---
id: Z83KYTpLKq86
cluster_id: sLYsV8tOzWTM
title: Pejabat Bank Pelat Merah Ngeles Soal Korupsi, Argumen "Kekayaan Negara Dipisah"
  Dibantah Habis
slug: pejabat-bank-pelat-merah-ngeles-soal-korupsi-argumen-kekayaan-negara-dipisah-dibantah-habis
excerpt: Gara-gara dituduh korupsi duit negara di bank pelat merah Jambi, seorang
  pria paruh baya mencoba lolos dari jerat hukum dengan dalih "kekayaan negara yang
  dipisahkan". Namun, hakim Pengadilan Negeri dan Tinggi Jambi tak gentar, tetap menyatakan
  dakwaan terbukti. Argumen soal UU BUMN dan Fatwa MA pun tak mempan!
category: BUMN
tags:
- korupsi
- BUMN
- UU BUMN
- perbankan
- pengadilan
source_urls:
- https://www.hukumonline.com/stories/article/lt6a5428b2022b8/kekayaan-negara-yang-dipisahkan-dalam-perubahan-uu-bumn/
source_names:
- Hukumonline
image_url: https://images.hukumonline.com/frontend/lt6a5428b2022b8/lt6a5428dd01d96.jpg
meta_title: Pejabat Bank Terjerat Korupsi, Dalih "Kekayaan Negara Dipisah" Gagal
meta_description: Upaya pejabat bank pelat merah Jambi lolos dari jerat korupsi dengan
  argumen "kekayaan negara dipisah" dimentahkan hakim. Nasibnya terancam!
canonical_url: https://berita.media/pejabat-bank-pelat-merah-ngeles-soal-korupsi-argumen-kekayaan-negara-dipisah-dibantah-habis
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-07-14T17:03:32Z'
published_at: '2026-07-14T17:03:32Z'
---

Gilanya, dengerin nih cerita soal pejabat bank pelat merah yang apesnya ketangkep basah gara-gara dugaan korupsi kredit di Jambi! Udah kebelet mau lolos, pria paruh baya ini mati-matian bangun argumen pake dalil hukum yang bikin puyeng. Dia ngotot, sejak UU BUMN keluar, kekayaan negara yang disetor ke BUMN itu udah pisah jalur sama APBN, bro! Semuanya jadi urusan perseroan yang tunduk sama UU Perseroan Terbatas, gitu katanya. Pokoknya, dia yakin banget dia gak ngerugiin negara, karena duit itu udah jadi urusan internal bank, bukan duit negara lagi! Hukumonline.

Parahnya lagi, si bapak ini gak sendirian, dia ngaku didukung tim kuasa hukum yang siap bikin argumen maut di pengadilan kasasi. Mereka bawa-bawa UU Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN, yang katanya udah jelas memisahkan kekayaan negara jadi modal penyertaan. Semuanya dibina pake prinsip *good corporate governance*. Mereka juga ngandelin Fatwa Mahkamah Agung nomor WKMA/Yud/20/VIII/2006 yang katanya bilang piutang BUMN itu bukan piutang negara. Nah loh! Tambah lagi, katanya ada ahli hukum yang sependapat, begitu duit negara jadi modal PT, ya udah sepenuhnya ikut aturan PT, bukan aturan keuangan negara lagi. Hukumonline.

Udah gitu, si terdakwa makin pede ngomongin Pasal 2 huruf g UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Pasal itu emang nyebutin kekayaan negara yang dipisahkan di BUMN termasuk keuangan negara. Tapi, kata mereka, frasa itu udah gak berlaku lagi gara-gara ada UU BUMN sama Fatwa MA tadi. Alasannya, kasus ini kan urusan perbankan, subjeknya bank, objeknya bank, sarana pakai bank juga. Jadi, salah besar kalau dia dituduh korupsi dan dibilang ngerugiin kekayaan negara. Wah, mainnya dalil hukum tingkat dewa nih, bro! Hukumonline.

Tapi ya sudahlah, namanya juga tukang cerita, Bang Jago cuma nyampein apa kata sumber. Yang jelas, menurut hakim Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi Jambi, semua bantahan itu angin lalu. Tudingan korupsi terbukti telak, bro! Udah babak belur di pengadilan tingkat pertama dan banding, makin sulit buat dia ngeles di tingkat kasasi. Mau ngomongin "kekayaan negara dipisah" kayak apa pun, kalau udah terindikasi ngerugiin duit rakyat, ya tetap aja kena sikat! Habis sudah argumennya! Hukumonline.

---
**Sumber:** [Hukumonline](https://www.hukumonline.com/stories/article/lt6a5428b2022b8/kekayaan-negara-yang-dipisahkan-dalam-perubahan-uu-bumn/)
