---
id: KS7316fMTZoV
cluster_id: Vp0Bi1vXbDhQ
title: Ribuan Gizi Disetop! Ribuan Lainnya Masih Sakit, Rakyat Cuma Bisa Nunggu
slug: ribuan-gizi-disetop-ribuan-lainnya-masih-sakit-rakyat-cuma-bisa-nunggu
excerpt: Program Makan Bergizi Gratis yang digadang-gadang bikin rakyat sehat, ternyata
  banyak yang bolong. 1.152 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masih disuntik
  mati sementara, nasibnya digantung demi 'mutu'. Sementara 3.429 lainnya sudah boleh
  buka, sisanya masih terbaring lemah di 'rumah sakit' perbaikan. Rakyat? Ya, menunggu
  saja sampai giginya ompong.
category: MBG
tags:
- Makan Bergizi Gratis
- SPPG
- Badan Gizi Nasional
- Kesehatan
source_urls:
- https://news.detik.com/berita/d-8503517/1-152-sppg-masih-disetop-sementara-ini-penyebabnya
source_names:
- detikNews
image_url: https://awsimages.detik.net.id/api/wm/2025/09/30/ilustrasi-makan-siang-gratis-1759218011364_169.jpeg?wid=54&w=1200&v=1&t=jpeg
meta_title: 1.152 SPPG Makan Bergizi Gratis Masih Disetop, Rakyat Menunggu Hak Gizi
meta_description: Ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi
  Gratis disetop sementara karena masalah standar. 1.152 SPPG masih dalam perbaikan,
  nasib rakyat menanti.
canonical_url: https://berita.media/ribuan-gizi-disetop-ribuan-lainnya-masih-sakit-rakyat-cuma-bisa-nunggu
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-05-25T04:54:08Z'
published_at: '2026-05-25T04:54:08Z'
---

Gampang bilang mau bikin rakyat sehat, apalagi pakai program 'Makan Bergizi Gratis'. Tapi apa jadinya kalau yang mau ngasih gizi itu sendiri malah sakit? Badan Gizi Nasional (BGN) baru saja mengakui ada masalah serius di programnya. Sebanyak 1.152 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masih terkapar, belum boleh beroperasi. Dadan Hindayana, Kepala BGN, bilang ini demi 'peningkatan mutu'. Mutu yang mana? Mutu menunggu giliran perbaikan?

Sejak awal 2025, total 4.581 SPPG sudah di-rem total. Semuanya disuruh ngaca, perbaiki standar pelayanan yang katanya 'aman, sehat, dan berkualitas'. Kalau lihat angkanya, lumayan juga yang sudah 'sembuh' dan boleh buka lagi: 3.429 SPPG. Tapi kok ya masih ada segitu banyaknya, 1.152 SPPG, yang masih tergeletak? Dadan bersikeras tidak ada kompromi soal standar. Janji manis untuk rakyat atau fakta yang memprihatinkan? detikNews

Banyak SPPG yang kena SP, surat cinta dari BGN, karena infrastrukturnya tidak becus. Mulai dari tidak punya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sampai lupa daftar Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Standar kok sekelas rumah tangga? Ini program nasional, bukan warung sebelah. Mau ngasih gizi, tapi sanitasi saja amburadul. Aneh tapi nyata. detikNews

Yang sudah diperbaiki, yang sudah memenuhi standar, diberi kesempatan beroperasi lagi. BGN bilang ingin memastikan kualitas terus meningkat. Peningkatan kualitas kok kayaknya jalan di tempat. Ribuan SPPG harus bolak-balik 'berobat' demi standar. Ironisnya, para SPPG yang masih sakit ini dianggap mitra besar. Kenapa dari awal tidak dibuat benar sekalian? Kenapa harus menunggu 'sakit' dulu baru diajak perbaikan? detikNews

Dadan menambahkan, pemerintah menghargai kontribusi mereka sejak awal program. Makanya, proses pembinaan dan perbaikan ini agar mereka bisa kembali berkontribusi. Kontribusi macam apa? Kontribusi membuat rakyat was-was karena makanan gizinya tidak jelas standar kesehatannya? Ini bukan soal menghargai mitra, ini soal tanggung jawab negara terhadap kesehatan warganya. Kalau programnya saja banyak yang sakit, bagaimana rakyat mau sehat? Tundanya program ini sama saja menunda hak rakyat atas gizi yang layak. detikNews

Jadi, sampai kapan ribuan SPPG ini akan terus teronggok di ruang tunggu perbaikan? Sampai kapan rakyat harus menelan ludah menunggu janji 'mutu' yang tak kunjung pasti? Angka-angka ini bukan sekadar statistik, ini adalah potret nyata pelayanan publik yang tersendat. Rakyat hanya bisa menunggu, sambil berharap kerongkongannya tidak kering karena kelaparan atau keracunan standar gizi yang buruk.

---
**Sumber:** [detikNews](https://news.detik.com/berita/d-8503517/1-152-sppg-masih-disetop-sementara-ini-penyebabnya)
