---
id: 9kgWVadCA-6s
cluster_id: f6OjVl0fqSMT
title: Rapat Kabinet Bahas Gizi Gratis, Eh Malah Ngobrolin Pajak UMKM! Siapa Yg Untung?
slug: rapat-kabinet-bahas-gizi-gratis-eh-malah-ngobrolin-pajak-umkm-siapa-yg-untung
excerpt: Dengar dulu! DEN ngelapor ke Prabowo soal Makan Bergizi Gratis (MBG), eh
  malah kepikiran pajak UMKM. Luhut ngomong GovTech bisa naikin tax ratio. Gimana
  nasib UMKM yg udah ngos-ngosan?
category: MBG
tags:
- MBG
- GovTech
- UMKM
- Pajak
- DEN
- Luhut Binsar Pandjaitan
- Prabowo Subianto
- Ekonomi
source_urls:
- https://www.cnbcindonesia.com/news/20260609195551-4-741515/laporan-luhut-chatib-cs-ke-prabowo-dari-mbg-hingga-govtech
source_names:
- CNBC Indonesia
image_url: https://awsimages.detik.net.id/visual/2026/06/09/ketua-dewan-ekonomi-nasional-den-luhut-binsar-pandjaitan-saat-menyampaikan-keterangan-kepada-media-usai-melakukan-pertemuan-de-1781010477628_169.png?w=650&q=90
meta_title: Luhut Ngomong Pajak UMKM Saat Rapat Gizi Gratis ke Prabowo
meta_description: DEN lapor ke Prabowo soal MBG, tapi Luhut malah bahas GovTech dan
  potensi naiknya tax ratio dari UMKM. UMKM makin tertekan?
canonical_url: https://berita.media/rapat-kabinet-bahas-gizi-gratis-eh-malah-ngobrolin-pajak-umkm-siapa-yg-untung
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-09T20:02:20Z'
published_at: '2026-06-09T20:02:20Z'
---

Bayangkan — Selasa (9/6/2026), Istana Merdeka mendadak ramai. Bukan demo, bukan arisan. Ini Dewan Ekonomi Nasional (DEN) lagi ngelapor ke Presiden Prabowo Subianto. Isinya? Mulai dari kondisi ekonomi terkini, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang lagi heboh, sampai rencana 'ajaib' GovTech dan financial center di Bali. Duh, repot amat ya, Pak-pak.

Yang bikin geleng kepala itu soal MBG. Si Hario Seto dari DEN ini bilang, survey mereka di 800 titik nemuin fakta gila. 86,9% Sekolah Penyelenggara Pendidikan (SPPG) itu cuma ngandelin UMKM kecil buat suplai bahan makanan. Alhasil, bukan cuma anak-anak yg gizinya bener, tapi UMKM lokal juga keciptaan ekosistem baru. Sekitar 65% UMKM-nya aja masih satu kabupaten sama SPPG. Artinya, duitnya muter di daerah situ, bukan kabur ke kantong raksasa. Parahnya lagi, 99% pekerjanya dari warga sekitar. Gila, program popok bayi aja bisa nyerap tenaga kerja sebanyak itu! Tapi, masih ada PR soal permodalan buat UMKM biar makin joss. "Ini pendorong kenapa pertumbuhan kita dapat mencapai 5,61% ini yang kami laporkan kepada presiden terkait survei MBG yang dilakukan secara independen oleh DEN," kata Seto, bangga. CNBC Indonesia.

Nah, ini dia yang bikin ngelus dada. Di tengah hebohnya program gizi anak, Pak Luhut Binsar Pandjaitan malah sibuk ngomongin GovTech. Konsep digitalisasi satu data ini katanya bakal nyambung ke National Single Window. Katanya lagi, ini bisa bikin penerimaan pajak naik drastis. Gimana tidak? Ada 64 juta UMKM di Indonesia yang katanya 'ditangkap' biar mau bayar pajak 0,5%. "Dan kalaau itu terjadi tax ratio kita akan naik dari 9% an sekarang mungkin ke 12% atau 13 %," celoteh Luhut. CNBC Indonesia.

Yang bikin geram tuh, Pak Luhut bilang kalau penerimaan negara naik, ada peluang pajak diturunkan dan ciptakan lapangan kerja baru. Logikanya begini: tangkap dulu duit UMKM lewat pajak, baru dikasih 'peluang'. Seolah-olah UMKM itu sapi perah yang siap diperah demi menaikkan 'tax ratio'. Padahal, survei MBG tadi aja nunjukkin UMKM ini yg ngangkat program gizi. Pilot project GovTech ini udah jalan di 42 kabupaten/kota, bahkan Banyuwangi disebut sukses. Sukses apanya coba? Sukses bikin UMKM makin tercekik?

Celakanya, semua ini dibungkus manis. Program MBG katanya buat perbaikan gizi, tapi ujung-ujungnya malah mikirin cara 'nyekik' UMKM lewat pajak. Mana ada cerita beginian berakhir baik buat rakyat kecil. UMKM kita ini tulang punggung, bukan sumber duit baru buat negara yg lagi ambruk. Cuma bisa geleng kepala lihat pejabat kita. CNBC Indonesia.

---
**Sumber:** [CNBC Indonesia](https://www.cnbcindonesia.com/news/20260609195551-4-741515/laporan-luhut-chatib-cs-ke-prabowo-dari-mbg-hingga-govtech)
