---
id: jHR0tVvp9BEa
cluster_id: bWYqgWJBNM95
title: 'Pejabat BGN Dicokok! Prabowo: Mata dan Telinga Saya Awasi Korupsi Anda!'
slug: pejabat-bgn-dicokok-prabowo-mata-dan-telinga-saya-awasi-korupsi-anda
excerpt: Bukan cuma laporan. Mata dan telinga Prabowo awasi program pemerintah, pejabat
  jangan coba-coba korupsi! Tiga pimpinan Badan Gizi Nasional sudah dicopot gegara
  laporan BPKP dan PPATK. Suara.com
category: korupsi
tags:
- Prabowo
- korupsi
- Badan Gizi Nasional
- BPKP
- PPATK
source_urls:
- https://www.suara.com/news/2026/06/05/082802/mata-dan-telinga-prabowo-pelototi-semua-program-pejabat-jangan-coba-coba-korupsi
source_names:
- Suara.com
image_url: https://media.suara.com/pictures/970x544/2026/05/20/35000-presiden-prabowo-subianto.jpg
meta_title: 'Prabowo Pasang Mata & Telinga: Pejabat Korupsi Siap Dicokok!'
meta_description: Tiga pimpinan Badan Gizi Nasional dicokok gegara korupsi! Presiden
  Prabowo awasi ketat semua program, pejabat jangan coba-coba macam-macam. Suara.com
canonical_url: https://berita.media/pejabat-bgn-dicokok-prabowo-mata-dan-telinga-saya-awasi-korupsi-anda
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-06T11:01:58Z'
published_at: '2026-06-06T11:01:58Z'
---

Siang bolong-bolong, tiba-tiba kabar panas mengemuka! Tiga orang penting di Badan Gizi Nasional (BGN) langsung dicokok gegara dugaan korupsi. Siapa dalangnya? Ternyata, ini berkat laporan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang sampai ke telinga Presiden Prabowo Subianto sendiri. Gila, bro! Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang katanya untuk rakyat, malah jadi ajang bancakan oknum pejabat. Suara.com

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi angkat bicara, meyakinkan publik bahwa Presiden tidak tinggal diam. Jangan harap bisa main mata atau coba-coba korupsi di era Prabowo ini! "Mata dan telinga Presiden terus bekerja memantau jalannya berbagai program pemerintah," tegasnya. Beliau tak cuma duduk manis menunggu laporan resmi dari bawahannya. Mekanisme pengawasan ketat ini berlaku untuk semua kementerian dan lembaga, memastikan program-program strategis berjalan sesuai target, bukan malah dikorupsi. Suara.com

Laporan mengenai kejanggalan dan indikasi penyelewengan di BGN sudah lama diterima Prabowo, jauh sebelum pencopotan Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung. "Iya lah," jawab Pras singkat saat ditanya apakah laporan soal program lain juga sampai ke Presiden. Jawaban yang sangat singkat, tapi maknanya dalam. Ini menunjukkan bahwa Presiden berperan aktif sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, tidak hanya pasif menunggu laporan. Pengawasan ini bukan berarti ada masalah hukum di setiap program, melainkan lebih untuk memastikan program berjalan lancar. Suara.com

Dan benar saja, tak lama berselang, Kejaksaan Agung resmi menetapkan Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung sebagai tersangka. Mereka diduga menggarong dana program Makan Bergizi Gratis. Tiga mantan pimpinan, tiga tersangka, dan satu pesan telak dari istana: PEJABAT JANGAN COBA-COBA KORUPSI! Ini peringatan keras bagi semua penyelenggara negara, bahwa di era ini, 'mata dan telinga' Presiden tidak mengenal ampun bagi para koruptor. Suara.com

Parahnya, kasus ini membuktikan bahwa sistem pengawasan di pemerintahan kini semakin diperketat. Laporan dari lembaga seperti BPKP dan PPATK bukan sekadar formalitas, tapi benar-benar ditindaklanjuti hingga ke level tertinggi. Rakyat jelas bersorak mendengar kabar ini. Akhirnya, ada juga pemimpin yang benar-benar mendengarkan dan bertindak, bukan hanya sekadar 'memantau'. Gilanya, kasus ini baru permulaan. Entah berapa banyak lagi 'tikus-tikus' lain yang akan segera diringkus!

---
**Sumber:** [Suara.com](https://www.suara.com/news/2026/06/05/082802/mata-dan-telinga-prabowo-pelototi-semua-program-pejabat-jangan-coba-coba-korupsi)
