---
id: oQn6gI0wJ8qi
cluster_id: NkvHBDiSlkJe
title: PT Garmen Cimahi Disikat Habis! 178 Buruh Keok Dihajar PHK Massal
slug: pt-garmen-cimahi-disikat-habis-178-buruh-keok-dihajar-phk-massal
excerpt: Gara-gara biaya produksi tak lagi kompetitif, pabrik garmen PT Namnam Fashion
  Industries di Cimahi rela 'menggasak habis' 178 pekerjanya lewat PHK massal. Gubernur
  Jabar Dedi Mulyadi membeberkan pabrik padat karya memang gampang amblas jika tak
  efisien. Gilanya, lapangan kerja baru katanya ada, tapi buruh disuruh pindah jauh!
category: phk
tags:
- PHK Massal
- Pabrik Garmen
- Cimahi
- Dedi Mulyadi
- Lapangan Kerja
- Industri Padat Karya
source_urls:
- https://bandung.kompas.com/read/2026/08/04/125827578/phk-massal-di-pabrik-garmen-cimahi-dedi-mulyadi-lapangan-kerja-masih-banyak?page=all
- https://ekonomi.republika.co.id/berita/tj8lzd423/kdm-buka-suara-soal-phk-massal-di-industri-garmen-jawa-barat
source_names:
- Kompas.com
- republika.co.id
image_url: https://asset.kompas.com/crops/hg9wbt9gZneyk0fX9W3PphQg0O4=/0x0:0x0/1200x675/filters:watermark(data/photo/2026/01/30/697c815a5f0b9.png,0,-0,1)/data/photo/2026/08/04/6a71519c0f0b5.jpeg
meta_title: PHK Massal Garmen Cimahi, Buruh Disuruh Pindah Jauh
meta_description: Gubernur Jabar Dedi Mulyadi ungkap pabrik garmen Cimahi tutup, 178
  buruh di-PHK massal. Disebut alasannya biaya produksi dan padat karya. Peluang kerja
  baru tapi disuruh pindah daerah!
canonical_url: https://berita.media/pt-garmen-cimahi-disikat-habis-178-buruh-keok-dihajar-phk-massal
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-08-04T17:02:37Z'
published_at: '2026-08-04T17:02:37Z'
---

Gila, bro! Baru saja terdengar kabar pilu dari Cimahi, 178 buruh PT Namnam Fashion Industries ini babak belur kena hajar PHK massal! Pantauan Kompas.com dan republika.co.id menunjukkan adegan memilukan, para pekerja yang tadinya berjuang mencari nafkah, kini hanya bisa menangis dan berpelukan pilu setelah nasibnya dibuang begitu saja. Ujung-ujungnya, mereka kehilangan pekerjaan akibat perusahaan yang memilih 'angkat koper' secara perlahan dengan dalih efisiensi.

Dan bukan main, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM ini, blak-blakan soal fenomena ini. Menurutnya, industri garmen itu memang selalu 'bermasalah'. Sektor padat karya macam ini memang gampang goyah kalau biaya produksi membengkak dan tak lagi kompetitif. 'Perusahaan-perusahaan padat karya memang secara umum begitu,' ujar Dedi saat ditemui di Kantor BPSDM Jawa Barat, Selasa (4/8/2026). Nah ini dia, kalau perusahaan sudah mencapai titik impas atau *break-even point* (BEP), mereka tidak ragu memindahkan operasinya ke daerah lain yang ongkos pekerjanya lebih murah. Ini sudah jadi rahasia umum di mana-mana, bro! Kompas.com, republika.co.id.

Parahnya, Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa industri garmen yang padat karya ini tidak seperti industri padat modal yang investasinya jangka panjang dan permanen. Sifatnya yang mudah berpindah ini membuat nasib para pekerjanya sangat rentan. Jadi, kalau ada industri garmen yang beroperasi, para buruhnya memang harus siap-siap sedia kala, karena sewaktu-waktu 'siklus puluhan tahun' perusahaan bisa saja memaksanya untuk menutup total. Alhasil, yang jadi korban tak lain adalah rakyat kecil yang hanya bisa pasrah menerima nasib remuk redam ini. Kompas.com, republika.co.id.

Yang bikin geram, meskipun 178 buruh PT Namnam Fashion Industries ini mental dan kehilangan pekerjaan, Dedi Mulyadi malah sesumbar bahwa lapangan kerja di Jawa Barat masih banyak! Tapi tunggu dulu, komentarnya tak berhenti di situ. Ia menilai bahwa peluang kerja itu ada di sektor industri lain yang sedang tumbuh pesat, namun buruh harus siap 'bergeser' atau pindah ke daerah lain yang menjadi pusat pertumbuhan industri baru. Jaraknya lumayan jauh, bro, bukan pindah antar kecamatan, tapi antar kabupaten! Kompas.com, republika.co.id.

Daerah yang disebut KDM memiliki banyak lowongan baru, seperti di Indramayu, Garut, dan Majalengka, yang kini mulai banyak membuka sektor industri alas kaki dan garmen. 'Rekrutmen untuk sektor sepatu, seperti di Indramayu, itu sangat banyak. Di Garut banyak, di Majalengka banyak. Memang daerahnya bergeser,' tuturnya. Jadi, kesimpulannya, kalau buruh garmen Cimahi mau tetap bekerja di sektor yang sama, ya terpaksa harus 'angkot koper' dan pindah ke daerah yang lebih pelosok. Mana ada cerita buruh gajinya tinggi tapi tempat kerjanya tidak berubah? Selesai sudah nasib mereka yang terpaksa mengikuti pergeseran industri ini. Kompas.com, republika.co.id.

---
**Sumber:** [Kompas.com](https://bandung.kompas.com/read/2026/08/04/125827578/phk-massal-di-pabrik-garmen-cimahi-dedi-mulyadi-lapangan-kerja-masih-banyak?page=all) · [republika.co.id](https://ekonomi.republika.co.id/berita/tj8lzd423/kdm-buka-suara-soal-phk-massal-di-industri-garmen-jawa-barat)
