---
id: m1D7pmRDZXxd
cluster_id: kcqf8bly1c0t
title: Pendopo Ageng ISI Solo Digoyang Moshing, Kampus Menunduk Minta Maaf
slug: pendopo-ageng-isi-solo-digoyang-moshing-kampus-menunduk-minta-maaf
excerpt: Gila, Pendopo Ageng yang seharusnya jadi ruang sakral malah digoyang moshing
  mahasiswa. Kampus ISI Solo cuma bisa menunduk minta maaf, sambil mengelak kalau
  anak-anaknya tak mabuk. detikNews mengungkap kehebohan ini.
category: viral
tags:
- moshing
- ISI Solo
- viral
source_urls:
- https://news.detik.com/berita/d-8632133/viral-mahasiswa-moshing-di-pendopo-isi-solo-pihak-kampus-klarifikasi
source_names:
- detikNews
image_url: https://awsimages.detik.net.id/api/wm/2025/11/13/ilustrasi-media-sosial-1763003495469_169.png?wid=54&w=1200&v=1&t=jpeg
meta_title: Pendopo Ageng ISI Solo Digoyang Moshing, Kampus Minta Maaf
meta_description: Viral mahasiswa moshing di Pendopo Ageng ISI Solo bikin warganet
  murka. Kampus minta maaf tapi bilang tak mabuk. Simak kronologinya!
canonical_url: https://berita.media/pendopo-ageng-isi-solo-digoyang-moshing-kampus-menunduk-minta-maaf
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-08-24T05:21:04Z'
published_at: '2026-08-24T05:21:04Z'
---

Gila bro, dunia kampus memang tak pernah kehabisan cerita. Kali ini giliran Institut Seni Indonesia (ISI) Solo yang bikin heboh, video sejumlah mahasiswa berjoget bahkan moshing di Pendopo Ageng. Tempat sakral yang seharusnya jadi ruang agung dan penuh marwah, malah dijadikan arena hantaman badan, persis konser band rock. Parahnya, video itu viral di media sosial, dan bukan main, caption dari akun Instagram @surakartahits_ langsung mengkritik habis-habisan. "IRONIS!!! Pendopo Ageng Institut Seni Indonesia Surakarta yang seharusnya menjadi ruang yang Agung, ruang yang mempresentasikan marwah dan identitas kampus justru diperlakukan seolah olah tidak mempunyai nilai apa apa," begitu tulis mereka, detikNews melaporkan.

Yang bikin geram, pihak kampus bukannya garang, malah buru-buru minta maaf. Kabag Akademik dan Kemahasiswaan ISI Solo, Esha Karwinarno, mengaku kejadian itu terjadi saat penutupan Expo UKM pada Jumat (21/8) malam. Dengan entengnya, dia bilang aksi joget-joget itu bukan di atas panggung performing, melainkan hal sampingan yang terekam orang. "Kami sudah meminta maaf," katanya sambil menunduk, seperti dilansir detikJateng.

Alhasil, kronologinya pun terkuak. Acara Expo UKM itu awalnya mulia, mengenalkan berbagai UKM dengan menampilkan karya masing-masing. Selesai sekitar pukul 19.30 WIB, eh malah ditutup dengan band yang mengundang mahasiswa berjoget. Sebelum band tampil, justru ada kesenian tradisi. Nah ini dia, pembelajaran bagi penyelenggara, Esha sendiri jadi ketua panitia, apalagi visual joget-joget itu dianggap mengganggu keagungan Pendopo Ageng. Coba bayangkan, acara adiluhung tiba-tiba berubah jadi konser ala festival rock.

Tak berhenti sampai maaf, pihak kampus juga mengumpulkan para mahasiswa panitia untuk klarifikasi. Mereka sudah buka suara di medsos masing-masing. Esha mengakui bahwa ISI terdiri dari banyak fakultas, sehingga pemahaman nilai budaya mahasiswa berbeda-beda. Gilanya, dia sampai bilang tambah materi pengetahuan budaya biar tak ada kejadian serupa. Tapi yang bikin geleng-geleng, dia menegaskan yang menari itu mahasiswa senior dan tidak mabuk. "Itu murni anak bersuka ria," ujarnya, seperti dikutip detikJateng.

Dari kasus ini, wajar saja warganet ramai-ramai mengkritik. Pendopo Ageng bukan sembarang tempat, ruang itu mempresentasikan marwah dan identitas kampus kesenian. Sialnya, dengan dalih suka ria, tempat sakral itu diobrak-abrik dengan tubuh saling baku hantam. Masa iya, ISI Solo yang seharusnya menjaga budaya, justru membiarkan mahasiswanya berlaku seperti di konser punk? Pihak kampus menjanjikan perbaikan, tapi luka sudah terlanjur lebar. Semoga ini jadi pelajaran berharga, bahwa keakraban tak boleh mengorbankan kesakralan ruang, detikNews menutup catatannya.

---
**Sumber:** [detikNews](https://news.detik.com/berita/d-8632133/viral-mahasiswa-moshing-di-pendopo-isi-solo-pihak-kampus-klarifikasi)
