---
id: CoSsdAkVvBcW
cluster_id: 2hSlBMqVnZQt
title: Reformasi Mandek! Investasi Asing Ngeloyor, Manufaktur Indonesia Terpuruk
slug: reformasi-mandek-investasi-asing-ngeloyor-manufaktur-indonesia-terpuruk
excerpt: Di tengah gempuran investasi global, manufaktur Indonesia cuma bisa gigit
  jari dengan kontribusi PDB hanya 18-19 persen! Ekonom teriak reformasi regulasi,
  tapi pemerintah masih sibuk mimpi. Alhasil, negara lain makin kaya, kita makin tertinggal.
category: investasi
tags:
- investasi asing
- manufaktur
- rantai pasok global
- regulasi
- daya saing
source_urls:
- https://www.kompas.id/artikel/investasi-tentukan-daya-saing-industri
source_names:
- Kompas.id
image_url: https://assetd.kompas.id/laaO150WzGE1P3ejqgdpHvn8DrA=/1024x683/smart/filters:format(webp):quality(80)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2026/04/15/2797537dda2df30fae246eae92bd895a-20260415TOK9.jpg
meta_title: 'Investasi Asing dan Manufaktur Indonesia: Perebutan Global yang Ketinggalan'
meta_description: Investasi asing krusial bagi daya saing industri Indonesia. Namun,
  reformasi lamban membuat manufaktur kita tertinggal jauh dari negara lain. Apa solusinya?
canonical_url: https://berita.media/reformasi-mandek-investasi-asing-ngeloyor-manufaktur-indonesia-terpuruk
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-05-26T02:01:47Z'
published_at: '2026-05-26T02:01:47Z'
---

Ceritanya begini. Dengar-dengar nih, Bapak-bapak di pemerintahan lagi pada ngomongin investasi asing. Katanya, Foreign Direct Investment (FDI) itu bukan cuma soal duit doang, tapi penentu nasib Indonesia di kancah global. Tapi, eh, tapi... kok kayaknya cuma omong doang? Kompas.id

Warih Andang Tjahjono, jagoan dari Institut Teknologi Bandung (ITB), sudah kasih peringatan keras. Manufaktur kita, yang katanya tulang punggung negara, nyumbang ke PDB cuma 18-19 persen. Gilanya, negara-negara tetangga kayak Jepang, Korea Selatan, bahkan China, kontribusinya bisa 27-40 persen! Lah gimana tidak kesal, kita masih punya jurang pemisah yang lebar, katanya. Ini tantangan buat Pak Prabowo, kalau mau ekonomi tumbuh 8 persen. Kompas.id

Penguatan manufaktur dan FDI ini kuncinya, kata Warih. Soalnya, ekonomi kita masih nempel banget sama konsumsi rumah tangga. Mau jadi negara maju? Ya harus kuat di investasi dan ekspor, terutama dari sektor manufaktur. Bukan cuma mikirin yang di dalam negeri aja. Kompas.id

Dan bukan main, FDI itu bukan cuma soal narik duit. Yang paling penting, kata Warih, Indonesia harus bisa nyantol di rantai pasok global. Jadi, produk kita itu nyambung sama jaringan produksi dunia, bukan cuma dipajang di toko lokal. Nah, ini yang bikin gregetan. Kita punya potensi besar, tapi kok kayak masih jadi penonton? Kompas.id

Parahnya, persaingan perebutan investasi ini makin sangar. Bukan cuma sama negara ASEAN, tapi juga sama Brasil, India, sampai negara-negara di Afrika. Posisi Indonesia? Masih kalah sama Brasil! Makanya, pemerintah harus gercep deh. Pacu promosi, perkuat citra kalau Indonesia ini aman dan kompetitif buat investor. Sederhanakan izin, bikin regulasi tancap gas. Jangan sampai kita jadi pilihan terakhir. Kompas.id

Anne Patricia Sutanto dari asosiasi tekstil juga ikut nimbrung. Katanya, ekspor tekstil dan garmen 2025 memang ada perbaikan. Tapi, kalau kompetisi investasi global kayak gini, apa perbaikan itu akan bertahan lama? Ini pertanyaan buat kita semua. Kompas.id

---
**Sumber:** [Kompas.id](https://www.kompas.id/artikel/investasi-tentukan-daya-saing-industri)
