Perjuangan Pendidikan Anak Rimba: Mengatasi Hambatan Kehidupan Nomadik

Perjuangan Pendidikan Anak Rimba: Mengatasi Hambatan Kehidupan Nomadik

Anak-anak Suku Rimba di Jambi menghadapi kesulitan belajar karena kebiasaan berpindah-pindah (nomaden). Kebiasaan ini membuat mereka sulit mengikuti pendidikan formal maupun non-formal. Ketika ada anggota kelompok yang meninggal (Melangun), mereka harus pindah tempat hingga berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Hal ini menyebabkan siswa terpaksa meninggalkan sekolah dan perlengkapan belajarnya. Selain nomaden, minimnya data administrasi penduduk juga menjadi kendala. Masyarakat Rimba sulit mendapatkan dokumen kependudukan seperti KTP, sehingga anak-anak mereka tidak bisa masuk sekolah formal.