Perjuangan PKL Malioboro Menjaga Tradisi Berjualan di Trotoar

**Rangkuman Berita:** Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Malioboro, Yogyakarta, ricuh dengan petugas keamanan pada Sabtu malam karena kekecewaan mereka tidak dilibatkan dalam rencana relokasi pada 2025. PKL merasa kecewa karena tidak diajak bicara dan khawatir kesejahteraan mereka akan diabaikan setelah relokasi. Mereka menuntut relokasi yang mensejahterakan dan melibatkan mereka dalam prosesnya. Kericuhan pecah saat PKL yang hendak berdagang di trotoar diadang petugas keamanan dan barang dagangan mereka diambil. PKL merasa kecewa karena hasil audiensi sebelumnya dengan Pemda dan DPRD tidak membuahkan hasil. Pemerintah Kota Yogyakarta menganggap aksi PKL melanggar aturan karena trotoar Malioboro tidak boleh digunakan untuk aktivitas ekonomi. Namun, PKL berargumen bahwa mereka belum mengetahui secara jelas rencana relokasi dan merasa kesejahteraan mereka terancam.