---
id: MbgT4Mc2FdVh
cluster_id: DZ8dwO6qatan
title: 'Pesantren Lawan Bullying: Bentuk Satgas, Tapi Anak Didik Tetap Jadi Korban?'
slug: pesantren-lawan-bullying-bentuk-satgas-tapi-anak-didik-tetap-jadi-korban
excerpt: Marak bullying di sekolah bikin gerah. Pondok Pesantren Nurul Jadid Probolinggo
  membentuk Satgas Anti-Bullying dan LKP. Harapannya, semua aman. Tapi, apakah program
  ini benar-benar ampuh mencegah luka psikologis yang menganga? nuruljadid.net
category: bullying
tags:
- bullying
- pesantren
- pendidikan
- satgas anti bullying
- LKP
source_urls:
- https://www.nuruljadid.net/18929/satgas-anti-bullying-gelar-sosialisasi-cegah-perundungan-di-sekolah
source_names:
- nuruljadid.net
image_url: https://www.nuruljadid.net/wp-content/uploads/2026/05/bb822a9e-8aca-413a-a616-3c960faa4cb3.jpeg
meta_title: Pesantren Nurul Jadid Bentuk Satgas Anti-Bullying, Efektifkah?
meta_description: Maraknya kasus perundungan mendorong Ponpes Nurul Jadid bentuk Satgas
  dan LKP. Namun, seberapa efektif program ini mencegah trauma pada santri?
canonical_url: https://berita.media/pesantren-lawan-bullying-bentuk-satgas-tapi-anak-didik-tetap-jadi-korban
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-05-25T04:01:17Z'
published_at: '2026-05-25T04:01:17Z'
---

Anak-anak muda itu rentan. Lingkungan sekolah yang seharusnya jadi tempat menimba ilmu, malah bisa jadi medan perang psikologis. Bullying jadi momok yang menghantui, meninggalkan trauma mendalam. Pondok Pesantren Nurul Jadid di Paiton, Probolinggo, melihat ini sebagai masalah serius. Mereka tak tinggal diam melihat mental anak didiknya tergerus. nuruljadid.net

Langkah pertama mereka membentuk Lembaga Konseling Pesantren (LKP). Tujuannya jelas: jadi benteng pertahanan agar perundungan tidak merajalela di kalangan santri. Ini bukan sekadar omongan kosong, tapi komitmen untuk membangun kesadaran bahwa lelucon kasar bisa berujung pada trauma berkepanjangan. Motivasi belajar bisa anjlok, kepercayaan diri santri bisa hancur lebur. nuruljadid.net

Tak berhenti di situ, mereka juga meresmikan Satuan Tugas (Satgas) Antiperundungan. Tugasnya berat: menggencarkan sosialisasi dan edukasi. Semua bentuk kekerasan, baik verbal maupun fisik, harus diberantas tuntas. Satgas ini bergerak lincah, safari edukasi mereka berpindah dari satu sekolah ke sekolah lain di bawah naungan Yayasan Nurul Jadid. Roda ini berputar, menyasar semua tingkatan. nuruljadid.net

Yang menarik, mereka tidak hanya fokus pada santri. Para guru pun dilibatkan sebagai ujung tombak. Semua diajak paham bahaya laten bullying dan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman. Ruang belajar harus nyaman, saling menghormati jadi kunci utamanya. KH. Mahfudz, Ketua Satgas sekaligus Ketua LKP, memimpin langsung gerakan ini. nuruljadid.net

KH. Mahfudz tak main-main. Ia menegaskan bullying tidak bisa dianggap remeh. Luka psikologis yang ditinggalkan bisa menggerogoti jiwa anak didiknya bertahun-tahun. LKP ibarat puskesmas di bidang konseling, siap memulihkan mental dan emosional para santri yang tertekan. Ia juga mengingatkan pentingnya meniru kasih sayang Rasulullah SAW dalam mendidik. 'Tidak pernah ditemukan dalam literatur klasik yang menerangkan bahwa Rasulullah mendidik para sahabat dengan kekerasan,' ujarnya. nuruljadid.net

Pesantren berharap kesadaran santri meningkat, sikap saling menghormati terjaga. Ikhtiar ini demi budaya pesantren yang sehat, bebas dari trauma bullying. Tapi pertanyaan besarnya, seberapa efektif LKP dan Satgas ini bekerja di lapangan? Apakah korban benar-benar merasa aman dan terlindungi, atau sekadar program pencitraan yang manis di atas kertas? Semoga saja luka psikologis santri benar-benar terobati, bukan sekadar ditambal sulam. nuruljadid.net

---
**Sumber:** [nuruljadid.net](https://www.nuruljadid.net/18929/satgas-anti-bullying-gelar-sosialisasi-cegah-perundungan-di-sekolah)
