---
id: 9FitBlquIxVl
cluster_id: nV5mzlsUQzTN
title: Ratusan Juta Amblas, Pemasok Buah Malah Rugi Dobel di Proyek Lampung!
slug: ratusan-juta-amblas-pemasok-buah-malah-rugi-dobel-di-proyek-lampung
excerpt: Gara-gara proyek fiktif, jutaan rupiah lenyap tak bersisa. Pemasok buah apes
  tujuh bulan tak dibayar, pemilik dapur MBG pun ikutan gigit jari. Polda Lampung
  kini gencar usut dugaan penipuan nan merugikan ini.
category: MBG
tags:
- MBG Lampung
- Penipuan
- Dapur MBG
- Pengadaan Buah
- Polda Lampung
source_urls:
- https://regional.kompas.com/read/2026/07/19/164350378/kasus-pengadaan-buah-mbg-senilai-rp-170-juta-lampung-pemasok-apes-pemilik?page=all
source_names:
- Kompas.com
image_url: https://asset.kompas.com/crops/aptQhKErEG9o1r4zfxwDC5DfiN4=/109x0:1122x675/1200x675/filters:watermark(data/photo/2026/01/30/697c815a5f0b9.png,0,-0,1)/data/photo/2026/07/17/6a598c3680837.webp
meta_title: Dapur MBG Lampung Tertipu Ratusan Juta, Pemasok Buah Ikut Apes
meta_description: Skandal pengadaan buah untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
  di Lampung senilai Rp 170,2 juta terbongkar! Pemasok dan pemilik dapur jadi korban
  penipuan RS.
canonical_url: https://berita.media/ratusan-juta-amblas-pemasok-buah-malah-rugi-dobel-di-proyek-lampung
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-07-20T05:03:24Z'
published_at: '2026-07-20T05:03:24Z'
---

Gila bro, dengerin nih! Lampung lagi heboh gara-gara kasus pengadaan buah buat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) senilai Rp 170,2 juta yang ternyata cuma akal-akalan! Yang bikin nyesek, pemasok buah yang sudah kirim barang ludes sampai tujuh bulan tak kunjung dibayar. Celakanya lagi, pemilik dapur MBG yang semestinya beres ternyata juga kena tipu, rugi dobel deh! Polda Lampung akhirnya geram dan langsung meningkatkan status kasus dugaan penipuan dan penggelapan ini ke tahap penyidikan. Mantap, jangan kasih kendor! Kompas.com.

Kisah apes ini bermula dari laporan Yatni Sumarni (56), pemilik toko Abang Buah di Bandar Lampung, ke Polda Lampung pada awal Januari lalu. Gara-garanya, di bulan November 2025, Yatni dapet pesanan buah gede-gedean dari seorang perempuan berinisial RS. Katanya sih, buah itu buat kebutuhan dapur Program MBG yang dikelola sama Zeni Roinawati. Eh, tapi pas buahnya sudah dikirim ludes, alias melon 13.991 kg senilai Rp 148,6 juta dan nanas 2.950 buah senilai Rp 21,6 juta, total Rp 170,2 juta, si RS malah ngilang entah ke mana! Sampai tujuh bulan lamanya, duit hasil jerih payah Yatni raib, amblas tak berbekas. Benar-benar bikin ngelus dada deh! Kompas.com.

Parahnya lagi, yang bikin geram, ternyata si pemilik dapur MBG, Zeni Roinawati, juga ikut jadi korban manipulasi RS. RS ini dulunya emang mantan pekerja di dapur Zeni, dan dia nawarin jasa pengadaan kebutuhan dapur dengan sistem bayar tunai di muka. Zeni mengaku sama sekali nggak kenal sama Yatni, si pemilik toko buah. Dia juga nggak tahu buah-buah itu RS beli dari mana, cuma dikasih info katanya beli dari petani. Nah, menurut Zeni, aturan di dapur MBG-nya itu ketat, semua bahan baku wajib dibayar lunas sebelum atau pas barang datang. Tapi karena RS yang ngatur semua alur transaksi, jadilah seperti ini, Zeni pun kena getahnya. Kompas.com.

Ujung-ujungnya, Polda Lampung tak tinggal diam melihat kerugian yang dialami dua pihak ini. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, Kombes Pol Indra Hermawan, membenarkan bahwa kasus ini masih terus diusut tuntas. Pernyataan ini tentu jadi pukulan telak buat para pelaku kejahatan yang memanfaatkan program pemerintah demi keuntungan pribadi. Rakyat kecil dan para pengusaha kecil yang tadinya niat bantu program, malah jadi korban. Sungguh praktik yang tidak patut dicontoh! Kompas.com.

Jadi, alhasil, penipuan berkedok pengadaan buah ini bikin pemasok apes nggak dapat bayaran, pemilik dapur MBG pun ikut nelangsa. Sungguh nasib malang yang dialami dua pihak ini. Habis sudah, kasus ini bukti nyata betapa kejamnya penipuan yang merugikan banyak pihak, terutama rakyat kecil. Semoga pelaku segera diringkus dan diadili seadil-adilnya!

---
**Sumber:** [Kompas.com](https://regional.kompas.com/read/2026/07/19/164350378/kasus-pengadaan-buah-mbg-senilai-rp-170-juta-lampung-pemasok-apes-pemilik?page=all)
