---
id: 5_clfoflgChC
cluster_id: Q5qH8osC5WAp
title: 'Pejabat Kurban Sapi Ratusan Juta: Cuma Buat Pencitraan?!'
slug: pejabat-kurban-sapi-ratusan-juta-cuma-buat-pencitraan
excerpt: Idul Adha tiba, politikus pada berkurban sapi berton-ton seharga ratusan
  juta. Tapi apa tujuannya? Kompas.id membongkar semuanya — pencitraan, silaturahmi,
  atau konsolidasi politik? Rakyat cuma dapat dagingnya, mereka dapat untungnya.
category: politik
tags:
- Idul Adha
- Politik
- Pencitraan
- Sapi Kurban
source_urls:
- https://www.kompas.id/artikel/idul-adha-dan-politik
source_names:
- Kompas.id
image_url: https://assetd.kompas.id/WVyrQlf51PYjRWjm3lVk6kt4fCc=/1024x576/smart/filters:format(webp):quality(80)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2026/05/25/1d6411398595b67a093b76924dd210ec-20260525_Opini_Digital_1.jpg
meta_title: 'Politikus Kurban Sapi Mahal: Pencitraan atau Politik Uang?'
meta_description: 'Idul Adha, para politikus sibuk berkurban sapi berton-ton. Kompas.id
  bongkar motif asli di baliknya: pencitraan, silaturahmi, atau konsolidasi politik?
  Rakyat cuma dapat dagingnya.'
canonical_url: https://berita.media/pejabat-kurban-sapi-ratusan-juta-cuma-buat-pencitraan
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-05-27T02:02:11Z'
published_at: '2026-05-27T02:02:11Z'
---

Ceritanya begini. Tiap tahun, pas Idul Adha, televisi penuh sama pejabat mukanya pada sumringah motong sapi segede gaban. Ada yang bilang buat ibadah, ada yang bilang buat umat. Tapi, menurut analisis Kompas.id, ini semua cuma akal-akalan.

Bukan cuma soal meniru Nabi Ibrahim yang siap korban Ismail, tapi ini lebih ke ego para politikus. Kata Jalaluddin Rumi sih, kurban itu nyerahin "diri palsu" ke Tuhan. Tapi ya gimana, politikus kita kayaknya lebih suka nyerahin dompet tebalnya buat modal kampanye.

Nah, soal kurban ini, Kompas.id bilang ada tiga motif utama. Pertama, paling jelas: PENCITRAAN! Sapi gede disumbangin ke daerah pemilihan (dapil) mereka. Biar rakyat terkesan, "Wah, Pak/Bu DPR ini dermawan sekali!" Padahal, ujung-ujungnya buat vote nanti.

Kedua, SILATURAHMI politik. Ngirim sapi ke kantor ormas kayak NU atau Muhammadiyah itu bukan cuma soal amal. Tapi biar hubungan sama tokoh-tokoh agama tetap oke, biar suara mereka tetap aman. Ini namanya investasi politik berkedok amal. Gilanya, kadang sapi yang dikirim itu beratnya 1 ton lebih, harganya ratusan juta! Buat apa? Cuma buat "menjaga hubungan baik."

Yang paling parah, ini adalah SARANA KONSOLIDASI POLITIK. Zaman Pak Jokowi, sapi-sapi super mahal itu dikirim ke provinsi-provinsi. Itu bukan cuma kurban, bro! Itu pesen terselubung: "Siapa yang bareng gue, gue kasih sapi." Ini udah kayak deal-deal politik pakai daging. Bayangkan, duit rakyat dipakai buat ngongkosin sapi mahal, demi ngumpulin suara. Kompas.id

---
**Sumber:** [Kompas.id](https://www.kompas.id/artikel/idul-adha-dan-politik)
