---
id: h9Hrflp0Sndu
cluster_id: 0BkIdZb-Jww5
title: Politikus Golkar Bicara Teori, tapi Lupa Realitas 'Emosional' Pemilih!
slug: politikus-golkar-bicara-teori-tapi-lupa-realitas-emosional-pemilih
excerpt: Di tengah hiruk pikuk FISIP Undip, Mohammad Saleh dari Golkar ngomongin teori
  politik harus nyambung ke lapangan. Tapi kok kayaknya lupa kalau pemilih sering
  lebih mikir perasaan daripada logika yang diajarin di kampus? Katanya sih biar relevan,
  tapi kok kedengerannya cuma ngulang-ngulang doang.
category: politik
tags:
- Mohammad Saleh
- FISIP Undip
- Teori Politik
- Praktik Politik
- Golkar
source_urls:
- https://pantura.tribunnews.com/jateng/37878/mohammad-saleh-tekankan-pentingnya-teori-dan-praktik-politik-dalam-bedah-buku-di-fisip-undip
source_names:
- Tribunnews.com
image_url: https://asset.tribunnews.com/EkBfUBeLWTEm9Ow_oO6xDxK4Fio=/1200x675/filters:upscale():quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/20250525_saleh.jpg
meta_title: 'Mohammad Saleh: Teori Politik dan Praktik Elektoral di Indonesia'
meta_description: Wakil Ketua DPRD Jateng, Mohammad Saleh, bedah buku teori politik
  di FISIP Undip. Tekankan pentingnya teori nyambung ke praktik elektoral, tapi akui
  emosi pemilih lebih dominan.
canonical_url: https://berita.media/politikus-golkar-bicara-teori-tapi-lupa-realitas-emosional-pemilih
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-05-25T05:07:37Z'
published_at: '2026-05-25T05:07:37Z'
---

Di kampus FISIP Undip yang katanya pusat ilmu sosial, Jumat lalu (22/5/2026) ada acara bedah buku soal teori politik. Judulnya sih keren, 'Shortcut Teori-Teori Pilihan dalam Ilmu Politik'. Tujuannya biar para akademisi sama praktisi ngobrol, nyocokin teori sama kenyataan di lapangan. Salah satu yang diajak ngobrol adalah Mohammad Saleh, bos Golkar Jawa Tengah sekaligus Wakil Ketua DPRD sana. Penting katanya, teori politik itu harus nyambung sama praktik kampanye, sama gimana milih suara pemilih. Tribunnews.com

Saleh bilang, teori politik itu nggak boleh cuma jadi pajangan di rak buku kampus. Harus bisa buat ngukur kenapa pemilih milih A atau B, gimana strategi kampanye jalan, siapa yang pegang kendali kekuasaan. Tapi, ucapan Saleh ini kayak jadi sindiran buat dirinya sendiri. Soalnya, dia sendiri mengakui kalau keputusan politik di lapangan itu sering nggak logis kayak di buku. Faktor emosi, nongkrong bareng, sampai berita bohong di media sosial itu lebih ngaruh ke pilihan masyarakat. Jadi, teorinya Saleh ini kok kayaknya nggak nyampe ke praktik yang dia sendiri akui. Tribunnews.com

Katanya lagi nih, di era digital sekarang, teori politik harus di-update terus biar nggak ketinggalan zaman. Pertarungan katanya bukan cuma soal program, tapi soal bikin persepsi, bikin narasi palsu, dan ngatur berita biar sesuai keinginan. Nah lho, ini kok malah ngajarin cara curang ya? Dulu kampanye tatap muka, sekarang katanya maennya di medsos terus, bikin citra palsu, sama ngincar pemilih satu-satu pakai data pribadi. 'Digital campaigning' sama 'microtargeting' katanya namanya. Kok dari teori politik malah jadi ngomongin trik marketing yang kadang bikin muak. Tribunnews.com

Penulis bukunya, Muhammad Adnan, sama dosen FISIP Undip, Wijayanto, juga ikut ngomongin soal politik digital. Dekan FISIP Undip, Teguh Yuwono, nyambut baik acaranya, katanya biar kampus makin sering diskusi soal ilmu yang kritis dan bisa dipakai. Tapi dari semua omongan itu, yang paling nempel malah komentar Saleh soal realitas lapangan yang nggak logis. Kayaknya dia lupa, kalau politikus itu seringnya mainin emosi dan narasi bohong, bukan logika teori yang dia banggakan di mimbar. Udah teori, udah praktik, tapi kok nyatanya nggak bikin politik jadi lebih baik. Malah bikin bingung pemilih yang dikira gampang dibegoin. Tribunnews.com

---
**Sumber:** [Tribunnews.com](https://pantura.tribunnews.com/jateng/37878/mohammad-saleh-tekankan-pentingnya-teori-dan-praktik-politik-dalam-bedah-buku-di-fisip-undip)
