---
id: HyNqkZa30-TB
cluster_id: ANKa5LXT5OQN
title: PHK Tekstil Ganas! Jutaan Warga Jateng Nyungsep ke Sektor Informal
slug: phk-tekstil-ganas-jutaan-warga-jateng-nyungsep-ke-sektor-informal
excerpt: Jutaan warga Jawa Tengah terpaksa jadi pekerja serabutan karena PHK massal
  sektor tekstil. Ribuan buruh Sritex yang bangkrut banting setir jadi ojol atau tani
  musiman. Ini jurang yang menganga lebar!
category: phk
tags:
- pekerja informal
- PHK massal
- tekstil
- Jawa Tengah
- ojol
- pertanian
source_urls:
- https://news.republika.co.id/berita/tfjcpa487/phk-massal-sektor-tekstil-sumbang-peningkatan-pekerja-informal-di-jateng
source_names:
- republika.co.id
image_url: https://static.republika.co.id/uploads/images/kanal_slide/030835000-1762782513-830-556.jpg
meta_title: PHK Massal Tekstil Jateng Tingkatkan Pekerja Informal Jadi Jutaan Jiwa
meta_description: Ribuan buruh tekstil Jateng terpaksa jadi pekerja informal seperti
  ojol dan tani musiman pasca PHK massal Sritex. Jutaan warga kini hidup tak pasti.
canonical_url: https://berita.media/phk-tekstil-ganas-jutaan-warga-jateng-nyungsep-ke-sektor-informal
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-05-25T14:03:00Z'
published_at: '2026-05-25T14:03:00Z'
---

Ceritanya begini. Di Jawa Tengah per Februari 2026, ada sekitar 13,04 juta jiwa yang terperosok ke jurang pekerja informal. Angka itu naik 0,55 persen dibanding tahun lalu, menembus 12,65 juta orang. Gila nggak tuh! Dari total 21,38 juta penduduk yang kerja di sana, 61 persennya udah masuk sektor nggak jelas juntrungannya. Republika.co.id

Kepala BPS Jateng, Ali Said, geleng-geleng kepala. Katanya, ini semua gara-gara PHK massal di pabrik tekstil. Yang paling bikin nyesek, PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex, perusahaan tekstil raksasa di Sukoharjo, dinyatakan bangkrut Februari 2025. Ribuan buruhnya langsung ditendang keluar. Ujung-ujungnya? Mereka pada ngelamar jadi ojek online atau nunggu musim panen aja biar bisa kerja serabutan. Republika.co.id

"Habis di-PHK dari situ, banyak yang lari ke informal; jadi tukang ojek online dan sebagainya, itu banyak sekali," kata Ali Said dengan nada miris, Minggu (24/5/2026). Bayangkan, orang yang tadinya punya kerja tetap, sekarang harus narik motor demi sesuap nasi. Ojek online jadi penyelamat sementara, tapi itu bukan solusi jangka panjang. Pertanian pun ikut menampung, terutama ibu-ibu rumah tangga yang cuma kerja musiman pas panen. Tapi ya gitu, itu kan kerja nggak tetap. Republika.co.id

Yang bikin makin parah, angkatan kerja baru terus berdatangan. Tiap Februari, penambahannya lumayan banyak. Kalau sektor formal nggak bisa nampung, ya mau nggak mau mereka nyemplung ke sektor informal dulu. Pola ini bukan cuma di Jateng, tapi hampir di seluruh Indonesia. Ali Said ngakuin, ini jadi tantangan besar buat pemerintah. Gimana caranya biar kesempatan kerja di sektor formal itu nambah. Soalnya, gaji di formal jelas lebih gede, lebih mapan, dan lebih pasti buat masa depan. Republika.co.id

Tapi jangan salah, kata Ali, naiknya pekerja informal ini nggak melulu gara-gara PHK gede-gedean. Ada banyak faktor lain yang bikin angka ini melonjak. Nah, ini dia yang perlu digarisbawahi. Nggak bisa cuma nyalahin Sritex doang. Tapi yang jelas, jutaan orang Jateng kini hidup di ujung tanduk, bergantung pada kerjaan yang nggak pasti. Alhasil, jurang antara yang kaya dan miskin makin menganga lebar. Republika.co.id

---
**Sumber:** [republika.co.id](https://news.republika.co.id/berita/tfjcpa487/phk-massal-sektor-tekstil-sumbang-peningkatan-pekerja-informal-di-jateng)
