader-kadernya. Mereka ini "party on mission", nggak gampang goyah pendirian. Ideologinya nempel di kepala tiap kader, jadi partai itu milik bersama, bukan sekadar "alat yang gampang dibuang", kayak kata Angelo Panebianco. Negara juga gitu, bro! Nggak boleh tercerabut dari akar ideologi Pancasila. Jangan sampai semangat kebangsaan kita digadaikan demi kepentingan kelompok sesaat. Partai yang terlembaga ini yang bisa jagain negara biar nggak "dijual murah" ke pihak asing atau jadi boneka antek-antek asing, Kompas.id.

Yang bikin geram, banyak partai sekarang ini justru nggak punya pijakan ideologi yang kuat. Cuma modal janji-janji manis doang pas kampanye, giliran berkuasa lupa daratan. Kaderisasi pun asal-asalan, yang penting banyak anggota, bukan yang paham ideologi partai. Parahnya lagi, ada partai yang makin lama makin nggak jelas juntrungannya, udah kayak pasar malam. Kalau partai kayak begini yang berkuasa di negara, ya alamat negara kita makin terpuruk, Kompas.id.

Jadi, jelas ya bro, partai politik yang nggak terlembaga itu sama aja kayak bom waktu buat negara. Kalau partainya udah nggak becus ngurus diri sendiri, gimana mau ngurus negara? Ini bukan cuma soal politik partai, tapi soal masa depan bangsa. Jangan sampai kita punya negara yang ambyar gara-gara partai-partai gurem yang cuma mikirin perut sendiri, Kompas.id.

---
**Sumber:** [Kompas.id](https://www.kompas.id/artikel/partai-politik-sebagai-mikrokosmos-negara)
