---
id: awmvfP9FE-vX
cluster_id: ezsdZTo7el1U
title: RIP Dolar AS! Rupiah Gigit Balik, Dolar AS Ciut di Angka Rp17.905
slug: rip-dolar-as-rupiah-gigit-balik-dolar-as-ciut-di-angka-rp17-905
excerpt: Gilanya, rupiah sempat babak belur sampai nyaris tembus Rp18.000/US$! Tapi
  eh tapi, eh tapi, mata uang Garuda berhasil bangkit dari kubur dan tutup penguatan
  tipis jelang akhir pekan. Dolar AS terpaksa ngeloyor mundur! CNBC Indonesia.
category: rupiah
tags:
- rupiah
- dolar AS
- ekonomi
- CNBC Indonesia
- Panda Bond
source_urls:
- https://www.cnbcindonesia.com/market/20260626144228-17-746003/rupiah-menguat-tipis-nilai-tukar-dolar-as-turun-ke-rp17905
source_names:
- CNBC Indonesia
image_url: https://awsimages.detik.net.id/visual/2025/09/25/petugas-menjunjukkan-mata-uang-dolar-amerika-serikat-as-dan-rupiah-di-vip-money-changer-jakarta-kamis-2592025-1758794525604_169.jpeg?w=650&q=90
meta_title: Rupiah Perkasa! Dolar AS Terkapar di Rp17.905
meta_description: Jangan lewatkan berita heboh! Rupiah sukses comeback, gigit balik
  dolar AS hingga ke level Rp17.905. Kok bisa? Simak alasannya di sini!
canonical_url: https://berita.media/rip-dolar-as-rupiah-gigit-balik-dolar-as-ciut-di-angka-rp17-905
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-27T05:03:24Z'
published_at: '2026-06-27T05:03:24Z'
---

Gila bro, dengerin nih cerita bikin geleng-geleng kepala! Rupiah yang tadinya udah digebuk habis-habisan sampai mau remuk redam di angka Rp17.985 per dolar AS, eh tahu-tahu berhasil ngamuk balik di penutupan. Parahnya lagi, di akhir pekan kemarin, mata uang Garuda akhirnya ditutup perkasa di level Rp17.905/US$, menguat tipis 0,06%! Ini bener-bener kayak film laga, dari jatuh tersungkur terus bangkit lagi, melawan semua tekanan. Nah ini dia, nasib dolar AS yang tadinya pongah malah ciut nyali. CNBC Indonesia.

Jelas banget, pergerakan rupiah ini bikin pasar tercengang! Pas bukaan perdagangan Jumat lalu, mata uang Garuda ini malah kelihatan loyo, terkapar lemas 0,20% ke Rp17.950/US$. Tapi tunggu dulu, penderitaan rupiah nggak berhenti di situ! Tekanan itu malah makin dalam sepanjang hari, sempat menyentuh titik terendah harian di angka yang bikin deg-degan, Rp17.985/US$, cuma selangkah doang dari gerbang psikologis Rp18.000/US$ yang udah ditakuti semua orang. Sialnya, ini benar-benar perjuangan berat buat rupiah yang tadinya udah kayak mau angkat koper dari pasar. CNBC Indonesia.

Alhasil, dengan segala kekuatan yang tersisa, rupiah berhasil memangkas semua pelemahannya dan berbalik arah menjelang senja. Cantik banget kan aktingnya? Nah, di saat yang sama, indeks dolar AS alias DXY, si pengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, terpaksa harus mundur teratur. Di pukul tiga sore, indeks ini terpantau terkoreksi 0,08% ke angka 101,340. Memang nasib dolar AS lagi nggak mujur banget, baru saja menghentikan reli penguatan tiga hari beruntunnya di hari Kamis sebelumnya. DXY terpaksa turun dari level tertingginya sejak Mei 2025, meski tetap menjaga tren penguatan mingguan kedua beruntun sejak konflik Timur Tengah bikin panik dunia Februari lalu. CNBC Indonesia.

Parahnya, pasar masih deg-degan mantengin data inflasi Amerika Serikat yang bikin pusing. Data Personal Consumption Expenditures Price Index atau PCE, yang jadi andalannya bank sentral AS buat ngukur inflasi, malah naik 4,1% secara tahunan di bulan Mei 2026. Angka ini bener-bener sesuai ekspektasi para ekonom, nunjukkin kalau biaya hidup di AS masih membara, apalagi gara-gara konflik Timur Tengah bikin harga energi makin ngelunjak. Yang bikin geram, inflasi ini kan berpotensi bikin The Fed makin sulit buat nurunin suku bunga. Celakanya, kondisi ini nambah beban buat negara-negara berkembang yang utangnya pakai dolar AS. CNBC Indonesia.

Nah, di tengah kepungan dolar AS yang bikin pusing tujuh keliling, pemerintah Indonesia justru punya jurus jitu. Dikabarkan, pemerintah lagi ngotot mau mengurangi ketergantungan sama dolar AS. Salah satu langkah briliannya adalah rencana penerbitan surat utang berdenominasi yuan China, yang akrab disapa Panda Bond. Kata Plt. Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kemenkeu, Herman Saheruddin, penerbitan Panda Bond ini adalah bagian dari diversifikasi sumber pembiayaan pemerintah biar nggak melulu ngarepin dolar. "Dengan adanya diversifikasi ini, harapannya adalah risiko beban APBN kita dari pembiayaan utang yang bersumber dari risiko nilai tukar itu dapat didiversifikasi, dan kita bisa mengurangi dampak dari ketergantungan dolar AS," ungkap Herman Saheruddin saat ditemui wartawan. Habis sudah, Indonesia mau mandiri! CNBC Indonesia.

---
**Sumber:** [CNBC Indonesia](https://www.cnbcindonesia.com/market/20260626144228-17-746003/rupiah-menguat-tipis-nilai-tukar-dolar-as-turun-ke-rp17905)
