---
id: TKnwefTtxmdl
cluster_id: UZRP89cJUhIW
title: Pejabat Bea Cukai Main Mata dengan Penyelundup, Negara Rugi Miliar Rupiah
slug: pejabat-bea-cukai-main-mata-dengan-penyelundup-negara-rugi-miliar-rupiah
excerpt: Permainan kotor di Bea Cukai terbongkar! Tiga pejabat tinggi diduga menerima
  suap rutin dari bos Blueray Cargo demi meloloskan barang ilegal. Sang Dirjen pun
  tak luput dari tudingan terima duit haram Rp 2,7 miliar.
category: korupsi
tags:
- bea cukai
- korupsi
- blueray cargo
- suap
- kpk
source_urls:
- https://www.kompas.id/artikel/siapa-saja-pejabat-bea-cukai-yang-diduga-terlibat-dalam-kasus-suap-blueray-cargo
source_names:
- Kompas.id
image_url: https://assetd.kompas.id/ZxC72EumCThNfHD_SWVuOStXpvE=/1024x527/smart/filters:format(webp):quality(80)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2026/02/06/299ff647838ad1f26177e329d5761391-20260206ron04.jpg
meta_title: Pejabat Bea Cukai Diduga Terima Suap Miliaran dari Blueray Cargo
meta_description: Kasus dugaan suap di Bea Cukai terbongkar, melibatkan pejabat tinggi
  dan bos Blueray Cargo. Uang miliaran mengalir demi lolosnya barang ilegal. Presiden
  Prabowo perintahkan perombakan.
canonical_url: https://berita.media/pejabat-bea-cukai-main-mata-dengan-penyelundup-negara-rugi-miliar-rupiah
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-05-25T03:48:11Z'
published_at: '2026-05-25T03:48:11Z'
---

Ini bukan cerita silat, ini cerita pejabat negara. Di lembaga yang seharusnya menjaga gempuran barang luar yang merusak ekonomi lokal, justru ada tikus-tikus berdasi yang main mata. Direktorat Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai jadi sarang suap, yang diduga digerakkan secara hierarkis oleh trio maut: Rizal, Sisprian Subiaksono, dan Orlando Hamonangan. Mereka ini bukan sembarang pejabat, mereka adalah Direktur dan Kepala Subdirektorat intelijen di P2 Bea Cukai. Kompas.id

Uang pelicin itu diduga mengalir deras dari bos PT Blueray Cargo, John Field, bersama dua kroninya, Andri dan Dedy Kurniawan. Modusnya licik: memanipulasi sistem pengawasan impor. Orlando si Kepala Seksi Intelijen diduga memerintahkan anak buahnya untuk mengatur parameter jalur merah menjadi hanya 70 persen. Artinya? Barang-barang ilegal, barang tiruan, bahkan yang palsu, bisa dengan mudah lolos dari pemeriksaan fisik. Kompas.id

Akibatnya, negara merugi triliunan rupiah, sementara para pejabat ini menikmati "jatah bulanan" dari hasil kejahatan. Barang-barang haram itu masuk tanpa hambatan, merusak pasaran lokal, dan menggerogoti penerimaan negara. Ini bukan sekadar pelanggaran kecil, ini permufakatan jahat yang sistematis, dimulai sejak Oktober 2025 lalu. Kompas.id

Parahnya lagi, kasus ini melebar ke pejabat yang lebih tinggi. Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam persidangan menyebut nama Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budi Utama. Ia diduga kecipratan fulus haram sebesar 213.600 dolar Singapura atau setara Rp 2,7 miliar. Uang itu diserahkan bertahap hingga enam kali dari bos Blueray Cargo. Kompas.id

Mendengar kabar ini, Presiden Prabowo Subianto geram. Di hadapan anggota DPR, ia melontarkan peringatan tegas. "Menteri Keuangan, kalau pimpinan Bea Cukai tidak mampu, segera diganti. Bangsa dan rakyat menuntut pekerjaan yang cepat. Jangan kita jadi pemerintah yang santai, pemerintah yang leha-leha, pemerintah yang kumaha engke wae." Kompas.id

Ucapan Presiden ini seperti tamparan keras bagi lembaga Bea Cukai. Apakah ini hanya puncak gunung es? Berapa banyak lagi pejabat lain yang bermain api? Berapa banyak lagi barang ilegal yang lolos karena ulah mereka? Rakyat menuntut perbaikan, bukan sekadar janji manis. Negara butuh penjaga yang jujur, bukan pengkhianat di dalam benteng.

---
**Sumber:** [Kompas.id](https://www.kompas.id/artikel/siapa-saja-pejabat-bea-cukai-yang-diduga-terlibat-dalam-kasus-suap-blueray-cargo)
