---
id: _QYLDIpv3MXD
cluster_id: Hqx10U9fA4Lp
title: Rupiah Ambyar, Chatib Basri Bilang Beda Jauh Sama Krisis 1998! Siapa yang Ketar-ketir?
slug: rupiah-ambyar-chatib-basri-bilang-beda-jauh-sama-krisis-1998-siapa-yang-ketar-ketir
excerpt: Bikin ngeri, rupiah melemah lagi parah! Tapi ekonom senior Chatib Basri ngeyakinin,
  ini beda banget sama krisis 1998. Dulu rakyat kalang kabut, sekarang yang kasihan
  cuma kaum menengah ke bawah. Gilanya, katanya ini semua gara-gara rezim nilai tukar
  yang lebih leluasa!
category: rupiah
tags:
- Rupiah
- Ekonomi
- Krisis 1998
- Chatib Basri
- Inflasi
source_urls:
- https://money.kompas.com/read/2026/06/09/160338926/chatib-basri-anggap-pelemahan-rupiah-saat-ini-berbeda-dari-krisis-1998?page=all
source_names:
- Kompas.com
image_url: https://asset.kompas.com/crops/PRP_8CVWf3QiN57mGIez4Efc9PE=/0x0:0x0/1200x675/filters:watermark(data/photo/2026/01/30/697c815e7ef28.png,0,-0,1)/data/photo/2026/06/09/6a27d3505fdb6.jpg
meta_title: Rupiah Anjlok Beda dari 1998 Kata Chatib Basri, Ini Nasib UMat!
meta_description: Heboh! Rupiah melemah drastis, tapi ekonom Chatib Basri bilang beda
  sama krisis 1998. Siapa yang aman dan siapa yang terancam? Simak analisanya!
canonical_url: https://berita.media/rupiah-ambyar-chatib-basri-bilang-beda-jauh-sama-krisis-1998-siapa-yang-ketar-ketir
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-10T11:02:48Z'
published_at: '2026-06-10T11:02:48Z'
---

Gilanya, dengerin nih! Rupiah kita lagi jungkir balik, tapi ekonom gaek macam Chatib Basri malah bilang, 'Ini beda jauuuuh sama 1998, bro!' Dia ngaku, pertanyaan paling sering mampir ke kupingnya adalah, 'Sama enggak 1998 sama sekarang?' Dan jawabannya tegas: TIDAK SAMA! Kompas

Terus, apa sih yang bikin beda kayak langit dan bumi? Kata Pak Chatib, biang kerok utamanya adalah rezim nilai tukar yang sekarang lebih fleksibel. Nah, inget enggak tahun 1998? Masyarakat kita waktu itu belum terbiasa sama yang namanya nilai tukar luwes. Hasilnya? Pas rupiah anjlok, banyak orang malah ngotot pinjam duit pakai Dolar AS, padahal duitnya cuma ada Rupiah. Sialnya, ini langsung bikin rasio kredit macet, alias NPL, meroket tinggi. Kompas

Nah, sekarang ceritanya beda! Katanya, rezim nilai tukar yang luwes itu ngasih celah buat orang buat 'adjust' alias menyesuaikan diri. Jadi, doi bilang, dia enggak terlalu pusing mikirin nasib kelompok menengah ke atas. Kenapa? Karena sebagian perusahaan udah pinter, udah pasang pelindung alias hedging. Malah, banyak keluarga yang anaknya sekolah di luar negeri juga udah sigap mindahin dana rupiahnya ke Dolar AS. Aman lah buat mereka! Kompas

PARAHNYA, Pak Chatib justru nunjukin siapa yang bakal kena getahnya: kaum menengah ke bawah alias lower middle income group! Kenapa? Soalnya pelemahan rupiah ini bakal bikin efek domino yang lumayan panjang. Misalnya, harga tepung terigu bakal naik, yang otomatis bikin harga mie instunyan juga naik. Begitu juga harga kedelai yang bikin tahu dan tempe ikut-ikutan ngerek! Celakanya, pemerintah perlu banget ngasih perlindungan sosial ekstra buat mereka yang kena imbas ini, biar enggak makin sengsara. Kompas

Malah, soal dampak pelemahan rupiah ke inflasi, Pak Chatib ngutip estimasi Bank Indonesia. Katanya, tiap 1 persen rupiah ambruk, inflasi bakal naik sekira 0,13 persen. Nah, sekarang rupiah udah ambles sekitar 8 persen, jadi perkiraan inflasinya ya masih di bawah 1 persen. Emang enggak kelihatan gede dampaknya buat semua barang, tapi buat produk tertentu kayak plastik atau besi, ya bakalan berasa banget! Kompas

Nah, ini bikin dilema buat sektor swasta. Perusahaan mau nerusin kenaikan biaya ke konsumen? Bisa aja, tapi nanti daya beli masyarakat makin tipis. Atau mau diserap sendiri aja? Kalau gitu, margin keuntungan mereka yang bakal kegerus. Pertanyaan pelik yang sampai sekarang masih menggantung. Mana ada cerita kayak begini berakhir mulus?

---
**Sumber:** [Kompas.com](https://money.kompas.com/read/2026/06/09/160338926/chatib-basri-anggap-pelemahan-rupiah-saat-ini-berbeda-dari-krisis-1998?page=all)
