---
id: 5ZyHRU6qjmS6
cluster_id: 0OCo9cJ8SLR_
title: Perang AS-Iran Bikin Rupiah Babak Belur! Bukan Cuma Kita yang Sengsara!
slug: perang-as-iran-bikin-rupiah-babak-belur-bukan-cuma-kita-yang-sengsara
excerpt: Dolar AS jadi primadona, investor kabur dari negara berkembang bikin Rupiah
  oleng. Minyak melambung, inflasi meroket, semua karena drama Timur Tengah. India,
  Indonesia, Filipina, Mesir paling parah dihantam!
category: uang
tags:
- Rupiah
- Perang AS-Iran
- Dolar AS
- Inflasi
- Pasar Global
source_urls:
- https://www.bbc.com/indonesia/articles/c39224wprvvo
source_names:
- BBC
image_url: https://ichef.bbci.co.uk/news/1024/branded_indonesia/5e63/live/f7b713b0-58c8-11f1-8247-15391d50a62a.png
meta_title: Rupiah Terpuruk Akibat Perang AS-Iran, Investor Lari ke Dolar
meta_description: Perang AS-Iran picu harga minyak meroket dan inflasi global. Rupiah
  terguncang, investor kabur ke dolar AS. Negara berkembang seperti Indonesia paling
  terpukul.
canonical_url: https://berita.media/perang-as-iran-bikin-rupiah-babak-belur-bukan-cuma-kita-yang-sengsara
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-05-27T14:02:01Z'
published_at: '2026-05-27T14:02:01Z'
---

Ceritanya begini. Baru juga bulan Februari kelar, eh Timur Tengah sudah bikin panggung drama perang AS-Iran. Dampaknya? Bukan cuma tentara yang bersorak atau menangis. Seluruh dunia ikut merasakan getarannya, apalagi para investor kelas kakap!

Gilanya, pas konflik AS dan Iran memanas, harga minyak langsung melesat macam roket. Imbasnya? Inflasi merajalela kayak wabah, dan pasar global jadi ajang lempar batu sembunyi tangan. Nah ini dia yang bikin kita merinding: para investor yang tadinya berani taruhan di negara berkembang, mendadak ciut nyali. Mereka buru-buru ngelipet duit, lalu nyimpennya di aset aman—Dolar Amerika Serikat! BBC

Alhasil, mata uang negara berkembang jadi sasaran empuk. Beberapa amblas tak bersisa, yang lain cuma bisa bergoyang lebih kencang, ada juga yang mujur sedikit menguat. André Perfeito, seorang ekonom handal asal Brasil, bilang begini: 'Harga minyak itu jurus pukulan telak buat semua orang. Fluktuasi mata uang bisa jadi pemicu atau peredam dampaknya.' Ini bukan sekadar soal angka di layar monitor, bro! BBC

Parahnya, negara-negara yang doyan impor energi, terutama minyak, jadi korban paling empuk. India, Indonesia, Filipina, Thailand, sampai Mesir, semua lagi kepalitan. Biaya bahan bakar membengkak, devisa menipis kayak dompet akhir bulan. Dolar AS makin dicari, permintaan mata uang kita anjlok. Ujung-ujungnya, bayar utang yang pakai dolar jadi makin berat, membengkak drastis. Kompas, Bloomberg

Semua barang yang diperdagangkan, mulai dari minyak mentah sampai pupuk, umumnya pakai dolar AS. Kalau nilai mata uang kita makin melemah, barang impor jadi makin mahal. Mulai dari bensin sampai plastik, semuanya naik harga. Dampaknya? Rantang nasi di meja makan makin ringan, isi dompet makin tipis. BBC

Di India, Rupee sudah melemah 5% dibanding dolar AS sejak perang Iran-AS pecah. Tiap kali harga minyak naik, Rupee makin terpuruk. Padahal sebelum konflik, Rupee sudah oleng duluan. Ini perang cuma bikin dia tambah babak belur. Bank sentral di berbagai negara sudah ambil tindakan: naikkin suku bunga, jual cadangan dolar buat nahan mata uangnya. Bank Indonesia juga melakukan itu, jual dolar, beli Rupiah, biar permintaan Rupiah naik. Tapi sejauh mana ini bisa bertahan? Ini masih jadi tanda tanya besar.

---
**Sumber:** [BBC](https://www.bbc.com/indonesia/articles/c39224wprvvo)
