---
id: LpPcqpVIeMYJ
cluster_id: ulCgD2QCrm8M
title: Pertumbuhan Ekonomi MEWAH, Ribuan Buruh MALAH Didepak Massal!
slug: pertumbuhan-ekonomi-mewah-ribuan-buruh-malah-didepak-massal
excerpt: Data resmi BPS bilang ekonomi meroket 5,61% di Q1-2026, pengangguran turun
  jadi 4,68%. Gilanya, bersamaan data bagus itu, ribuan buruh justru diganyang PHK
  massal. Kontan
category: phk
tags:
- pertumbuhan ekonomi
- PHK massal
- ketenagakerjaan
- ironi
- buruh
source_urls:
- https://insight.kontan.co.id/news/ironi-growth-vs-phk-massal
source_names:
- KONTAN
image_url: https://foto.kontan.co.id/Q-gTC_u-ehQxD6OQ8GXsL8BlE5Q=/smart/2016/01/19/1478173161p.jpg
meta_title: 'Pertumbuhan Ekonomi dan PHK Massal: Kontras yang Menyakitkan'
meta_description: Di saat ekonomi Indonesia meroket, ribuan buruh justru diganyang
  PHK massal. Ironi yang menyakitkan dari pertumbuhan ekonomi yang semu. Kontan
canonical_url: https://berita.media/pertumbuhan-ekonomi-mewah-ribuan-buruh-malah-didepak-massal
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-07-05T05:01:38Z'
published_at: '2026-07-05T05:01:38Z'
---

Alamak! Dengerin nih, cerita aneh bin ajaib yang bikin geleng-geleng kepala. Di saat Badan Pusat Statistik (BPS) bangga merilis angka pertumbuhan ekonomi yang katanya tembus 5,61% di kuartal I-2026, kok ya malah ada gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal yang menghajar para pekerja. Angka pengangguran katanya turun jadi 4,68% per Februari 2026, jumlahnya menyisakan 7,24 juta orang saja, dan yang bekerja tembus 147,67 juta jiwa. Di atas kertas, semua indah banget, bro! Kontan

Nah ini dia yang bikin gregetan! Di satu sisi, para pejabat SUMRINGAH pamer data pertumbuhan ekonomi yang katanya sukses banget. Tiap kali BPS keluarin angka baru, mereka berebut ngaku paling berjasa. Pemerintah boleh saja berbangga diri melihat angka penduduk bekerja yang membengkak hingga 147,67 juta orang, dan tingkat pengangguran terbuka yang diklaim menyusut ke angka 4,68% per Februari 2026. Rasanya, semua masalah ketenagakerjaan seolah lenyap ditelan angka cantik. Kontan

Parahnya lagi, di balik data gemilang itu, justru ada ribuan buruh yang pontang-panting kehilangan pekerjaan. Entah bagaimana ceritanya, di saat ekonomi katanya 'tumbuh subur', para pekerja ini malah digebuk PHK tanpa ampun. Bayangkan, di saat pemerintah bilang pertumbuhan ekonomi mencapai 5,61% di kuartal I-2026, di lapangan malah ada kabar buruh terpaksa angkat koper. Ini ironi namanya, bro! Kontan

Yang bikin geram, berita-berita ini muncul bersamaan. Seolah-olah pertumbuhan ekonomi yang dijanjikan itu cuma hiasan dinding, sementara realitas pahit PHK massal yang dijalani para buruh adalah kenyataan yang tak bisa dibantah. Data bagus bikin pejabat tersenyum, tapi fakta PHK bikin rakyat kecil menjerit. Mana ada cerita begini berakhir baik, kan? Kontan

Jadi, apa gunanya angka pertumbuhan ekonomi yang kinclong kalau rakyatnya justru makin terpuruk karena kehilangan mata pencaharian? Ini pertanyaan yang seharusnya bikin semua pihak menelan ludah. Di saat para petinggi sibuk merayakan keberhasilan di atas kertas, para pekerja yang menjadi tulang punggung ekonomi justru merasakan hantaman keras PHK. Sungguh sebuah realitas yang sangat kontras dan menyakitkan. Kontan

---
**Sumber:** [KONTAN](https://insight.kontan.co.id/news/ironi-growth-vs-phk-massal)
