---
id: je7vTbPS0jlP
cluster_id: fwT7j8kLl6Om
title: Ratusan BUMN Mau DILENYAPKAN Demi Fokus GILA-GILAAN!
slug: ratusan-bumn-mau-dilenyapkan-demi-fokus-gila-gilaan
excerpt: Gilanya, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara)
  berencana memangkas seribuan BUMN menjadi hanya 200-300 perusahaan. Pengamat dan
  politisi kompak mendukung, bilang ini demi akhiri tumpang tindih bisnis dan fokus
  ke sektor strategis. "Ratusan BUMN Ditutup Paksa, Pertaruhan Terakhir Penyelamatan
  Unit Bisnis Negara," seru diskusi Nagara Institute dan Akbar Faizal Uncensored.
  Media Indonesia.
category: BUMN
tags:
- BUMN
- Restrukturisasi
- Ekonomi
- Nagara Institute
- Akbar Faizal
source_urls:
- https://mediaindonesia.com/ekonomi/914979/restrukturisasi-bpi-danantara-pangkas-jumlah-bumn-demi-fokus-strategis
source_names:
- Media Indonesia
image_url: https://asset.mediaindonesia.com/news/2026/07/26/1785070369_12f098bf432212d2e041.jpg
meta_title: BPI Danantara Pangkas Ratusan BUMN Jadi 200-300 Perusahaan
meta_description: BPI Danantara restrukturisasi BUMN, pangkas ribuan perusahaan jadi
  200-300. Dukungan pakar dan politisi mengalir deras. Cek detailnya!
canonical_url: https://berita.media/ratusan-bumn-mau-dilenyapkan-demi-fokus-gila-gilaan
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-07-26T17:03:25Z'
published_at: '2026-07-26T17:03:25Z'
---

Gila bener, bro! Dengerin nih berita panas dari badan negara yang bikin geleng-geleng kepala. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, alias BPI Danantara, mau melakukan restrukturisasi habis-habisan! Ribuan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang selama ini ngos-ngosan bakal dipangkas tajam, dari yang sekarang jumlahnya lebih dari seribu jadi cuma tersisa sekitar 200 sampai 300 perusahaan saja, kata Media Indonesia. Ini bukan isapan jempol, bro, tapi langkah yang diklaim vital buat nutup rapat tumpang tindih bisnis dan mengarahkan duit negara cuma ke sektor-sektor yang beneran strategis. Ujung-ujungnya? Efisiensi katanya! Media Indonesia.

Nah, kabar meriam ini mencuat dari sebuah Round Table Discussion (RTD) yang heboh, digagas oleh Nagara Institute bareng Akbar Faizal Uncensored (AFU). Temanya aja udah bikin bulu kuduk berdiri: “Ratusan BUMN Ditutup Paksa, Pertaruhan Terakhir Penyelamatan Unit Bisnis Negara”. Acaranya itu jadi tempat ngumpulnya para pakar dan pejabat buat bedah tuntas kenapa BUMN kita ini perlu transformasi gila-gilaan. Semua masukan yang ada di diskusi ini, kata Direktur Eksekutif Nagara Institute, Akbar Faizal, bakal dibukukan jadi rekomendasi resmi yang super kritis buat Presiden terpilih nanti, Prabowo Subianto. "Kami akan buatkan buku dengan catatan-catatan kritis untuk kemudian kami serahkan kepada Presiden," celoteh Akbar Faizal membuka acara itu. Media Indonesia.

Yang bikin geram sekaligus mengamini, Pengamat Ekonomi Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, blak-blakan bilang kalau langkah Danantara mau nutup entitas yang gak relevan itu udah bener banget. Menurutnya, penyakit akut BUMN selama ini ya susah banget buat ngelikin unit bisnis yang udah gak ada gunanya, baik secara komersial apalagi fungsi publiknya. Parahnya lagi, banyak BUMN yang malah nimbrung ke sektor yang semestinya jadi lahan subur swasta, kayak hotel sama rumah sakit. "Rencananya sih jadi pengelola negara. Sampainya jadi pengelola rumah sakit yang udah jelas-jelas swasta lebih jago," sindir salah satu pihak dalam diskusi itu, mengutip statement yang didapat Media Indonesia.

Senada dengan Samirin, Anggota Komisi VI DPR RI, Gde Sumarjaya Linggih, alias Demer, juga ikut nimbrung. Dia ngomong tegas, BUMN itu harusnya balik ke jati dirinya awal: urus yang berkaitan sama keamanan negara, bikin usaha skala gede, ngerjain proyek penugasan dari pemerintah, dan ngeluarin duit buat bangun daerah terpencil. Jangan malah ngerambah ke yang lain-lain yang bikin rugi terus! Demer juga menambahkan bahwa kalau ada entitas yang lagi "bleeding" alias rugi mulu, bisa langsung dibenerin lewat konsolidasi keuangan di Danantara, gak perlu nunggu birokrasi anggaran negara yang ribet dan makan waktu. Efisiensi ini, katanya, bakal ngasih ruang buat swasta berkembang di sektor kompetitif, sementara negara fokus ke pelayanan publik yang emang jadi tugas utamanya. Media Indonesia.

Nah, Ketua Komisi XI DPR RI, Mokhamad Misbakhun, juga gak mau ketinggalan ngasih catatannya. Dia nyebutin kalau restrukturisasi ini harus punya target yang realistis dan kepastian hukum yang jelas. Soalnya, kalau cuma gonta-ganti nama doang tapi masalahnya gak beres, ya sama aja bohong! Dananya triliunan tapi hasilnya gitu-gitu aja, bikin rakyat makin gigit jari. Media Indonesia.

---
**Sumber:** [Media Indonesia](https://mediaindonesia.com/ekonomi/914979/restrukturisasi-bpi-danantara-pangkas-jumlah-bumn-demi-fokus-strategis)
