---
id: LmqrbCZu5fFw
cluster_id: K1CzbCNlYc0-
title: PDI-P Nyanyikan Lagu Marhaenisme, Elite Masih Sibuk Ngobrol Sendiri!
slug: pdi-p-nyanyikan-lagu-marhaenisme-elite-masih-sibuk-ngobrol-sendiri
excerpt: Di tengah hingar bingar politik elektoral, PDI-P ngotot nyanyikan lagu "Bung
  Karno Bapak Marhaenisme" sebagai lagu wajib. Tapi parahnya, para elite yang baru
  dilantik malah asyik ngobrol sendiri saat acara dimulai. Gilanya, Djarot sampai
  harus ngasih teguran keras!
category: politik
tags:
- PDI-P
- Marhaenisme
- Bung Karno
- Djarot
- Politik
source_urls:
- https://www.kompas.id/artikel/bung-karno-bapak-marhaenisme-senandung-ideologi-pdi-p-di-tengah-pragmatisme-politik
source_names:
- Kompas.id
image_url: https://assetd.kompas.id/67e0UXtCAkPixVloZdVhVL8spyo=/1024x683/smart/filters:format(webp):quality(80)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2026/01/10/ccc1ecb449196fdc70627f738f620fb6-FAK_2903.jpg
meta_title: PDI-P Lamar Marhaenisme Lewat Lagu, Elite Malah Asyik Ngobrol
meta_description: PDI-P wajibkan lagu "Bung Karno Bapak Marhaenisme" tapi kadernya
  malah sibuk ngobrol pas acara. Djarot geram, Megawati pesan kedekatan rakyat. Kok
  bisa?
canonical_url: https://berita.media/pdi-p-nyanyikan-lagu-marhaenisme-elite-masih-sibuk-ngobrol-sendiri
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-05-31T05:02:29Z'
published_at: '2026-05-31T05:02:29Z'
---

Ceritanya begini. PDI-P, partai banteng yang katanya paling merakyat, lagi nyoba ngidupin lagi semangat Marhaenisme Bung Karno. Gimana caranya? Lewat lagu baru! Judulnya "Bung Karno Bapak Marhaenisme". Sejak awal Mei lalu, lagu ini jadi wajib diputer di setiap acara partai. Tempo "mengentak" katanya, biar pada merinding dengerinnya.

Sabtu (30/5/2026) kemarin, lagu itu bergema kencang di Novotel Mangga Dua. Ratusan kader PDI-P, yang pakai seragam merah kebanggaan, berdiri tegak kayak patung. "Rakyat marhaen majulah bersatu, membangun dunia yang baru..." liriknya bikin suasana jadi "khidmat". Tapi, yang bikin gemas, di tengah seremonial sakral itu, ada aja yang masih sibuk ngobrol sama temennya. Kompas.id

Menurut Djarot Saiful Hidayat, Ketua DPP PDI-P, lagu ini bukan cuma pemanis acara. Ini "instrumen wajib" buat ngingetin kadernya, terutama yang baru dilantik, kalau perjuangan mereka itu "memihak dan berjuang demi kepentingan rakyat kecil". Logis sih. Tapi kok ya yang ngomongin rakyat kecil, pada nggak bisa nahan diri buat nggak ngobrol pas acara lagi jalan? Djarot sendiri sampai geram, ngasih teguran keras lantaran "banyak peserta yang masih asyik mengobrol sendiri pada saat pembacaan Dedication of Life". Lah gimana tidak, pas lagi serius-seriusnya ngomongin Bung Karno, eh ada yang malah asyik ngegosip.

Djarot cerita, Marhaenisme itu kan digali Bung Karno dari petani kecil di Bandung. Petani itu punya lahan, punya cangkul, tapi tetap miskin karena dieksploitasi sistem. Nah, PDI-P katanya mau nerusin semangat bela kaum marjinal ini. Katanya sih, senjata terhebat partai itu "kedekatan yang tulus dengan denyut nadi kehidupan rakyat", bukan cuma "strategi elektoral atau pencitraan". Megawati Soekarnoputri juga menitipkan pesan yang sama. Tapi kalau kadernya lebih mementingkan obrolan daripada pesan ketumnya, ya sama aja bohong. Kompas.id

Yang namanya "Dedication of Life" itu kan serius. Itu janji setia pada perjuangan partai. Tapi lihat saja, banyak kader yang kayak nggak peduli. Ini namanya udah lupa daratan. Kalau udah begini, gimana mau dianggap benar-benar berjuang buat rakyat kecil? Jangan-jangan mereka malah sibuk mikirin "sapi di game" kayak anggota dewan yang pernah kejadian itu. Ujung-ujungnya, pesan Bung Karno cuma jadi pajangan. Selesai.

---
**Sumber:** [Kompas.id](https://www.kompas.id/artikel/bung-karno-bapak-marhaenisme-senandung-ideologi-pdi-p-di-tengah-pragmatisme-politik)
