---
id: 7cUH-F_K3o-2
cluster_id: uCIA9t4qp6Gs
title: Ribuan Pekerja Tambang Keok Akibat RKAB, Pemerintah Malah Bilang 'Sudah Di-coaching!'
slug: ribuan-pekerja-tambang-keok-akibat-rkab-pemerintah-malah-bilang-sudah-di-coaching
excerpt: Badai PHK melanda industri tambang gara-gara pemerintah memangkas target
  produksi batubara hingga 190 juta ton! Ribuan pekerja jadi korban, tapi Wakil Menteri
  ESDM Yuliot Tanjung cuma bisa bilang sudah di-'coaching'. Gilanya, kuota dipangkas
  biar harga naik, eh malah rakyat yang dibikin merana.
category: phk
tags:
- PHK
- Tambang Batubara
- Kementerian ESDM
- RKAB
- Buruh
source_urls:
- https://www.suara.com/bisnis/2026/06/05/182315/badai-phk-di-industri-tambang-akibat-pemangkasan-rkab-kementerian-esdm-buka-suara
source_names:
- Suara.com
image_url: https://media.suara.com/pictures/970x544/2026/06/05/50691-batubara.jpg
meta_title: 'PHK Massal Tambang Akibat RKAB: Pemerintah Cuma Bilang ''Sudah Di-coaching'''
meta_description: Jutaan pekerja tambang jadi korban kebijakan pemangkasan produksi
  batubara. Wakil Menteri ESDM ngeles bilang sudah di-'coaching', padahal PHK terjadi
  di mana-mana.
canonical_url: https://berita.media/ribuan-pekerja-tambang-keok-akibat-rkab-pemerintah-malah-bilang-sudah-di-coaching
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-05T23:01:09Z'
published_at: '2026-06-05T23:01:09Z'
---

Ceritanya begini. Pemerintah ngambil keputusan gila: produksi batubara tahun depan dipangkas drastis, dari 790 juta ton jadi 600 juta ton. Alasannya sih mulia, katanya biar harga batubara stabil di level yang layak. Alasan yang bikin geleng-geleng kepala, soalnya di balik "niat baik" itu, ribuan buruh tambang sekarang terancam nganggur. Suara.com

Yang bikin geram, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung malah ngeles enteng. Duit triliunan dikucurkan buat industri tambang, tapi begitu ada masalah, dia cuma bilang, "Ya, itu kan sudah dikumpulkan oleh Dirjen Minerba untuk ini yang terkait dengan RKAB dan juga sudah dilakukan ini coaching." Coaching apaan? Maksudnya dibimbing buat dipecat apa gimana? Celakanya, ini bukan cuma isapan jempol. Ketua Dewan Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi), Rizal Kasli, sudah ngaku kalau banyak perusahaan yang mulai melakukan PHK. Masih data angka pastinya, tapi yang jelas, gelombang ini sudah terasa nyata. Suara.com, Perhapi

Bayangkan — ribuan pekerja, yang tadinya nyari nafkah buat keluarga, sekarang harus kehilangan pekerjaan. Semua gara-gara target produksi dipangkas. Katanya sih biar harga bagus. Tapi dari siapa harga bagus itu mau dinikmati? Kalau buruhnya sudah tidak punya penghasilan, siapa yang mau beli batubara itu? Lah gimana tidak, pemerintah lebih mentingin harga daripada nasib ribuan anak bangsa. Ini ironi yang menyakitkan. Suara.com

Parahnya lagi, pemerintah terkesan lepas tangan. Menteri ESDM saja tidak kelihatan batang hidungnya, yang bicara cuma wakilnya yang ngomongnya muter-muter. Duitnya triliunan, proyeknya gede, tapi dampaknya ke rakyat kecil selalu menyakitkan. Kapan ada kebijakan yang benar-benar berpihak ke buruh? Kapan kita bisa lihat pemerintah benar-benar peduli sama rakyatnya? Ini bukan soal angka di atas kertas, ini soal perut keluarga yang mau diisi apa. Suara.com

Ujung-ujungnya, ribuan pekerja harus keok. Mereka jadi korban dari kebijakan yang dibuat oleh orang-orang di atas sana yang tidak pernah merasakan susahnya cari duit. Mau sampai kapan begini? Rakyat kecil selalu jadi tumbal demi keuntungan segelintir orang. Selesai sudah.

---
**Sumber:** [Suara.com](https://www.suara.com/bisnis/2026/06/05/182315/badai-phk-di-industri-tambang-akibat-pemangkasan-rkab-kementerian-esdm-buka-suara)
