---
id: u7H01vZPpnoM
cluster_id: Wi7PTc838Bfu
title: Ratusan Pekerja Tumbang di Pabrik Elektronik! Imbas Perang, Dolar Melonjak,
  Duit Tipis!
slug: ratusan-pekerja-tumbang-di-pabrik-elektronik-imbas-perang-dolar-melonjak-duit-tipis
excerpt: Belum juga perang reda, ratusan buruh pabrik elektronik di Depok ini sudah
  keok duluan. Dolar naik bikin biaya produksi melambung, untung menipis, perusahaan
  angkat koper! Kata Said Iqbal dari KSPI, ini baru permulaan kalau pemerintah tidak
  segera bertindak.
category: phk
tags:
- PHK
- Buruh
- Pabrik Elektronik
- Dolar
- Konflik Global
- Said Iqbal
- KSPI
- Depok
source_urls:
- https://www.kompas.id/artikel/ancaman-phk-belum-mereda
source_names:
- Kompas.id
image_url: https://assetd.kompas.id/6LgFq3VvFyWICFPTEDgk5pfIkdw=/1024x666/smart/filters:format(webp):quality(80)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2026/05/01/7bcf33dbb1f44737b662878158d10cd4-20260501BAH15.jpg
meta_title: Ancaman PHK Meredang! Ratusan Buruh Tumbang Akibat Dolar Naik & Konflik
  Global
meta_description: Ratusan buruh pabrik elektronik di Depok di-PHK! Imbas perang global
  dan dolar meroket, pabrik tutup. KSPI ingatkan ancaman makin besar jika pemerintah
  tak segera bertindak.
canonical_url: https://berita.media/ratusan-pekerja-tumbang-di-pabrik-elektronik-imbas-perang-dolar-melonjak-duit-tipis
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-05-26T20:02:45Z'
published_at: '2026-05-26T20:02:45Z'
---

Ceritanya begini. Masih terbayang jelas di ingatan, pabrik elektronik di Depok yang dulunya ramai itu, kini tutup total! Ratusan buruh yang tadinya semangat kerja, kini senyumnya ilang. Mereka **digebuk** PHK begitu saja, padahal baru saja selesai negosiasi hak-hak mereka. Ini bukan kejadian kecil, ini pukulan telak buat para pekerja yang menggantungkan hidup di sana. Kompas.id

Presiden KSPI, Said Iqbal, nyinyir habis-habisan. Dia menduga pabrik yang dulunya gede-gedean ekspor ini akhirnya **tumbang** karena tak kuat menahan gempuran harga bahan baku impor yang meroket gila-gilaan. Ongkos produksi membengkak, sementara daya beli masyarakat makin nyusut. Ditambah lagi, persaingan yang makin ketat. Alhasil, perusahaan yang tadinya kokoh, kini hanya bisa pasrah dan menutup gerbangnya. Kompas.id

Dan gilanya, ini bukan cuma satu dua pabrik. Said Iqbal membeberkan, pabrik sepatu dan tekstil di Banten juga ikut-ikutan **mengalami PHK** massal gara-gara "efisiensi". Begitu juga di Jawa Tengah dan Jawa Timur, bengkel mobil pun ikut kena imbasnya. Semua gara-gara "efisiensi" yang ujung-ujungnya memeras keringat buruh. Lah gimana tidak geram, kalau solusi mereka cuma memecat pekerja?

Yang bikin merana, kata Iqbal, ini semua gara-gara konflik geopolitik global. Perang Iran-Israel dan AS bikin harga dolar AS melambung tinggi. Otomatis, bahan baku impor jadi makin mahal, produksi jebol. Ditambah lagi, permintaan barang jadi anjlok. Parahnya, kalau perang ini tidak selesai dalam tiga bulan ke depan, ancaman PHK bakal makin mengganas. Ini bukan omong kosong, ini peringatan keras buat pemerintah yang terkesan lamban. Kompas.id

CORE Indonesia pun merilis riset "Badai PHK (Belum) Berlalu" yang makin menguatkan kekhawatiran ini. Data Satudata.kemnaker.go.id per Januari-April 2026 aja sudah mencatat 15.425 pekerja **ter-PHK**. Mayoritas di Jawa Barat, sisanya menyusul di Kalimantan dan Jawa Timur. Ini angka yang bikin geleng-geleng kepala. Pemerintah harus segera bertindak, bukan cuma bikin satuan tugas tapi jalan di tempat. Kompas.id

Kita lihat saja, apakah pemerintah bakal **bergerak cepat** atau cuma janji manis. Kalau tidak, makin banyak lagi buruh yang bakal senasib dengan ratusan pekerja pabrik elektronik di Depok itu. Selesai sudah. Kasihan rakyat kecil.

---
**Sumber:** [Kompas.id](https://www.kompas.id/artikel/ancaman-phk-belum-mereda)
