---
id: tYTDvN774f2g
cluster_id: ANqeTNx6rH4s
title: Pertalite Keekonomian Jauh Di Atas Pertamax, Ini Penjelasan Pertamina!
slug: pertalite-keekonomian-jauh-di-atas-pertamax-ini-penjelasan-pertamina
excerpt: Gila bro! Harga keekonomian Pertalite sampai Rp18.040 per liter, jauh lebih
  mahal dari Pertamax Rp16.250. Pertamina bela diri, bilang ada unsur subsidi tapi
  konsumen cuma bayar Rp10 ribu. Wah, ada udang di balik meeek?
category: viral
tags:
- pertamina
- pertalite
- pertamax
- bbm
- subsidi
source_urls:
- https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260616101539-85-1369630/pertamina-respons-viral-harga-keekonomian-pertalite-di-atas-pertamax
source_names:
- CNN Indonesia
image_url: https://akcdn.detik.net.id/visual/2022/08/31/rencana-penyesuaian-harga-bbm_169.jpeg?w=1200
meta_title: Pertalite Lebih Mahal dari Pertamax? Ini Jawaban Pertamina
meta_description: Heboh harga keekonomian Pertalite Rp18.040/liter lebih mahal dari
  Pertamax. Pertamina ungkap alasan subsidi pemerintah.
canonical_url: https://berita.media/pertalite-keekonomian-jauh-di-atas-pertamax-ini-penjelasan-pertamina
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-16T23:01:31Z'
published_at: '2026-06-16T23:01:31Z'
---

Duh Gusti! Ada-ada saja cerita dunia per-BBM-an ini, bikin gempar jagat maya! Pertamina Patra Niaga tiba-tiba kudu klarifikasi gara-gara harga keekonomian Pertalite nyembul lebih tinggi gila-gilaan ketimbang Pertamax. Gilanya lagi, di struk pembelian, Pertalite dipatok Rp18.040 per liter, sementara kita cuma bayar Rp10 ribu saja, bo! Bandingkan saja sama Pertamax yang cuma Rp16.250 per liter. Mana ini logika bro?! CNN Indonesia.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, si Om Roberth MV Dumatubun, mengakui angka Rp18.040 itu memang harga keekonomian Pertalite waktu itu. "Betul, ada unsur subsidinya makanya hanya dijual Rp10.000 per liter," katanya blak-blakan kepada CNNIndonesia.com, Senin (15/6). Nah, dia berdalih kalau urusan subsidi itu bukan domain Pertamina, melainkan kewenangan pemerintah. Pertamina cuma ditugaskan jadi operator penyalur BBM subsidi. Ya iya sih, mereka kan 'tukang', bukan 'bosnya'.

Menurut Om Roberth, Pertalite yang termasuk Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) itu disubsidi biar masyarakat, terutama yang menengah ke bawah, nggak makin tercekik. Biar roda perekonomian tetap berputar, biar orang tetap bisa jajan, biar nggak kelenger sebelum waktunya. Ujung-ujungnya, selisih harga yang sekitar Rp8 ribuan itu ya ditanggung APBN negara kita tercinta ini. "Benar, besaran Rp8.000-an itu adalah beban subsidi yang ditanggung pemerintah," tegasnya. Jadi, kalau ada yang ngomel soal harga, ya ngertilah siapa yang sebenarnya kena tameng subsidi.

Parahnya, si Om Roberth ini juga nyeletuk kalau harga Pertamax yang sekarang juga belum sepenuhnya 'jujur'. Katanya, pemerintah dan Pertamina udah nahan harga Pertamax sejak April 2026 biar nggak naik walau minyak dunia ngamuk. Baru tanggal 10 Juni kemarin dinaikkan jadi Rp16.250 per liter, itu pun katanya cuma separuh dari harga keekonomian yang asli! "Saat ini penyesuaian kenaikan harga Pertamax masih di level sekitar 50 persen dari harga keekonomian," bebernya. Jadi, kalau Pertamax dijual sesuai harga pasar sesungguhnya tanpa dikorting separuh, harganya bisa lebih lebay lagi, lebih mahal dari Pertalite yang disubsidi sekalipun! Angan-angan saja dah punya Pertamax murah meriah!

Jadi kesimpulannya, harga Pertalite yang kita lihat di struk itu adalah harga 'fake' karena sudah diguyur subsidi gede-gedean dari pemerintah, sampai harganya membengkak jauh di atas Pertamax. Pertamina cuma menjalankan tugas, sementara kita yang nikmatin (walau tetap bayar Rp10 ribu, tapi kan rasanya beda kalau tahu aslinya segitu). Entah sampai kapan rakyat bisa bernapas lega dari badai harga BBM ini. CNN Indonesia.

---
**Sumber:** [CNN Indonesia](https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260616101539-85-1369630/pertamina-respons-viral-harga-keekonomian-pertalite-di-atas-pertamax)
