---
id: 9vYjgWN-L7TB
cluster_id: f-rXA1ap0cau
title: RUPIAH AMBRUK PARAH, REBUTAN POSISI TERBURUK ASIA!
slug: rupiah-ambruk-parah-rebutan-posisi-terburuk-asia
excerpt: Gila bro, Rupiah kita jadi juara bertahan terdegradasi di Asia! Jatuhnya
  paling dalam sejak awal tahun, bikin dompet makin tipis aja. Makanya, jangan kaget
  kalau nanti beli baju perlu setumpuk uang.
category: rupiah
tags:
- rupiah
- depresiasi
- mata uang asia
- ekonomi
source_urls:
- https://databoks.katadata.co.id/pasar/statistik/6a32950b23c4d/rupiah-won-dan-baht-terdepresiasi-paling-dalam-sejak-awal-2026
source_names:
- Katadata Databoks
image_url: https://cdn1.katadata.co.id/media/chart_thumbnail/229202-rupiah-won-dan-baht-terdepresiasi-paling-dalam-sejak-awal-2026.png?v=1781700085
meta_title: Rupiah Ambyar! Mata Uang Asia Terpuruk Sejak Awal 2026
meta_description: Rupiah terdepresiasi paling dalam -5,9% di Asia sejak awal 2026.
  Won Korsel dan Baht Thailand menyusul. Yuan China jadi yang terkuat.
canonical_url: https://berita.media/rupiah-ambruk-parah-rebutan-posisi-terburuk-asia
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-17T17:04:22Z'
published_at: '2026-06-17T17:04:22Z'
---

Duh, parahnya berita ekonomi kali ini, Sob! Rupiah kita tercatat jadi mata uang yang paling terdepresiasi paling dalam di kawasan Asia sejak awal tahun 2026 sampai pertengahan Juni. Nilai tukarnya terhadap dolar Amerika Serikat (AS) itu anjlok sampai minus 5,9 persen, bayangin aja, udah kayak mau jatuh dari gedung bertingkat, tapi ini mata uang! Katadata Databoks bilang, per 16 Juni 2026, satu dolar AS udah bisa ditukar sama Rp17.725. Gawat, kan?

Alhasil, posisi rupiah jadi juru kunci yang memalukan. Di bawah kita ada won Korea Selatan yang juga babak belur, jatuh 4,22 persen, disusul baht Thailand yang turun 3,17 persen. Parahnya lagi, ini data dari Asian Bonds Online milik Asian Development Bank (ADB), jadi bukan sekadar gosip warung kopi, tapi fakta yang bikin geleng-geleng kepala. Padahal kan kita udah ngerasa kayaknya rupiah lagi stabil, eh ternyata di belakang layar lagi dihajar habis-habisan. Mana ada cerita begini berakhir baik buat rakyat jelata.

Nah ini dia yang bikin makin miris, mayoritas mata uang lain di Asia juga ikut merasakan nasib yang sama, alias ikut terdepresiasi. Cuma yuan Tiongkok aja nih yang kayaknya anteng-anteng aja, malah menguat sampai 3,44 persen. Terus ada dolar Singapura dan Brunei yang naik tipis 0,26 persen. Lainnya mah banyak yang merah, kayak Dolar Hongkong turun 0,65 persen, Yen Jepang melorot 2,32 persen, sampai Peso Filipina yang ambruk 2,26 persen. Cuma nilai tukar Vietnam dan Myanmar aja nih yang katanya nggak bergerak alias 0% ytd. Emang beda nasib kita ya, Bro?

Yang bikin geram, ini bukan cuma soal angka di kertas yang makin besar buat beli barang. Tapi ini soal daya beli masyarakat yang makin tergerus. Beli barang impor jadi makin mahal, biaya produksi yang pakai bahan baku impor juga pasti naik. Ujung-ujungnya, harga barang di dalam negeri juga ikut terkerek naik. Habis sudah, rakyat kecil yang paling kena getahnya. Padahal rencananya mau beli apa, eh udah keburu kepikiran buat nyisihin lebih banyak uang buat kebutuhan pokok aja. Emang dilematis sekali nasib rupiah kita di tahun 2026 ini.

Jadi intinya, data dari Katadata Databoks itu jelas banget nunjukkin kalau rupiah kita lagi dalam kondisi terpuruk. Dengan depresiasi yang paling dalam di antara mata uang Asia lainnya, ini jadi PR besar buat pemerintah dan Bank Indonesia. Jangan sampai nanti kita cuma bisa melongo lihat rupiah makin terpuruk dan kehilangan nilainya. Semoga ada langkah konkret ya, jangan cuma janji manis!

---
**Sumber:** [Katadata Databoks](https://databoks.katadata.co.id/pasar/statistik/6a32950b23c4d/rupiah-won-dan-baht-terdepresiasi-paling-dalam-sejak-awal-2026)
