---
id: HhPDM9PO9JJe
cluster_id: UMzo8BNZGzBb
title: Pimpinan Baru Makan Bergizi Gratis! Gebrakan Nanik Tunda SPPG & Buka Duit CSR!
slug: pimpinan-baru-makan-bergizi-gratis-gebrakan-nanik-tunda-sppg-buka-duit-csr
excerpt: Belum genap seminggu Dadan Hindayana dicopot dari Kepala Badan Gizi Nasional,
  penggantinya Nanik S. Deyang langsung bikin gebrakan. Program Makan Bergizi Gratis
  (MBG) akan ditunda pembukaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru demi menata
  27.000 dapur yang ada, dan yang lebih gila, dana non-APBN dari CSR siap digelontorkan!
  Kompas.com
category: MBG
tags:
- MBG
- Gizi
- Pemerintahan
- Nanik S. Deyang
- Dadan Hindayana
- BGN
- SPPG
- CSR
source_urls:
- https://nasional.kompas.com/read/2026/06/05/20010561/ini-yang-berubah-dari-mbg-pasca-dadan-hindayana-dicopot?page=all
source_names:
- Kompas.com
image_url: https://asset.kompas.com/crops/qCpQl5i4Mq6EMqOvRf_WBGw8RV4=/0x0:4999x3333/1200x675/filters:watermark(data/photo/2026/01/30/697c815a5f0b9.png,0,-0,1)/data/photo/2025/09/26/68d61b1c5b9ff.jpg
meta_title: 'Gebrakan Kepala BGN Nanik: Tunda SPPG, Buka Duit CSR untuk MBG!'
meta_description: Baru dilantik, Kepala BGN Nanik S. Deyang langsung moratorium SPPG
  baru demi tata ulang 27.000 dapur MBG dan buka peluang dana CSR. Intip gebrakan
  terbarunya!
canonical_url: https://berita.media/pimpinan-baru-makan-bergizi-gratis-gebrakan-nanik-tunda-sppg-buka-duit-csr
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-06T05:01:23Z'
published_at: '2026-06-06T05:01:23Z'
---

Bayangkan — Selasa lalu baru saja diganti, Kamis ini Nanik S. Deyang langsung tancap gas!

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru ini sepertinya tidak mau main-main. Belum juga pelantikannya benar-benar dingin, Nanik sudah mengumumkan perubahan drastis dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Gilanya, dia justru menunda pembukaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru! Padahal, banyak pendaftar yang sudah mengantre. "Kami beresin dulu ini ya," kata Nanik tegas saat jumpa pers di Kantor BGN, Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Kompas.com

Parahnya, Nanik punya alasan kuat di balik keputusannya yang bikin geleng kepala itu. Ternyata, sudah ada lebih dari 27.000 dapur SPPG yang beroperasi, tapi penataannya masih amburadul. "Misalnya di satu kecamatan ini cukup kok enam saja. Sudah, ya enam saja. Jadi moratorium," jelasnya. Maksudnya, fokus utama saat ini adalah menata ulang ribuan dapur yang sudah ada, memastikan efisiensi anggaran, dan memprioritaskan daerah-daerah yang benar-benar membutuhkan. Kompas.com

Nah ini dia yang paling bikin greget! Dulu, program MBG itu saklek harus pakai APBN. Tapi Nanik? Justru dia membuka pintu lebar-lebar untuk dana-dana di luar APBN. "Kami coba ada alternatif-alternatif lain misalnya, misalnya ada CSR BUMN, ada hibah dari negara lain itu banyak lho hibah-hibah ini," ungkap Nanik. Bisa dibayangkan? Uang rakyat yang terbatas di APBN itu dijaga, tapi kesempatan dana segar dari pihak swasta justru dimanfaatkan. Cerdas atau nekat? Kompas.com

Yang bikin miris, fokus penataan ini adalah daerah 3T (tertinggal, terluar, terdepan). "Pak Presiden pesannya kami harus ke 3T dulu," katanya. Alhasil, wilayah yang selama ini terabaikan kini jadi prioritas utama. Bukan lagi soal kuantitas dapur yang terus bertambah, tapi kualitas dan pemerataan pelayanan. Mungkin ini yang dibutuhkan MBG selama ini — bukan sekadar program tebar pesona, tapi benar-benar menyentuh yang papa. Kompas.com

---
**Sumber:** [Kompas.com](https://nasional.kompas.com/read/2026/06/05/20010561/ini-yang-berubah-dari-mbg-pasca-dadan-hindayana-dicopot?page=all)
