---
id: 3aakciqupBS4
cluster_id: epUrVFejkRo6
title: 'Piala Dunia 2026: Di Tengah Badai Politik, AS Malah Lakukan Serangan!'
slug: piala-dunia-2026-di-tengah-badai-politik-as-malah-lakukan-serangan
excerpt: FIFA berharap Piala Dunia 2026 mulus tanpa kontroversi di AS, Kanada, Meksiko.
  Eh, baru saja AS dapat 'penghargaan perdamaian', langsung nyerang Iran! Belum lagi
  kasus penembakan brutal yang bikin was-was.
category: politik
tags:
- Piala Dunia 2026
- Politik AS
- FIFA
- Keamanan Global
- Sepak Bola
source_urls:
- https://www.kompas.id/artikel/piala-dunia-dalam-badai-politik-dan-konflik-global
source_names:
- Kompas.id
image_url: https://assetd.kompas.id/sgsJRfAGaTt0PRjDzCLbNQ9c84M=/1024x683/smart/filters:format(webp):quality(80)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2025/12/06/ee8f8ff5d90ac26e945215e9510e4bdb-FBL_MEX_WC_2026_DRAW_134545430.jpg
meta_title: 'Piala Dunia 2026: Politik Panas dan Keamanan Mengerikan di AS'
meta_description: FIFA berharap Piala Dunia 2026 mulus, tapi AS justru terlibat serangan
  ke Iran dan dibayangi penembakan massal. Kebijakan visa makin bikin pusing!
canonical_url: https://berita.media/piala-dunia-2026-di-tengah-badai-politik-as-malah-lakukan-serangan
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-09T02:03:51Z'
published_at: '2026-06-09T02:03:51Z'
---

Siapa sangka pesta bola terbesar dunia bakal diliputi badai politik? FIFA maunya sih Piala Dunia 2026 di AS, Kanada, dan Meksiko ini pesta murni, jauh dari drama. Apalagi AS punya rekam jejak sukses jadi tuan rumah 1994. Logis kan? AS itu pasar olahraga terbesar, euforia sepak bola di sana juga makin menggila. Data Sports Innovation Lab 2023 bilang, 27 persen dari 85 juta fans olahraga AS itu doyan bola! Belum lagi penonton sepak bola internasional di sana naik 60 persen dari 2018-2024. Kompas.id

Dengan stabilnya Kanada dan semangat membara Meksiko, ajang di kota ikonik macam New York, Toronto, dan Mexico City harusnya sukses besar, nggak kayak siaran pers yang isinya omong kosong belaka. Tapi apa lacur? Keinginan mulus itu buyar! Baru saja FIFA kasih 'penghargaan perdamaian' ke Donald Trump, eh AS malah ikutan nyerang Iran, salah satu wakil Asia di Piala Dunia nanti. Ini namanya 'diplomasi' ala Barat, kawan. Kompas.id

Belum selesai urusan serangan ke Iran, dunia maya digegerkan lagi sama percobaan pembunuhan Trump pas acara koresponden Gedung Putih 25 April 2026. Keamanan AS lagi nggak stabil, bro! Tiap kuartal pertama 2026 aja, Gun Violence Archive mencatat ada 94 penembakan massal. Bayangkan saja, mau nonton bola malah deg-degan tiap kali ada suara keras. Mau datang ke AS pas Piala Dunia? Mikir dua kali deh!

Yang bikin greget, FIFA mau nambah peserta jadi 48 tim, keren sih biar makin banyak negara ikut. Tapi kebijakan AS malah bikin semua tercengang. Kebijakan larangan perjalanan dan isu HAM bikin keraguan. Lha, bagaimana negara kayak Iran, Senegal, Haiti, dan Pantai Gading mau ikut kalau suporternya dilarang masuk? Trump beralasan ini demi keamanan nasional AS. Tapi pemain, pelatih, dan ofisial sih dapat pengecualian. Lalu suporternya? Ya apes nasibnya.

Jadi begini, keinginan FIFA menggelar pesta bola tanpa cela terbentur tembok tembok ego politik dan konflik global. Piala Dunia 2026 bukan lagi sekadar soal mencetak gol, tapi jadi ujian berat diplomasi dan keamanan. Lha gimana tidak, negara yang bikin kebijakan represif malah jadi tuan rumah. Ini bukan soal sepak bola lagi, ini soal dunia yang makin rumit dan penuh ketidakpastian. FIFA, mau sampai kapan nonton drama politik daripada drama lapangan hijau?

---
**Sumber:** [Kompas.id](https://www.kompas.id/artikel/piala-dunia-dalam-badai-politik-dan-konflik-global)
