---
id: jovnwRSj2oHL
cluster_id: 7XaWaZg2o_x6
title: Pemilu 2029 Makin Gila! Influencer Jadi Jurus Sakti Kalahkan Politik Kaku!
slug: pemilu-2029-makin-gila-influencer-jadi-jurus-sakti-kalahkan-politik-kaku
excerpt: Politik kaku ditinggal zaman! Pemilu 2029 bakal digempur jurus influencer
  yang jago rayu pemilih muda dengan konten ringan tapi bikin klepek-klepek. Media
  sosial jadi medan perang utama, siap-siap perang narasi gaya baru!
category: politik
tags:
- Pemilu 2029
- Influencer
- Kampanye Politik
- Media Sosial
- Generasi Muda
source_urls:
- https://www.kompas.id/artikel/menakar-peran-strategis-influencer-di-pemilu-2029
source_names:
- Kompas.id
image_url: https://assetd.kompas.id/2Y81O5PxyM2u0c63FMtmYXVVrt0=/1024x683/smart/filters:format(webp):quality(80)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2026/05/27/2d2cf75b3ba5b5d8a1601356ff10cba4-IMG_20260527_WA0009.jpg
meta_title: Influencer Raja Kampanye Pemilu 2029? Politik Kaku Akan Tumbang!
meta_description: Pelibatan influencer di pemilu bukan lagi tren, tapi strategi jitu!
  Siapkah politik kaku tersingkir oleh narasi ringan dan menghibur di era digital?
canonical_url: https://berita.media/pemilu-2029-makin-gila-influencer-jadi-jurus-sakti-kalahkan-politik-kaku
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-05-28T05:03:11Z'
published_at: '2026-05-28T05:03:11Z'
---

Ceritanya begini. Pemilu 2024 kemarin sudah kasih gambaran jelas: era politik yang serius dan kaku itu sudah lewat! Untuk Pemilu 2029, para politikus harus siap-siap berguru sama influencer. Bukan cuma soal punya banyak pengikut, tapi soal kemampuan mereka mengemas pesan politik agar tidak bikin ngantuk, malah bikin penasaran. Nah ini dia, semua gara-gara teknologi digital yang makin merajalela dan media sosial yang makin berjaya. Siapa penggunanya? Generasi milenial, Gen Z, sampai Alpha, yang jumlahnya terus membengkak menggantikan generasi lawas. Kompas.id

Bayangkan — survei APJII 2025 menunjukkan fakta mengejutkan: generasi milenial, Z, dan Alpha mendominasi akses internet. Masing-masing punya porsi besar: milenial 25,17 persen, Gen Z 25,54 persen, dan Gen Alpha 23,19 persen. Sementara itu, generasi X cuma kebagian 18,15 persen. Generasi baby boomers dan pre-boomers? Jangan ditanya, cuma dapat sisa-sisa 7,53 persen dan 0,42 persen. Ini artinya, para politikus harus fokus ke audiens muda ini, kalau tidak mau dianggap ketinggalan kereta. APJII 2025

Dan yang bikin geleng-geleng, tujuan utama mereka berselancar di dunia maya bukan cari berita serius, melainkan media sosial! Angkanya 24,8 persen, jauh mengalahkan pencarian berita (15,4 persen), transaksi online (14,95 persen), dan konten hiburan (14,6 persen). Media sosial ini adalah panggung utama para influencer untuk menebar pesona dan pengaruh. Jadi, kalau mau kampanye nendang, ya harus di media sosial, bro! APJII 2025

Pilihan audiens yang lebih suka 'ngumpul' di media sosial ini bukan hal baru. Para ahli ilmu komunikasi sudah memprediksinya dari tahun 1980-an. Natalie Jomini Stroud dari Universitas Texas, dalam teori 'Selective Exposure', menjelaskan kenapa orang suka pilih-pilih informasi. Pertama, mereka menghindari informasi yang bikin pikiran bertentangan atau tidak nyaman, kata L Festinger. Gilanya, mereka malah cari informasi yang sesuai dengan keyakinan mereka. Z Kunda menyebut, ini soal tujuan pemikiran. Kompas.id

Yang bikin ngelus dada, teori-teori ini sekarang jadi senjata ampuh di dunia politik. Para influencer jadi 'tukang racik' pesan politik agar pas di selera audiens. Narasi serius diganti konten receh tapi ngena di hati. Akhirnya, pesan kampanye jadi lebih ringan, menghibur, dan punya daya tarik psikologis kuat. Pemilu 2029 nanti siap-siap saja lihat politikus berdandan ala selebgram, sambil joget TikTok demi suara. Ini era baru, siap tidak siap harus dihadapi!

---
**Sumber:** [Kompas.id](https://www.kompas.id/artikel/menakar-peran-strategis-influencer-di-pemilu-2029)
