---
id: u5tQUWhNFMY4
cluster_id: IRPjPLQ48a6c
title: Politik Luar Negeri Indonesia Cuma Ikut-ikutan? Ray Rangkuti Blak-blakan!
slug: politik-luar-negeri-indonesia-cuma-ikut-ikutan-ray-rangkuti-blak-blakan
excerpt: 'Ray Rangkuti dari Lingkar Madani lempar sindiran pedas: Indonesia levelnya
  cuma ikut-ikutan dalam kancah politik luar negeri! Bukan jadi pemain utama, apalagi
  punya daya tawar kuat. Ini bukan cuma soal Iran vs AS, tapi gambaran umum posisi
  kita di mata dunia. SINDOnews Nasional'
category: politik
tags:
- politik luar negeri
- Indonesia
- Ray Rangkuti
- Lingkar Madani
- SINDOnews
source_urls:
- https://nasional.sindonews.com/read/1713375/12/ray-rangkuti-singgung-indonesia-masih-di-level-ikut-ikutan-dalam-politik-luar-negeri-1780452418
source_names:
- SINDOnews Nasional
image_url: https://pict.sindonews.com/dyn/850/pena/news/2026/06/03/12/1713375/ray-rangkuti-singgung-indonesia-masih-di-level-ikutikutan-dalam-politik-luar-negeri-pom.jpg
meta_title: 'Politik Luar Negeri Indonesia Dihujat: Cuma Ikut-ikutan?'
meta_description: Ray Rangkuti lontarkan kritik pedas soal posisi Indonesia di politik
  luar negeri yang dinilai cuma ikut-ikutan. Bukan daya tawar, bukan mitra sejajar.
  Apa kata dunia?
canonical_url: https://berita.media/politik-luar-negeri-indonesia-cuma-ikut-ikutan-ray-rangkuti-blak-blakan
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-03T11:01:48Z'
published_at: '2026-06-03T11:01:48Z'
---

Ceritanya begini. Kita ini, katanya sih negara besar, punya suara di kancah internasional. Tapi lihat kenyataannya, kata pengamat politik Ray Rangkuti, posisi Indonesia itu malah jongkok! Bukan lagi punya tawar-menawar, bukan jadi mitra sejajar, tapi mentok di level 'ikut-ikutan'. Gila, kan? SINDOnews Nasional

Ray Rangkuti, Direktur Eksekutif Lingkar Madani, dengan lantang nyeletuk soal tingkatan dalam hubungan antarnegara. Ada yang punya daya tawar, ada yang jadi teman, ada yang sekadar ikut-ikutan. Nah, Indonesia ini katanya masuk kategori paling bawah: cuma ikut-ikutan. Ini bukan omongan sembarangan, bro! Ray menyampaikannya dalam program Rakyat Bersuara iNews, Selasa (2/6/2026). Iya, belum lama ini! SINDOnews Nasional

Begini loh analogi sederhananya. Kalau mau berteman, kan ada prosesnya. Pertama, punya sesuatu dulu biar ditawar. Kalau tidak punya apa-apa, gimana mau deketin orang? Makanya, selain punya daya tawar, ya jadi teman. Tapi kata Ray, level kita sekarang ini 'di bawah itu ada lagi, ikut-ikutan'. Ibaratnya, ngikutin apa kata orang, tanpa punya pendirian sendiri. Padahal kita ini negara dengan populasi segini banyaknya, punya sejarah panjang. Tapi kok nasibnya cuma jadi penonton?

Konteksnya ini bukan cuma ngomongin konflik Iran versus Amerika Serikat, tapi ini gambaran utuh politik luar negeri Indonesia. Di saat negara lain sibuk memainkan peran utama, kita malah sibuk nyari posisi biar nggak kelihatan aneh. Apa iya segitu rendahnya daya tawar kita? Apa iya kita nggak punya 'sesuatu' yang bisa dibanggakan di mata dunia? Yang bikin geram, ini diucapkan oleh pengamat yang ngerti banget peta politik. Jadi bukan sekadar nyinyir.

Jangankan jadi tuan rumah yang bikin kebijakan, jadi tamu saja kok kayaknya masih kurang greget. Dulu Indonesia pernah jadi pemimpin gerakan negara-negara non-blok, punya suara lantang menentang penjajahan. Sekarang, kok malah kayak jadi pecundang yang nunggu instruksi? Ini bikin kita miris. Kita punya potensi, tapi kok disia-siakan.

Jadi, kalau ada yang bilang Indonesia kuat di luar negeri, coba pikir lagi. Ray Rangkuti sudah kasih peringatan. Kalau masih begini terus, ya selamanya kita akan jadi penonton setia, bukan pemain utama. Habis sudah, nasib kita cuma jadi 'follower' di dunia politik internasional. Mau sampai kapan begini terus? SINDOnews Nasional

---
**Sumber:** [SINDOnews Nasional](https://nasional.sindonews.com/read/1713375/12/ray-rangkuti-singgung-indonesia-masih-di-level-ikut-ikutan-dalam-politik-luar-negeri-1780452418)
