---
id: xSv5BE2vYzbr
cluster_id: eDRldTO167AC
title: Rupiah Amblas Rp 18.000! Bimbim Slank Menjerit, Jualan Alat Musik Naik Gila-gilaan
slug: rupiah-amblas-rp-18-000-bimbim-slank-menjerit-jualan-alat-musik-naik-gila-gilaan
excerpt: 'Bimbim Slank angkat suara soal rupiah yang kian melemah, tembus Rp 18.000
  per dolar. Gilanya, ia mengaku sangat terdampak karena senar dan stik drum impor
  semua. Musisi legendaris ini pun pasrah: ''ya kita menjerit lah, jualan naik.'''
category: rupiah
tags:
- Bimbim Slank
- Rupiah Melemah
- Ekonomi
- Musik
- Alat Musik Impor
source_urls:
- https://20.detik.com/detikupdate/20260605-260605065/video-bimbim-slank-khawatir-rupiah-melemah-senar-stik-drum-impor-semua
source_names:
- 20detik
image_url: https://cdnv.detik.com/videoservice/AdminTV/2026/06/05/1ff22998f12e4b57b8c7a55f7d723b39-20260605234039-0s.jpg?w=650&q=80
meta_title: 'Bimbim Slank Khawatir Rupiah Melemah: Senar & Stik Drum Impor, Harga
  Naik'
meta_description: Bimbim Slank keluhkan pelemahan rupiah yang tembus Rp 18.000/USD.
  Senar dan stik drum impor bikin musisi menjerit karena harga naik.
canonical_url: https://berita.media/rupiah-amblas-rp-18-000-bimbim-slank-menjerit-jualan-alat-musik-naik-gila-gilaan
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-05T20:01:45Z'
published_at: '2026-06-05T20:01:45Z'
---

Ceritanya begini. Dolar makin perkasa, rupiah makin lemas tak berdaya. Siapa sangka, nilai tukar yang bikin pusing kepala ini ternyata sampai ke telinga para musisi rock legendaris seperti Bimbim Slank. Rupiah sekarang sudah nyungsep di angka Rp 18.000 per dolar Amerika. Nah, ketika ditanya soal ini, Bimbim bukannya diam saja. Ia malah blak-blakan mengaku kalau dirinya ikut khawatir.

"Iya, lah (khawatir)," ujar Bimbim Slank dengan nada prihatin, ditemui awak media pada Jumat kemarin. Ia tidak main-main. Sebagai seorang musisi yang notabene harus berkutat dengan alat-alat musik setiap hari, dampak pelemahan rupiah ini terasa begitu nyata. Parahnya, Bimbim bilang kebutuhan pokoknya sebagai musisi ternyata masih banyak bergantung pada barang impor.

Nah ini dia. Bimbim merinci, "Kita terdampak karena alat musik kebutuhan sehari-harinya kayak senar, stik drum itu masih impor semua." Bayangkan saja, benda sekecil senar gitar atau stik drum saja harus didatangkan dari luar negeri. Ujung-ujungnya, ketika dolar naik tinggi, otomatis harga barang-barang impor itu pun ikut meroket. Jangankan buat beli alat baru, buat ganti senar yang putus saja mungkin sudah bikin dompet menjerit.

Alhasil, Bimbim Slank hanya bisa pasrah dengan keadaan. "Jadi ya kita menjerit lah, jualan naik," keluhnya. Ia menggambarkan betapa susahnya mencari untung di tengah kondisi ekonomi seperti ini. Jika harga jualnya dinaikkan, khawatir penikmat musiknya menjauh. Tapi kalau tidak dinaikkan, modalnya makin membengkak, untung tipis, bahkan bisa rugi. Sebuah ironi yang menyakitkan bagi para pekerja seni. 20detik.

Bisa dibayangkan betapa pusingnya para pengusaha musik, dari produsen alat musik hingga penyelenggara konser. Kebutuhan akan dolar untuk impor bahan baku atau perizinan konser dari luar negeri bakal mencekik leher. Inilah gambaran nyata betapa sebuah krisis ekonomi bisa merembet ke mana-mana, bahkan sampai ke urusan memetik senar gitar dan memukul stik drum. Semoga saja rupiah segera bangkit dari tidurnya, agar jeritan para musisi seperti Bimbim Slank tidak semakin keras terdengar.

---
**Sumber:** [20detik](https://20.detik.com/detikupdate/20260605-260605065/video-bimbim-slank-khawatir-rupiah-melemah-senar-stik-drum-impor-semua)
