---
id: W8gCPfpKj80g
cluster_id: m_0aCQm5ujmV
title: Prabowo Geram! Pejabat Korupsi Diberantas, Tapi Jangan Cuma Panggung!
slug: prabowo-geram-pejabat-korupsi-diberantas-tapi-jangan-cuma-panggung
excerpt: 'Presiden Prabowo ''ngamuk'' minta Kejagung-KPK sikat koruptor, tapi pengamat
  Zuly Qodir sindir: Jangan cuma jadi panggung politik! Duit negara jangan amblas
  lagi untuk program foya-foya, pendidikan rakyat harus jadi raja!'
category: politik
tags:
- Prabowo
- Korupsi
- Politik
- Pendidikan
- Kejagung
- KPK
source_urls:
- https://www.suara.com/news/2026/06/05/144524/sinyal-kemarahan-prabowo-saat-kejagung-kpk-bergerak-pengamat-jangan-sekadar-panggung-politik
source_names:
- Suara.com
image_url: https://media.suara.com/pictures/970x544/2026/05/20/82905-presiden-prabowo-subianto.jpg
meta_title: 'Prabowo Geram Korupsi, Pengamat: Jangan Cuma Panggung Politik!'
meta_description: Presiden Prabowo instruksikan berantas korupsi, tapi pengamat ingatkan
  agar tidak jadi panggung politik. Evaluasi program foya-foya, fokus pendidikan!
canonical_url: https://berita.media/prabowo-geram-pejabat-korupsi-diberantas-tapi-jangan-cuma-panggung
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-05T17:01:01Z'
published_at: '2026-06-05T17:01:01Z'
---

Ceritanya begini. Presiden kita, Pak Prabowo, baru saja mengeluarkan titah keras. Beliau minta aparat penegak hukum, entah itu Kejagung, entah KPK, untuk bergerak memberantas korupsi sampai ke akar-akarnya. Tujuannya? Supaya duit negara tidak lagi digasak habis oleh pejabat-pejabat 'nakal' yang doyan main mata dengan anggaran. Ini sinyal kemarahan, bro! Gilanya, Pak Prabowo sendiri yang ngasih instruksi langsung! Suara.com

Nah ini dia, tapi jangan keburu senang dulu. Pengamat politik dari UMY, Zuly Qodir, langsung pasang kuping. Menurut beliau, omongan Pak Presiden ini memang positif, bagus untuk memberantas pejabat yang 'main-main' dengan duit rakyat. Tapi Zuly mengingatkan, ini jangan cuma jadi panggung politik sesaat! Jangan sampai setelah ditangkap, pejabat korup itu malah dikasih 'mainan baru' lagi oleh Pak Presiden. Konsistensi itu yang penting, jangan cuma pencitraan bersih tapi aslinya 'busuk'. Suara.com

Parahnya, Zuly bilang kita harus lihat betul nih, apakah pejabat yang kena kasus korupsi ini benar-benar disingkirkan dari jabatan strategis, atau cuma 'diparkir' sebentar sampai perhatian publik mereda. Kalau sampai mereka dapat posisi lagi, nah ini baru masalah! Itu artinya, Pak Presiden kurang sungguh-sungguh antara omongan dan tindakan. Celakanya, pola begini ini sudah sering terjadi di pemerintahan kita. Dulu ditindak, sekarang aman sentosa lagi. Entah bagaimana ceritanya. Suara.com

Yang bikin geram lagi, Zuly juga nyaranin pemerintah buat ngevaluasi program-program 'mewah' yang nguras duit negara. Contohnya? Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih. Dua program ini katanya jadi beban fiskal negara yang berat. Ngapain dibela mati-matian kalau duitnya habis nggak karuan? Lebih baik, kata Zuly, anggaran negara dialihkan untuk sektor pendidikan! Fokus ke kualitas guru, kesejahteraan guru honorer yang gajinya cuma Rp400 ribu sebulan. Itu baru namanya gebrakan serius untuk bangsa!

Jadi, intinya nih, ancaman Pak Prabowo soal korupsi harus dibuktikan dengan tindakan nyata. Bukan sekadar omongan manis di depan publik. Kalau pejabat korup masih bisa main lagi, berarti cerita pemberantasan korupsi ini hanyalah bumbu penyedap, bukan menu utama. Dan program-program pemborosan harus segera angkat koper!

Selamat jalan para pejabat korup yang mau dihajar. Tapi jangan lupa, pendidikan anak bangsa lebih penting dari program foya-foya! Suara.com

---
**Sumber:** [Suara.com](https://www.suara.com/news/2026/06/05/144524/sinyal-kemarahan-prabowo-saat-kejagung-kpk-bergerak-pengamat-jangan-sekadar-panggung-politik)
