---
id: D8N3C9TDDzuz
cluster_id: sLW1IWbk3QQi
title: Pelajar SMP Dikeroyok Sampai Babak Belur, Eh Akhirnya Damai!
slug: pelajar-smp-dikeroyok-sampai-babak-belur-eh-akhirnya-damai
excerpt: Video viral penganiayaan pelajar SMP di Pringsewu bikin geram. Belum juga
  hukuman dijatuhkan, eh ujung-ujungnya malah damai kekeluargaan. Dana perawatan korban
  ditanggung pelaku, tapi nyawa yang hilang tidak bisa diganti.
category: viral
tags:
- penganiayaan
- pelajar SMP
- Lampung
- perdamaian
- kekeluargaan
- viral
source_urls:
- https://20.detik.com/detikupdate/20260531-260531071/video-viral-penganiayaan-pelajar-smp-di-lampung-kedua-pihak-sepakat-berdamai
source_names:
- 20detik
image_url: https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2026/05/31/4891182da3034517b3440b52f7dc80f3-20260531183412-0s.jpg?w=650&q=80
meta_title: Video Viral Pelajar SMP Dikeroyok di Lampung Berakhir Damai
meta_description: Penganiayaan pelajar SMP di Pringsewu, Lampung, berujung damai.
  Pelaku biayai perawatan korban. Benarkah ini solusi?
canonical_url: https://berita.media/pelajar-smp-dikeroyok-sampai-babak-belur-eh-akhirnya-damai
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-05-31T14:02:12Z'
published_at: '2026-05-31T14:02:12Z'
---

Ceritanya begini. Lampung, Kabupaten Pringsewu — dunia maya heboh dengan video penganiayaan pelajar SMP. Remuk redam, dihajar beramai-ramai. Belum juga pihak berwenang turun tangan, media sosial sudah panas membara. Tapi tunggu dulu, jangan buru-buru emosi! Ternyata kronologinya tidak sesadis kelihatannya, setidaknya menurut pihak terkait. 

Parahnya, acara damai ini digelar bukan di kantor polisi, melainkan di Balai Pekon Sumberagung. Iya, Balai Desa, bukan ruang sidang pengadilan. Dan momen bahagianya adalah Sabtu malam, 30 Mei 2026. Entah apa yang membuat malam itu begitu istimewa sampai-sampai kedua belah pihak sepakat untuk 'menutup kasus'. Celakanya, bukannya membuat lega, perdamaian ini justru bikin banyak orang geleng-geleng kepala.

Yang bikin geram, keduanya membubuhkan tanda tangan di atas materai. Surat perjanjian kekeluargaan, begitu istilahnya. Ini bukan pertama kali kejadian begini. Ironisnya, keluarga pelaku justru sepakat membiayai semua perawatan korban. Bagus sih, tapi apa itu bisa menggantikan rasa sakit yang diderita? Dan video viral itu, jadi pajangan semata?

Nah ini dia. Di zaman serba digital ini, video penganiayaan pelajar bisa jadi bukti kuat. Tapi di Pringsewu, bukti itu seolah hilang ditelan bumi demi 'kekeluargaan'. Alhasil, para pelaku yang tadinya siap-siap dihajar sanksi sosial dan hukum, kini bisa bernapas lega. Tapi bagaimana dengan korban? Apakah dia merasa benar-benar aman setelah 'perdamaian' ini? Entahlah. Yang jelas, kejadian seperti ini seringkali terulang. Ujung-ujungnya, anak-anak kita semakin terbiasa dengan kekerasan, karena tahu akan ada 'jalan damai'. 20detik

Selamat jalan korban kekerasan yang terpaksa berdamai, selamat datang kembali pelaku yang punya 'duit perawatan'. Negeri ini kadang memang penuh kejutan.

---
**Sumber:** [20detik](https://20.detik.com/detikupdate/20260531-260531071/video-viral-penganiayaan-pelajar-smp-di-lampung-kedua-pihak-sepakat-berdamai)
