---
id: p1E12D5esgvF
cluster_id: QoIJmtOxzgrX
title: 'Politik Gentong Babi: Bansos Triliunan Demi Prabowo Dua Periode?'
slug: politik-gentong-babi-bansos-triliunan-demi-prabowo-dua-periode
excerpt: Jokowi dituding pakai politik gentong babi lewat bansos Rp496,8 triliun,
  tujuannya menangkan paslon tertentu. Kemiskinan dijadikan komoditas demi kekuasaan,
  bukan kesejahteraan rakyat.
category: politik
tags:
- Prabowo Subianto
- Jokowi
- Bansos
- Politik Gentong Babi
- Dirty Vote
source_urls:
- https://yoursay.suara.com/kolom/2026/06/08/123127/mungkinkah-prabowo-dua-periode-lewat-politik-gentong-babi
source_names:
- Yoursay.id
image_url: https://media.suara.com/pictures/970x544/2026/06/08/54638-ilustrasi-politik-gentong-babi-gemini-ainano-banana.jpg
meta_title: 'Politik Gentong Babi: Bansos Rp496 T Buat Menangkan Prabowo?'
meta_description: Bansos Rp496,8 triliun digunakan sebagai politik gentong babi demi
  memenangkan paslon. Kemiskinan dijadikan alat kekuasaan, rakyat terus menanti kesejahteraan
  sejati.
canonical_url: https://berita.media/politik-gentong-babi-bansos-triliunan-demi-prabowo-dua-periode
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-08T08:01:11Z'
published_at: '2026-06-08T08:01:11Z'
---

Siang bolong-bolong, tiba-tiba terkuak isu busuk di balik bantuan sosial! Film "Dirty Vote" tayang, membongkar praktik "politik gentong babi" yang digunakan demi memenangkan pasangan calon tertentu. Bukan sekadar omongan di warung kopi, ini adalah pengakuan para pakar hukum tata negara yang bikin geleng kepala. Nah ini dia, Presiden Jokowi sendiri yang dituding jadi aktor utama dalam drama suci ini! Yoursay.id

Bayangkan, anggaran bansos tahun 2024 melonjak jadi Rp496,8 triliun! Naik Rp20,5 triliun dibanding tahun sebelumnya. Parahnya, bantuan ini digelontorkan besar-besaran jelang pemilu, terkesan seperti "serangan fajar" pakai uang rakyat. Jadi, apa sebenarnya maksud dari pemerintah yang tiba-tiba borong bansos? Apakah murni niat baik, ataukah ada udang di balik bakwan? Kenapa alasan pemberian bansos ini selalu menimbulkan kecurigaan, seolah kemiskinan rakyat dijadikan komoditas politik untuk meraih kekuasaan semata? Yoursay.id

Data BPS per September 2025 menunjukkan 23,36 juta penduduk miskin, mayoritas di Pulau Jawa yang jadi penentu 56% suara nasional. Padahal, Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 sudah jelas: fakir miskin dipelihara negara. Tapi, dipelihara kok malah begini? Seharusnya negara hadir dengan lapangan kerja layak, bukan sekadar jadi juru bagi-bagi "sangu". Akibatnya, masyarakat terbiasa mengemis dan menunggu, padahal negara wajib mengangkat harkat martabat mereka. Pola pikir "cuma bisa minta" ini telanjur mengakar, bikin bantuan terus mengalir ke orang yang sama. Telanjur mengakar sampai ke ubun-ubun! Yoursay.id

Gilanya, pernyataan Prabowo Subianto soal rakyat yang "tidak bermimpi menjadi kaya raya, melainkan hanya ingin hidup layak" justru terasa relevan dengan kenyataan pahit ini. Jangankan kaya raya, hidup layak pun masih jauh panggang dari api bagi jutaan rakyat. Bansos jadi instrumen kekuasaan, alat pengikat loyalitas massa. Ibu mana yang tega dengar tangis anaknya kelaparan? Akhirnya, bansos jadi dambaan, penentu pilihan politik. Pemberiannya seolah jadi bukti "peduli", yang diharapkan berujung pada terpilihnya kembali rezim yang berkuasa. Habis sudah. Selesai. Ini bukan tentang peduli, ini tentang manipulasi! Yoursay.id

Celakanya, semua ini terjadi di depan mata kita, rakyat jelata. Anggaran triliunan yang seharusnya untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, malah jadi "money politics" paling vulgar. Prabowo mau dua periode? Lewat gentong babi begini? Entahlah. Yang jelas, kepercayaan rakyat makin terkikis. Kesejahteraan jadi taruhan. Kapan rakyat ini benar-benar sejahtera, bukan sekadar jadi objek politik? Pertanyaan itu menggantung, tanpa jawaban pasti. Hanya harapan, dan mungkin kekecewaan yang makin membuncah.

---
**Sumber:** [Yoursay.id](https://yoursay.suara.com/kolom/2026/06/08/123127/mungkinkah-prabowo-dua-periode-lewat-politik-gentong-babi)
