---
id: WfLiXw56oM5C
cluster_id: xQxmD_MUzQlK
title: 'RAKIT BOM DI SEKOLAH, DIDUGA IMBAS BULLYING: DPR MENYESAL!'
slug: rakit-bom-di-sekolah-diduga-imbas-bullying-dpr-menyesal
excerpt: Gara-gara di-bully, siswa ini sampai nekat rakit bom dan bawa ke sekolah.
  Anggota DPR ikut geram, ini pelajaran buat semua sekolah!
category: bullying
tags:
- bullying
- bom rakitan
- sekolah
- DPR
- radikalisme
source_urls:
- https://nasional.kompas.com/read/2026/07/18/17044081/pelajar-bom-sekolah-diduga-di-bully-sekolah-dinilai-harus-ada-sistem-anti
source_names:
- Kompas.com
image_url: https://asset.kompas.com/crops/nQg_x38gv6VEUUqmduFc7ssNATk=/0x0:0x0/1200x675/filters:watermark(data/photo/2026/01/30/697c815a5f0b9.png,0,-0,1)/data/photo/2025/11/20/691f1487123f5.jpg
meta_title: 'Siswa Rakit Bom Diduga Akibat Bullying: DPR Tuntut Sekolah Proaktif'
meta_description: Terbongkar! Siswa MAN 3 Padang rakit bom karena di-bully. Anggota
  DPR geram, desak sekolah perkuat sistem anti-perundungan. Begini kronologinya!
canonical_url: https://berita.media/rakit-bom-di-sekolah-diduga-imbas-bullying-dpr-menyesal
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-07-18T17:01:57Z'
published_at: '2026-07-18T17:01:57Z'
---

Gila, bro! Dengerin nih ada cerita bikin geleng-geleng kepala! Seorang siswa inisial R, usianya baru 17 tahun, tega-teganya merakit bom dan membawanya ke Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kota Padang. Parahnya lagi, aksi nekat ini diduga kuat gara-gara dia jadi korban perundungan alias bullying. Anggota Komisi III DPR, Lola Nelria Oktavia, sampai ikut angkat bicara melihat kelakuan siswa yang satu ini. Lola menekankan kasus bullying tidak boleh dipandang sebelah mata, sebab dampaknya bisa bikin orang jadi nekat berbuat hal yang membahayakan, seperti yang terjadi ini. "Perundungan tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele, karena dapat memicu dampak psikologis yang serius," ujar Lola, dilansir dari Kompas.com.

Nah ini dia yang bikin miris! R (17) itu bukan belajar bikin bom dari guru BP, bro, tapi otodidak dari internet! Dia merakit benda mematikan itu sendirian, sampai akhirnya meledak di salah satu ruang kelas dan bikin seisi sekolah panik bukan kepalang. Bayangin coba, lagi enak-enak belajar, tiba-tiba ada ledakan! Sialnya, kejadian ini terungkap pada Selasa (14/7/2026) di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Menurut keterangan polisi, R belajar merakit bom dari internet, sebuah informasi yang seharusnya tidak diakses oleh anak seusianya. Ujung-ujungnya, bukan ilmu yang didapat, malah petaka yang menimpa sekolahnya. Duh!

Yang bikin geram, pihak sekolah dinilai harus introspeksi diri. Lola Nelria Oktavia mendesak agar sekolah-sekolah punya sistem pencegahan dan penanganan bullying yang lebih canggih dan efektif. "Ini juga menjadi pengingat bahwa sekolah harus memiliki sistem pencegahan dan penanganan bullying yang lebih efektif," kata Lola, Kompas.com. Jadi, jangan cuma pasang plang "anti-bullying" tapi tindakannya nol besar. Perlu ada aksi nyata, bukan sekadar wacana! Kalau tidak, bisa jadi kejadian serupa terulang lagi, dan bisa lebih parah. Mana ada cerita begini berakhir baik kalau akar masalahnya tidak dibereskan?

Meski begitu, Lola juga menegaskan bahwa alasan di-bully bukan berarti membenarkan perbuatan melawan hukum. Tetap saja, merakit dan membawa bom ke sekolah adalah pelanggaran serius. "Tetapi akar persoalan seperti bullying juga harus ditangani secara serius agar tidak berkembang menjadi tindakan yang membahayakan masyarakat," imbuh dia, Kompas.com. Politikus Partai Nasdem ini juga mendesak adanya penguatan edukasi soal bahaya ancaman bom dan radikalisme. BNPT, Polri, Kementerian Pendidikan, Kemenkominfo, dan Pemda diminta bersinergi menyebarkan informasi tentang bahaya bahan peledak, literasi digital, dan cara menyelesaikan konflik secara sehat. Habis sudah, kalau sudah sampai merakit bom, nyawa jadi taruhan! Alhasil, kasus ini harus jadi lonceng peringatan keras bagi kita semua, terutama dunia pendidikan.

---
**Sumber:** [Kompas.com](https://nasional.kompas.com/read/2026/07/18/17044081/pelajar-bom-sekolah-diduga-di-bully-sekolah-dinilai-harus-ada-sistem-anti)
