---
id: DeapnKLcPbbo
cluster_id: QGPIeaZu9a4W
title: Ribuan Buruh Terancam Ngibrit, Menaker Cuma Bilang 'Pantau' Saja!
slug: ribuan-buruh-terancam-ngibrit-menaker-cuma-bilang-pantau-saja
excerpt: Gilanya, Menaker cuma bilang mau mantau kondisi PHK massal yang mengancam
  puluhan ribu buruh pabrik keramik dan otomotif di berbagai daerah. Alih-alih solusi
  jitu, Kementerian Ketenagakerjaan hanya menyediakan 'dashboard' sambil berharap
  masalah selesai sendiri. Parahnya, 55.000 buruh keramik di Bekasi sudah pasti di-PHK
  minggu depan gara-gara kelangkaan gas industri! Kompas.com
category: phk
tags:
- phk
- ketenagakerjaan
- buruh
- ekonomi
- nasib buruh
source_urls:
- https://nasional.kompas.com/read/2026/06/23/18193011/respons-menaker-soal-potensi-gelombang-phk-di-sejumlah-daerah?page=all
source_names:
- Kompas.com
image_url: https://asset.kompas.com/crops/SlrZqvlkUhMX6TNr5aYBwTXqzd0=/0x0:0x0/1200x675/filters:watermark(data/photo/2026/01/30/697c815a5f0b9.png,0,-0,1)/data/photo/2026/06/18/6a3384d0c9373.jpg
meta_title: 'PHK Massal Mengancam: Ribuan Buruh Terancam Kehilangan Pekerjaan'
meta_description: Gelombang PHK melanda pabrik keramik dan otomotif, ancam puluhan
  ribu buruh. Menaker sebut hanya bisa memantau kondisi yang memburuk.
canonical_url: https://berita.media/ribuan-buruh-terancam-ngibrit-menaker-cuma-bilang-pantau-saja
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-24T05:01:32Z'
published_at: '2026-06-24T05:01:32Z'
---

Gila bro, dengerin nih kabar paling bikin geram seantero negeri! Menteri Ketenagakerjaan Yassierli malah terkesan adem ayem nonton rakyatnya mau digerus badai PHK. Katanya sih, dia "memahami" kondisi ekonomi global yang bikin perusahaan kalang kabut. Tapi kok reaksinya cuma sebatas "memantau" lewat 'dashboard' ya? Ini udah kayak ngasih obat masuk angin pas pasiennya mau kejang-kejang! Kompas.com

Nah ini dia yang bikin darah mendidih! Ribuan buruh pabrik keramik di Bekasi bakal pontang-panting ngelamar kerja lagi dalam waktu dekat. Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea, dengan tegas bilang, "Dapat dipastikan, minggu depan, maksimal 10 hari ke depan, 55.000 orang ter-PHK." Penyebabnya klasik tapi sadis: mahalnya gas industri yang bikin perusahaan memilih memangkas tenaga kerja ketimbang biaya operasional. Yang kaya makin kaya, yang miskin makin tipis harapan hidupnya! Kompas.com

Bukan cuma industri keramik yang babak belur, nasib buruh otomotif di Pasuruan dan Mojokerto juga sama nelangsanya. Eh, tapi tapi tapi, ini bukan soal efisiensi pabrik, melainkan rencana pindah pabriknya ke Vietnam! Parahnya, ada sekitar 7.000 buruh yang siap-siap kehilangan pekerjaan demi mengejar untung lebih gede di negeri orang. Saudara sendiri dibiarkan babak belur, yang penting kantong bos makin tebal. Kompas.com

Kata Menaker Yassierli, Kementerian Ketenagakerjaan selalu "memantau" dan penanganannya disesuaikan skala risiko. Mulai dari "dialog internal" sampai "intervensi mediator pemerintah." Tapi lihat kenyataannya, bro! Di satu sisi ada pabrik keramik yang kelangkaan gasnya berpotensi PHK massal, di sisi lain ada perusahaan otomotif yang memilih kabur ke luar negeri. Komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan? Kalau yang di bawah sudah mau amblas, ngomongin 'persatuan dan kesatuan' jadi cuma kayak angin lalu belaka. Kompas.com

Alhasil, di tengah gempuran ketidakpastian ekonomi global, buruh kelas teri lagi-lagi jadi tumbal. Ribuan nyawa dipastikan bakal terlunta-lunta. Pemerintah? Cuma bisa bilang "memantau" sambil tersenyum tipis di depan 'dashboard' canggihnya. Gilanya lagi, semua ini terjadi pas Kemenaker masih optimistis situasi bisa diredam? Ini optimisme macam apa namanya coba?

---
**Sumber:** [Kompas.com](https://nasional.kompas.com/read/2026/06/23/18193011/respons-menaker-soal-potensi-gelombang-phk-di-sejumlah-daerah?page=all)
