---
id: E7VASZICLEhE
cluster_id: RzulhgkP0fOf
title: Rupiah Amblas, Wisatawan Singapura Serbu Jakarta Demi Cuci Mata!
slug: rupiah-amblas-wisatawan-singapura-serbu-jakarta-demi-cuci-mata
excerpt: Gila, nilai tukar rupiah yang jeblok malah bikin turis Singapura makin doyan
  belanja di Jakarta! Padahal, isu kejahatan jalanan beredar, tapi mereka cuek bebek
  demi barang murah dan makanan lezat.
category: rupiah
tags:
- rupiah
- turis
- Singapura
- Jakarta
- belanja
- kuliner
- ekonomi
source_urls:
- https://news.detik.com/internasional/d-8514454/media-singapura-soroti-rupiah-anjlok-bikin-jakarta-diserbu-turis
source_names:
- detikNews
image_url: https://awsimages.detik.net.id/api/wm/2025/11/05/kota-jakarta-1762323778734_169.jpeg?wid=54&w=1200&v=1&t=jpeg
meta_title: Rupiah Anjlok Bikin Turis Singapura Serbu Jakarta Demi Belanja
meta_description: Media Singapura soroti rupiah melemah, tapi justru memicu lonjakan
  turis dari Singapura ke Jakarta untuk berburu barang murah dan kuliner lezat.
canonical_url: https://berita.media/rupiah-amblas-wisatawan-singapura-serbu-jakarta-demi-cuci-mata
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-02T11:01:54Z'
published_at: '2026-06-02T11:01:54Z'
---

Ceritanya begini. Media Singapura macam The Straits Times sampai harus bikin berita heboh soal Jakarta. Judulnya aja udah bikin kuping panas: "Kekhawatiran Kriminalitas Meningkat di Jakarta, tapi Anjloknya Rupiah Tetap Membuat Warga Singapura Datang untuk Belanja dan Makan". Gila kan? Mereka nyorot serangkaian kejahatan jalanan, termasuk video viral perampokan turis.

Eh, tapi malah bikin orang Singapura makin penasaran! Alhasil, bukannya ngibrit, mereka malah makin ramai menyerbu Ibu Kota. Soalnya, rupiah yang melemah bikin kantong mereka rasanya tebal banget. Noraini Rahmat, 52 tahun, misalnya. Dia datang bareng dua saudaranya, langsung ngacir ke Thamrin City buat "maraton belanja besar-besaran". Belum sempat takut sama kriminalitas, tangan sudah sibuk cari diskonan busana muslimah dan Buttonscarves.

"Tidak ada waktu untuk takut -- terlalu banyak belanja yang harus dilakukan," kata Noraini enteng, sambil nyomot kue lapis buat bekal pulang. Dia bilang, cukup hati-hati saja, sama seperti di Singapura atau kota besar lainnya. Bawa ponsel jangan pamer di pinggir jalan, tas dijaga baik-baik. Hal-hal dasar, katanya. Tapi yang bikin dia senang? Nilai tukar yang "menguntungkan" bikin belanja kali ini terasa makin mantap. detikNews

Sentimen yang sama datang dari Marcus Tan, 38 tahun. Dia sengaja mampir ke Jakarta tiga hari setelah liburan di NTT cuma buat belanja sebelum pulang. "Seratus dolar Singapura benar-benar cukup di sini," katanya. Dia bisa beli lebih banyak, makan lebih banyak, tapi dompetnya nggak kerasa bolong kayak kalau di negaranya sendiri. Marcus tahu persis, dengan duit segitu, dia bisa makan kenyang sampai puas dan tetap bisa bawa pulang oleh-oleh banyak. Rupiah anjlok? Buat mereka, itu malah kabar gembira.

Jadi, parahnya, alih-alih bikin takut, kelemahan rupiah malah jadi magnet baru buat turis Singapura. Mereka melihat Jakarta bukan lagi kota yang menakutkan, tapi surga belanja dan kuliner murah meriah. Selagi negara lain sibuk mikirin defisit anggaran, kita malah jadi lahan basah buat negara tetangga. Nasib rupiah memang bikin pusing kepala rakyat sendiri, tapi buat pelancong dari Singapura, itu justru jadi tiket emas buat bersenang-senang. Gila bener.

Singkat cerita, Jakarta yang katanya lagi rawan kejahatan, malah diserbu turis Singapura gara-gara rupiah melemah. Mereka datang, belanja, makan, bawa pulang oleh-oleh, dan senang bukan kepalang. Sementara kita? Cuma bisa geleng-geleng lihat nilai tukar yang terus merosot. Selesai sudah.

---
**Sumber:** [detikNews](https://news.detik.com/internasional/d-8514454/media-singapura-soroti-rupiah-anjlok-bikin-jakarta-diserbu-turis)
