---
id: Q9vLz3omBkyF
cluster_id: RVSanHBJqOmN
title: Rapat Stunting Anak Ditinggal Demi Sapi Virtual, Deh!
slug: rapat-stunting-anak-ditinggal-demi-sapi-virtual-deh
excerpt: Miris! Anggota dewan lebih pusingin sapi virtual di game daripada anak-anak
  yang stunting. Proyek KDKMP katanya jalan, tapi perhatiannya malah ke game. Sungguh
  memprihatinkan!
category: KDKMP
tags:
- KDKMP
- Mataram
- Stunting
- Pejabat
- Game
source_urls:
- https://mataram.antaranews.com/berita/555749/pembangunan-fisik-kdkmp-di-mataram-capai-50-60-persen
source_names:
- ANTARA News Mataram
image_url: https://cdn.antaranews.com/cache/1200x800/2026/05/28/WhatsApp-Image-2025-03-19-at-14.15.52.jpeg
meta_title: Anggota Dewan Mataram Sibuk Main Game, Lupakan Stunting Anak
meta_description: Pembangunan KDKMP Mataram 50-60%, tapi pejabat sibuk urus sapi virtual?
  Rakyat stunting dilupakan, yang penting gerai katanya terbaik se-NTB! Baca kelanjutannya.
canonical_url: https://berita.media/rapat-stunting-anak-ditinggal-demi-sapi-virtual-deh
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-05-28T23:01:35Z'
published_at: '2026-05-28T23:01:35Z'
---

Ceritanya begini. Di Mataram, ada program namanya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Katanya sih buat ngentasin kemiskinan dan naikin kesejahteraan warga lewat gotong royong. Katanya lagi, pembangunan fisik lima gerai KDKMP sudah jalan 50-60 persen. Mantap kan?

Tapi, gilanya, para petinggi di Dinas Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Perinkop UKM) Kota Mataram ini justru lebih sibuk ngurusin sapi virtual. Bayangkan, KDKMP lagi digenjot pembangunannya di Ampenan Utara, Sandubaya, Abian Tubuh, Babakan, dan Jempong Baru. Lahan ditata, lanskap diurus, aktivitas bisnis sudah jalan walau gerai belum jadi. Semuanya modal mandiri dari anggota. Kelihatan serius kan?

Eh, tapi Kepala Dinasnya, Jemmy Nelwan, malah bilang progres pembangunan gedung itu *bukan* urusan dinasnya. Mereka cuma terima jadi dari pemerintah pusat yang bekerja sama sama TNI. Lah, terus ngapain coba dinasnya ngomongin progres fisik kalau nggak ikut terlibat? Ini kan namanya lempar tanggung jawab tingkat dewa! Antara News Mataram

Yang bikin geleng-geleng, mereka ngaku sibuk nyiapin lahan, tapi gerai KDKMP yang lima itu kok progresnya disebut 50-60 persen? Ini yang benar yang mana? Apa jangan-jangan angka 50-60 persen itu cuma buat nutupin kalau mereka sibuk main game sambil rapat, seperti yang terjadi di Dewan Kota lain yang lebih pusing ngasih makan sapi virtual dibanding mikirin anak stunting?

Parahnya lagi, walau gerai fisik belum jadi, 50 KDKMP se-Kota Mataram ini katanya sudah berbadan hukum dan dianggap yang terbaik se-NTB karena udah Rapat Anggota Tahunan (RAT). Padahal, aktivitas bisnisnya masih numpang di kantor kelurahan. Ini kehebatan palsu atau memang strategi cerdas? Sulit ditebak deh kelakuan pejabat ini.

Yang jelas, katanya sih KDKMP ini hadir buat stabilin harga, buka lapangan kerja, dan jadi lembaga ekonomi mandiri. Tapi kok fokusnya malah ke angka persen pembangunan fisik yang mereka nggak urus, dan sibuk ngaku-ngaku terbaik se-NTB? Rakyat yang stunting nggak bisa dikasih makan sama koperasi virtual, Pak! Antara News Mataram

Jadi, pembangunan fisik KDKMP memang jalan. Tapi, perhatian para pemangku kepentingan sepertinya lagi terpecah. Entah ke lanskap, ke urusan administrasi, atau malah ke layar HP main game. Sungguh sebuah ironi pembangunan di Mataram.

---
**Sumber:** [ANTARA News Mataram](https://mataram.antaranews.com/berita/555749/pembangunan-fisik-kdkmp-di-mataram-capai-50-60-persen)
