---
id: GCwMfuze_gP5
cluster_id: Ejvb6m3zREvN
title: RIPIAH ANGKAT KOPER DI TENGAH PERANG AS-IRAN DI TIMTENG!
slug: ripiah-angkat-koper-di-tengah-perang-as-iran-di-timteng
excerpt: Gila, bro! Rupiah diprediksi babak belur minggu ini seiring tensi geopolitik
  di Timur Tengah yang makin panas. AS dan Iran saling tunjuk, minyak meroket, Dolar
  AS makin perkasa! Jangan heran kalau dompet kamu makin tipis!
category: rupiah
tags:
- rupiah
- geopolitik
- timur tengah
- dolar as
- bank indonesia
source_urls:
- https://sulteng.antaranews.com/berita/387911/rupiah-diprediksi-melemah-seiring-tensi-geopolitik-yang-memanas
source_names:
- ANTARA News Sulteng
image_url: https://cdn.antaranews.com/cache/800x533/2026/07/21/track1.jpg
meta_title: Rupiah Anjlok Karena Perang Iran-AS? BI Beri Insentif Tapi...
meta_description: Tensisi geopolitik memanas! Rupiah terancam melemah tajam terhadap
  Dolar AS seiring lonjakan harga minyak. Apa langkah BI? Simak analisisnya di sini!
canonical_url: https://berita.media/ripiah-angkat-koper-di-tengah-perang-as-iran-di-timteng
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-07-23T05:02:37Z'
published_at: '2026-07-23T05:02:37Z'
---

Habis sudah! Rupiah kita diperkirakan bakal ngibrit tak karuan menjelang akhir pekan ini, diterpa badai geopolitik yang makin memanas di Timur Tengah. Perseteruan sengit antara Amerika Serikat dan Iran ini bikin harga minyak kembali membumbung tinggi, dan tahukah kamu siapa yang jadi korban utama? Ya, si Rupiah kita yang malang, diprediksi bakal babak belur dihajar Dolar AS yang makin perkasa. Alhasil, makin pusing tujuh keliling para emak-emak belanja bulanan!,

Menurut analis kelas kakap Lukman Leong dari Doo Financial Futures, situasi ini sungguh mencekam. Pengerahan pesawat tempur canggih F-35 dan F-16 oleh AS ke Timur Tengah, belum lagi skuadron tambahan dan bomber B-1 yang siap tempur, jelas bukan sekadar gertakan sambal, coy! Iran pun tak tinggal diam, dan siap-siap saja kita menyaksikan drama adu nyali yang bisa bikin pasar keuangan global porak-poranda. Lukman Leong sendiri udah wanti-wanti, "Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah harga minyak yang kembali naik oleh tensi geopolitik di Timteng," katanya dengan nada prihatin. Antara,

Parahnya lagi, lonjakan harga minyak ini jelas memukul ekonomi kita yang masih merangkak bangkit. Ongkos produksi bakal naik, harga barang-barang ikut terkerek, dan ujung-ujungnya, inflasi bakal kembali mengintai. Gilanya, di tengah kekacauan global ini, Bank Indonesia (BI) malah mencoba menahan gempuran dengan memberikan insentif baru untuk menarik investasi asing. Mereka mengurangi biaya transaksi lindung nilai dan mendorong penggunaan mata uang selain dolar AS. "Nah ini dia... walau mempertahankan tingkat suku bunga, namun langkah BI memberi insentif baru yang di antaranya mengurangi biaya transaksi lindung nilai valuta asing dengan bank sentral dan mendorong penggunaan mata uang selain dolar AS, diharapkan bisa mendukung rupiah," ungkap Lukman Leong. Antara,

Nah, meskipun ada manuver cerdik dari BI, banyak pengamat meragukan efektivitasnya jika eskalasi di Timur Tengah tidak kunjung reda. "Apabila perkembangan di Timteng tidak membaik, BI mungkin akan baru menaikkan kembali dalam pertemuan berikutnya," ujar Lukman Leong pasrah. Komentar Lukman ini menyiratkan bahwa BI sedang beradu nasib, menahan suku bunga sambil berharap api perang di Timur Tengah segera padam. Jika tidak, Rupiah akan terpaksa angkat koper dan melayang entah ke mana. Antara,

Jadi, siap-siap saja kita menghadapi pekan yang penuh gejolak. Rupiah yang melemah ini bukan cuma angka di layar televisi, tapi nyata terasa di kantong kita. Dolar makin mahal, barang impor makin terjangkau buat yang kaya doang. Celakanya, masyarakat kecil yang paling tertekan akibat gejolak harga ini. Semua karena ulah para petinggi negara yang tak kunjung damai. Selesai sudah! Antara.

---
**Sumber:** [ANTARA News Sulteng](https://sulteng.antaranews.com/berita/387911/rupiah-diprediksi-melemah-seiring-tensi-geopolitik-yang-memanas)
