---
id: jQSTkn_dqHks
cluster_id: nA6BhfqLnIk0
title: Rezim Otoriter Jilid II? RUU Pemilu Dibiarkan Mati Suri, Rakyat Cuek!
slug: rezim-otoriter-jilid-ii-ruu-pemilu-dibiarkan-mati-suri-rakyat-cuek
excerpt: Gila, RUU Pemilu dianggap sepele kayak kerupuk di warung kopi! Padahal celah
  buat jadi 'pemilunya rezim' sudah menganga lebar, kayak lubang di jalan tikus. Malaysia
  dan Hongaria jadi bukti nyata kenapa kita harus waspada, Bro!
category: politik
tags:
- RUU Pemilu
- politik
- rezim
- demokrasi
- parlemen
- dapil
source_urls:
- https://www.kompas.id/artikel/rezim-pemilu-atau-pemilunya-rezim
source_names:
- Kompas.id
image_url: https://assetd.kompas.id/Wy1gAbHqXT4b79nIrBac7jy2sm0=/1024x576/smart/filters:format(webp):quality(80)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2026/06/08/23ecde1f597915c3cb069494c6983e6d-20260608_Opini_Digital_1.jpg
meta_title: 'RUU Pemilu Diabaikan: Ancaman ''Pemilu Rezim'' Mengintai!'
meta_description: Mengapa RUU Pemilu dianggap sepele? Celah 'pemilunya rezim' menganga
  lebar, mengancam demokrasi. Malaysia dan Hongaria jadi contoh buruknya.
canonical_url: https://berita.media/rezim-otoriter-jilid-ii-ruu-pemilu-dibiarkan-mati-suri-rakyat-cuek
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-09T05:02:29Z'
published_at: '2026-06-09T05:02:29Z'
---

Siang bolong-bolong, tiba-tiba kita terperangah lihat kondisi RUU Pemilu di Senayan. Berita dari Kompas.id bilang, isu penting ini dianggap isu pinggiran, kalah pamor sama ekonomi karut-marut, kebijakan luar negeri yang plin-plan, atau pelanggaran HAM yang bikin geram. Parahnya lagi, para wakil rakyat di Senayan cuma bisik-bisik soal ini, nggak ada yang serius membahas. Mahasiswa yang ngerjain tugas kuliah aja lebih banyak yang datang ke diskusi soal RUU Pemilu daripada para 'wakil rakyat' itu sendiri.

Dan bukan main, sepinyanya pembahasan RUU Pemilu ini bukan berarti aman, justru ini alarm bahaya! Kata Kompas.id, kalau dibiarkan terus, rezim pemilu kita bisa jadi 'pemilunya rezim'. Ini artinya, yang berkuasa bisa seenaknya mendesain aturan main buat ngelanggengke kekuasaan. Celah ini bukan cuma soal ambang batas caleg masuk parlemen atau siapa yang bisa nyapres 2029, tapi lebih jauh dari itu. Bayangkan saja, KPU harus ganti komisioner April 2027, tapi RUU pemilu belum juga beres. Sialnya, makin dekat tenggat, makin banyak celah buat 'diakali'.

Nah ini dia celah pertama yang bikin bulu kuduk berdiri: penguasaan institusi legislatif lewat penentuan Daerah Pemilihan (Dapil). Ilmuwan politik sering banget ngomongin soal 'gerrymandering' dan 'malapportionment'. Gerrymandering itu kayak gambar peta Dapil yang dibikin berdasarkan basis suara penguasa. Kecamatan A dan B yang banyak pendukungnya digabungin jadi satu Dapil, padahal lokasinya berjauhan, supaya suaranya makin kuat. Malapportionment itu, alokasi kursi yang dibikin nggak adil, daerah basis penguasa dikasih jatah kursi banyak, daerah lawan dikasih jatah sedikit. Jadi, walau suara lawan sama, jumlah kursinya lebih sedikit. Gilanya, ini udah dipake di negara lain!

Contoh paling gamblang ada di Malaysia. Dulu, UMNO yang didominasi etnis Melayu kalah telak sama DPP yang banyak pendukung etnis China. Eh, setelah itu, pemilu berikutnya, UMNO menang lagi karena peta Dapilnya diatur sedemikian rupa. Gerrymandering dan malapportionment yang kuat ini bikin UMNO bisa berkuasa puluhan tahun. Baru tahun 2018 mereka keok setelah ada skandal besar. Ini cerita dari Kompas.id.

Bahkan di Hongaria pun sama. Victor Orban, dengan partai Fidesz-nya, bisa menang pemilu berulang kali sejak 2010 karena Dapilnya diatur, jumlah kursi di basisnya diperbesar. Padahal, ini negeri bekas komunis, tapi kok desain pemilunya kayak mau ngadepin penjajah ya? Celakanya, di Indonesia, kita punya wakil rakyat yang seolah tidur pulas, nggak peduli kalau RUU Pemilu dibiarkan jadi 'pemilunya rezim'. Habis sudah, kalau begini terus, demokrasi kita tinggal nama!

---
**Sumber:** [Kompas.id](https://www.kompas.id/artikel/rezim-pemilu-atau-pemilunya-rezim)
