---
id: xE5aJ8oqBrMV
cluster_id: vx2c_aqW2GoL
title: Pendidikan RI Gagal Cetak Tenaga Kerja, PHK Merajalela
slug: pendidikan-ri-gagal-cetak-tenaga-kerja-phk-merajalela
excerpt: Ribuan orang dipecat karena tak sesuai standar industri. Gilanya, Swiss punya
  solusi jitu lewat pendidikan vokasi terpadu, tapi Indonesia masih tertatih-tatih.
  Sumber bilang, kesiapan SDM jadi kunci utama ekonomi.
category: phk
tags:
- pengangguran
- PHK
- pendidikan vokasi
- ekonomi Indonesia
- Swiss
source_urls:
- https://www.kompas.id/artikel/redaksi-yth-masalah-pengangguran-dan-phk
source_names:
- Kompas.id
image_url: https://assetd.kompas.id/XaQxeWsE98v-004fDHe92pX2oP4=/1024x576/smart/filters:format(webp):quality(80)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2026/06/25/80fd3be97be635f6d4f3932b239427e7-IMG_8750.jpeg
meta_title: Sistem Pendidikan Indonesia Gagal, PHK Meningkat
meta_description: Indonesia tertinggal dari Swiss dalam hal kesiapan SDM. Masalah
  pengangguran dan PHK merajalela akibat sistem pendidikan yang tak relevan dengan
  industri.
canonical_url: https://berita.media/pendidikan-ri-gagal-cetak-tenaga-kerja-phk-merajalela
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-07-22T17:02:16Z'
published_at: '2026-07-22T17:02:16Z'
---

Gila, bro! Nasib jutaan rakyat Indonesia makin terhimpit gara-gara pengangguran dan PHK yang makin jadi-jadian! Ternyata akar masalahnya nyerempet ke dunia pendidikan kita yang katanya mau nyiapin sumber daya manusia, eh malah amburadul nggak karu-karuan. Dunia usaha teriak kekurangan tenaga terampil, sementara lulusan sekolah melenggang keluar kelas dengan ijazah kosong tanpa skill mumpuni. Alhasil, lapangan kerja jadi sempit, dan satu per satu perusahaan terpaksa angkat koper, pecat karyawan seenaknya. Ujung-ujungnya, makin banyak keluarga yang pontang-panting cari sesuap nasi. "Sistem pendidikan kita belum mampu menyiapkan sumber daya manusia sesuai kebutuhan usaha," beber Kompas.id dalam laporannya. Benar saja, kalau generasi muda nggak dibekali skill yang pas, mau kerja apa mereka nanti?

Nah ini dia, lain cerita dengan negara seberang, Swiss! Di sana, pendidikan vokasi mereka itu jadi harta karun negara yang bikin perekonomiannya makin makmur jaya. Bayangin, anak-anak sekolah dari usia dini udah diceburin ke dunia kerja lewat praktik langsung di pabrik dan perusahaan. Teori di kelas ketemu praktik di lapangan, jadi lulusannya itu dijamin langsung siap tempur, sesuai sama apa yang dicari sama bos-bos gede. "Keterlibatan siswa di dunia kerja sejak usia sekolah merupakan ciri utama sistem pendidikan dan pelatihan di Swiss," terang Kompas.id. Yang bikin tambah keren, sistem ini dijalankan secara desentralistik di 26 kanton, dan pendidikan dasar sampai menengah pertama itu gratis tis tis! Setelah itu, pilihan ada dua: mau ngelanjutin ke pendidikan umum yang lebih akademis atau nyemplung ke jalur vokasi yang siap kerja. Mana ada coba negara yang kayak gini perhatiannya ke nasib generasi mudanya?

Dan yang paling bikin merinding, dua pertiga lulusan di Swiss justru milih jalur vokasi. Kenapa? Ya jelas lah, karena mereka bisa langsung nyari duit sendiri dan nggak perlu nunggu bertahun-tahun buat jadi ahli. Data dari Swiss menunjukkan 90 persen anak muda mereka sampai jenjang menengah atas, dan sebagian besar memilih vokasi karena jelas prospek kerjanya. "Pemilihan vokasi karena bisa langsung bekerja dan memperoleh penghasilan," ungkap Kompas.id. Wah, ini baru namanya pendidikan yang punya greget dan bukti nyata. Sistem pendidikan vokasi Swiss ini udah kesohor ke mana-mana jadi contoh negara lain yang mau menekan angka pengangguran. Bayangin aja, efektif banget nyiapin tenaga kerja muda yang tangguh!

Terus, gimana dengan nasib Indonesia? Kalau kita nggak buru-buru meniru sistem cerdas kayak gini, ya siap-siap aja PHK makin mengganas dan angka pengangguran bakal terus membubung tinggi. Kita mesti serius perkuat lagi tuh yang namanya hubungan antara dunia pendidikan sama kebutuhan industri, jangan cuma teori doang di atas kertas. Pendidikan vokasi itu bukan cuma sekadar nyiapin buruh pabrik, tapi itu adalah fondasi buat ngebikin negara kita punya daya saing ekonomi yang kuat sampai puluhan tahun ke depan. "Indonesia dapat belajar dari model ini dengan memperkuat keterkaitan pendidikan dan kebutuhan industri," tegas Kompas.id. Jadi, para petinggi pendidikan di negeri ini, kapan mau sadar diri dan berbenah? Jangan sampai anak cucu kita nanti makin sengsara gara-gara sistem pendidikan yang jalan di tempat. Habis sudah, kalau begini terus!

---
**Sumber:** [Kompas.id](https://www.kompas.id/artikel/redaksi-yth-masalah-pengangguran-dan-phk)
