---
id: d0rRON0hG1YT
cluster_id: hNenUo1BS3u0
title: Petani Sawit Dijambak Kebijakan BUMN, Pendapatan Amblas 30%!
slug: petani-sawit-dijambak-kebijakan-bumn-pendapatan-amblas-30
excerpt: Harga sawit anjlok lebih dari 30% pasca-kebijakan Presiden Prabowo soal ekspor
  lewat BUMN. Petani macam Sungkunen Tarigan terpukul hebat, pendapatan sebulan tergerus
  jutaan rupiah. Ini bukan soal kecil, ini soal perut rakyat!
category: BUMN
tags:
- harga sawit
- petani sawit
- BUMN
- kebijakan pemerintah
- ekonomi petani
source_urls:
- https://www.kompas.id/artikel/harga-sawit-petani-terjun-bebas-pasca-kewajiban-ekspor-cpo-lewat-bumn-petani-terpukul
source_names:
- Kompas.id
image_url: https://assetd.kompas.id/OLQ7NbEZSvHx5XVmsYjE86BblqA=/1024x576/smart/filters:format(webp):quality(80)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2026/04/17/59e3e249b71c52f2b65f2b0686a84c10-cropped_image.jpg
meta_title: Harga Sawit Anjlok 30% Pasca-Kebijakan BUMN, Petani Terpukul
meta_description: Petani sawit menjerit! Kebijakan ekspor lewat BUMN bikin harga TBS
  terjun bebas lebih dari 30%. Pendapatan petani terpukul hebat, puluhan juta orang
  terdampak.
canonical_url: https://berita.media/petani-sawit-dijambak-kebijakan-bumn-pendapatan-amblas-30
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-05-30T05:03:05Z'
published_at: '2026-05-30T05:03:05Z'
---

Ceritanya begini. Baru saja Presiden Prabowo bikin gebrakan, katanya biar ekspor sumber daya alam strategis lewat BUMN saja. Bagus sih niatnya, biar negara makin kaya. Tapi ini malah petaka buat petani sawit! Belum juga sepekan kebijakan itu diumumkan, harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani langsung terjun bebas. Kalau kemarin masih bisa jual Rp 3.300 per kilogram, sekarang? Cuma Rp 2.300! Gilanya, itu anjlok lebih dari 30 persen, lho! Kompas

Bayangkan — Sungkunen Tarigan, petani sawit di Deli Serdang, Sumatera Utara, terpaksa gigit jari. Kebijakan yang katanya buat negara, eh malah bikin dompetnya makin tipis. Pendapatan sebulan yang dulu bisa tembus Rp 3,3 juta, sekarang paling banter Rp 2,3 juta. Padahal, itu belum dipotong biaya pupuk, pestisida, panen, dan angkut yang biayanya lumayan. Ini yang namanya rakyat kecil jadi korban? Yang tadinya pas-pasan, sekarang makin ngos-ngosan. Kompas

Dan ini bukan cuma Sungkunen. Mansuetus Darto, Ketua Umum Persatuan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI), angkat bicara. Katanya, ini gara-gara ketidakjelasan arah kebijakan pemerintah. Pengusaha, trader, sampai refinery, semuanya pada nahan diri. Takut salah melangkah. Ketidakpastian ini malah bikin pasar panik, spekulasi merajalela, aktivitas dagang seret, dan ujung-ujungnya harga CPO dan TBS petani yang jadi sasaran empuk. Sialnya, industri sawit ini kan tulang punggung ekonomi nasional, menghidupi jutaan orang. Kok malah dibikin gaduh begini? Kompas, POPSI

Celakanya lagi, petani sawit ini mulai parno. Mereka ingat betul kejadian tahun 2022, waktu harga TBS sampai jeblok di bawah Rp 1.000 gara-gara pemerintah melarang ekspor CPO. Jangan sampai terulang lagi! Industri sawit itu dibangun dengan reputasi global puluhan tahun, dengan jaringan logistik, tangki penyimpanan, kapal tanker, sampai pembiayaan ekspor. Kok sekarang mau diacak-acak hanya karena kebijakan yang bikin bingung? Pembeli internasional itu beli bukan cuma karena barangnya ada, tapi karena ada kepastian. Kompas

Parahnya, di tengah keluhan petani dan pelaku industri, pejabatnya masih bilang diupayakan perbaikan. Entah kapan. Yang jelas, petani sudah terpukul telak. Pendapatan amblas, ekonomi desa terancam. Kebijakan baru ini benar-benar seperti pukulan telak bagi mereka yang hidup dari hasil bumi sendiri. Ini bukan soal BUMN makin kuat, ini soal rakyat kecil makin tertekan. Kompas

Habis sudah. Petani sawit harus berjuang lebih keras melawan kebijakan yang tak berpihak. Nasib mereka di ujung tanduk. Entah sampai kapan mereka harus menahan gempuran harga yang terus anjlok ini.

---
**Sumber:** [Kompas.id](https://www.kompas.id/artikel/harga-sawit-petani-terjun-bebas-pasca-kewajiban-ekspor-cpo-lewat-bumn-petani-terpukul)
