---
id: nc_e_z2LS5Aq
cluster_id: aPm-xf4caKFo
title: 'ROTI KEMALUAN BIKIN GEMPAR NETIZEN, MUI: TIDAK CUKUP HALAL SAJA'
slug: roti-kemaluan-bikin-gempar-netizen-mui-tidak-cukup-halal-saja
excerpt: Gila, ada roti croissant bentuknya persis kayak rambut kemaluan viral bikin
  heboh netizen! MUI pun angkat suara, produk pangan kudu halal dan thayyib, nggak
  bisa main-main sama kepantasan!
category: viral
tags:
- croissant
- viral
- MUI
- halal
- thayyib
- roti aneh
source_urls:
- https://khazanah.republika.co.id/berita/thyuzj483/viral-roti-croissant-mirip-rambut-kemaluan-mui-produk-tak-cukup-hanya-halal
source_names:
- republika.co.id
image_url: https://static.republika.co.id/uploads/images/kanal_slide/045626800-1637840269-830-556.jpg
meta_title: 'Roti Bentuk Kemaluan Viral, MUI: Kudu Halal dan Thayyib'
meta_description: Fenomena roti croissant mirip rambut kemaluan hebohkan netizen.
  MUI ingatkan produk pangan harus halal sekaligus thayyib, tak hanya soal bahan tapi
  juga kepantasan.
canonical_url: https://berita.media/roti-kemaluan-bikin-gempar-netizen-mui-tidak-cukup-halal-saja
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-07-12T05:01:09Z'
published_at: '2026-07-12T05:01:09Z'
---

Gila bro, dengerin nih ada cerita bikin ngelus dada soal roti croissant yang lagi viral se-antero jagat maya. Bentuknya itu lho, astaga amit-amit jabang bayi, dibilang mirip rambut kemaluan! Para netizen langsung heboh, berbondong-bondong menggunjing fenomena absurd ini, ada-ada saja kelakuan produsen zaman sekarang. Gilanya, Wakil Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof KH Shofiyullah Muzammil, sampai angkat bicara menanggapi keluhan masyarakat ini. Republika.co.id.

Nah, Prof Shofiyullah ini jelasin panjang lebar, apparently urusan produk pangan itu nggak cuma soal halal doang. Katanya, selain halal, produk juga harus memenuhi unsur 'thayyib'. Thayyib itu apa? Ya itu tadi, menyangkut kepantasan dan kepatutan dalam segala hal. Mulai dari bentuknya yang nggak bikin jijik, kemasannya yang rapi, sampai nama atau logo yang dipake kudu sopan. Mana ada cerita produk makanan bentuknya aneh bin ajaib kok dibiarin aja, kan repot kalau mau dimakan! Jadi jangan cuma kejar sertifikat halal doang, tapi juga perhatikan etika dan moralitas, bro! Republika.co.id.

Menurut Prof Shofiyullah yang juga Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, standar halal itu dilihat dari bahan baku, proses produksi, sampai alat yang dipake. Selama semua sesuai syariat ya oke-oke aja. Tapi ya itu tadi, 'thayyib' itu pelengkapnya. "Thayyib itu di antaranya adalah patut dan pantas baik secara bentuk, kemasan ataupun nama/logonya. Harus memenuhi kepantasan dan kepatutan secara adat, tradisi, moral dan ajaran," katanya tegas. Celakanya, sampai sekarang belum jelas siapa produsen roti laknat ini, tapi yang jelas hebohnya udah ke mana-mana. Republika.co.id.

Parahnya lagi, fenomena roti kemaluan ini bikin masyarakat resah, kok bisa lolos pengawasan? Apa nggak ada yang ngecek sebelum beredar di pasaran? Jadi pertanyaan besar nih buat badan pengawas pangan kita. Alhasil, MUI ngasih wejangan penting buat semua produsen: jangan mentang-mentang produkmu halal terus seenaknya bikin bentuk yang bikin orang nastar! Soalnya, umat Islam itu butuh makanan yang nggak cuma halal, tapi juga layak konsumsi dan nggak bikin orang ngilu pas liat. Pokoknya, urusan perut itu serius, jangan main-main! Republika.co.id.

Dan bukan main, imbauan MUI ini jadi pukulan telak buat industri pangan. Jangan sampai ada lagi cerita produk aneh-aneh yang viral dan bikin gaduh. Reputasi halal bisa tercoreng kalau produsennya nggak punya etika dan moral. Ujung-ujungnya, masyarakat yang dirugikan dan MUI yang disalahin. Selesai sudah, semoga kasus roti kemaluan ini jadi pelajaran berharga buat semua pihak. Republika.co.id.

---
**Sumber:** [republika.co.id](https://khazanah.republika.co.id/berita/thyuzj483/viral-roti-croissant-mirip-rambut-kemaluan-mui-produk-tak-cukup-hanya-halal)
