---
id: r_jriFoQsz6z
cluster_id: 4i7TDfZ8WXF3
title: PHK Gara-gara Pabrik Tutup, Siswa SD di Bandung Makin Amblas
slug: phk-gara-gara-pabrik-tutup-siswa-sd-di-bandung-makin-amblas
excerpt: Gara-gara pabrik tutup dan PHK massal, murid baru SD Bojongasih 2 di Bandung
  anjlok parah. Dari target puluhan, cuma 22 siswa yang mendaftar. Banjir Citarum
  pun makin bikin warga sengsara.
category: phk
tags:
- PHK
- Pendidikan
- Bandung
- Banjir
- SDN Bojongasih 2
source_urls:
- https://bandung.kompas.com/read/2026/07/13/104840078/phk-dan-banjir-berdampak-ke-sekolah-di-bandung-murid-baru-sd-ini-terus
source_names:
- Kompas.com
image_url: https://asset.kompas.com/crops/qHbeSe5eoewnwZpbGPIzeZGjMHM=/0x0:0x0/1200x675/filters:watermark(data/photo/2026/01/30/697c815a5f0b9.png,0,-0,1)/data/photo/2026/07/13/6a545531d1c21.jpg
meta_title: PHK Lumpuhkan SD Bojongasih 2 Bandung, Murid Baru Anjlok
meta_description: Pabrik bangkrut dan PHK massal berdampak parah pada SDN Bojongasih
  2 Bandung. Murid baru menyusut drastis, sementara banjir Citarum makin menghimpit.
  Begini kisahnya.
canonical_url: https://berita.media/phk-gara-gara-pabrik-tutup-siswa-sd-di-bandung-makin-amblas
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-07-13T17:03:10Z'
published_at: '2026-07-13T17:03:10Z'
---

Gila bro, dengerin nih! Di Bandung, gegara pabrik pada bangkrut dan pekerjanya di-PHK massal, nasib sekolah jadi suram. SDN Bojongasih 2 di Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, contohnya, murid baru tahun ajaran 2026/2027 makin tipis saja, cuma 22 orang. Padahal, kepala sekolah, Deni Gunadi, bilang sekolahnya masih sanggup nampung lebih dari 35 siswa baru. Habis sudah harapan buat ngisi kelas yang ditinggal lulus, padahal targetnya jelas. "Berharap kita ada lagi yang masuk menggantikan kelas 6 yang keluar itu. Kalau lebih dari 35 orang pun kita masih siap karena kondisi kelas masih mencukupi," keluh Deni kepada Kompas.com. Miris benar, Bung!

Nah ini dia ceritanya, dulu sekolah ini pernah punya segudang murid, sampai 600-an siswa! Mayoritas anak para buruh pabrik di kawasan industri Dayeuhkolot. Tapi eh tapi, setelah perusahaan pada ambruk dan banyak buruh di-PHK, para pekerja itu terpaksa angkat koper dan pulang kampung. Ujung-ujungnya, sekolah jadi sepi. "Kalau pabriknya atau usaha-usaha yang lain ini berjalan, mungkin akan lebih banyak. Karena di sini kebanyakan perusahaan yang bangkrut," ucap Deni dengan nada getir. Yang bikin geram, pertumbuhan penduduk usia sekolah di sekitar situ juga ikutan merosot tajam. Entah kenapa bisa begini ceritanya. Kompas.com

Belum selesai masalah PHK, banjir tahunan luapan Sungai Citarum jadi momok baru yang bikin pusing tujuh keliling. Meski bangunannya sudah ditinggikan, akses jalan menuju sekolah tetap saja sering terendam air. Alhasil, banyak siswa yang kesulitan berangkat sekolah, bahkan terpaksa belajar daring atau dialihkan ke balai desa. "Kendalanya, karena Bojongasih ini semuanya kebanjiran warganya, jadi yang sekolah itu kadang-kadang kita alihkan ke balai desa ataupun sekarang didaringkan (online)," jelas Deni. Parahnya, sekolah sampai harus memohon bantuan ke pemerintah untuk pembangunan kolam retensi atau pompa penyedot air, meniru suksesnya wilayah Baleendah. "Saya berharap mungkin ke pemerintahan itu ada bantuan untuk ada polder lagi atau penyedotan air dari desa ini ke Citarum," harapnya. Kompas.com

Meskipun kondisi serba susah dan prihatin, ternyata semangat siswa SDN Bojongasih 2 tak pernah padam. Para murid tetap getol berprestasi di berbagai ajang, mulai dari Pendidikan Agama Islam, FLS2N, sampai O2SN. Bahkan, beberapa di antaranya berhasil menembus tingkat kabupaten. Salut buat mereka! Tapi ya tetap saja, kemunduran jumlah murid gara-gara PHK dan banjir ini jadi pukulan telak. Kelak, sekolah ini bakal bagaimana nasibnya? Cuma Tuhan yang tahu. Kompas.com

---
**Sumber:** [Kompas.com](https://bandung.kompas.com/read/2026/07/13/104840078/phk-dan-banjir-berdampak-ke-sekolah-di-bandung-murid-baru-sd-ini-terus)
