---
id: ynz2kIur17xg
cluster_id: T0etaH3UG1dd
title: Rupiah Ambyar, Harga Barang Meroket! Peritel Geleng-geleng Kepala Pusing Tujuh
  Keliling
slug: rupiah-ambyar-harga-barang-meroket-peritel-geleng-geleng-kepala-pusing-tujuh-keliling
excerpt: Dolar AS ngehajar rupiah habis-habisan, bikin harga kemasan naik 90%. Peritel
  menjerit, terpaksa naikin harga jual demi bertahan hidup. Rakyat kecil makin gigit
  jari.
category: rupiah
tags:
- rupiah
- ekonomi
- inflasi
- peritel
- harga barang
source_urls:
- https://insight.kontan.co.id/news/rupiah-anjlok-dan-kemasan-mahal-peritel-mengerek-harga-jual-produk
source_names:
- KONTAN
image_url: https://foto.kontan.co.id/N8GI_5VDKEGxhczqgCJCKzORTEs=/smart/2026/02/26/1935093986p.jpg
meta_title: Rupiah Anjlok, Harga Kemasan Naik 90%, Peritel Terpaksa Naikkan Harga
  Jual
meta_description: Nilai tukar rupiah terus tertekan dolar AS. Dampaknya, harga kemasan
  melonjak 90% hingga memaksa peritel menaikkan harga jual produk mereka. Rakyat kecil
  makin gigit jari.
canonical_url: https://berita.media/rupiah-ambyar-harga-barang-meroket-peritel-geleng-geleng-kepala-pusing-tujuh-keliling
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-06T02:02:10Z'
published_at: '2026-06-06T02:02:10Z'
---

Ceritanya begini. Rupiah kita, negara kepulauan nan nan elok ini, lagi babak belur dihajar dolar AS, bro! Bukan cuma sedikit goyang, ini sudah remuk redam, Pontang-panting kayak dikejar debt collector! Dampaknya? Langsung nendang ke industri ritel nasional, bikin para bos toko geleng-geleng kepala. Parahnya, bukan cuma nilai tukar yang jadi musuh, harga bahan baku plastik pun meroket gila-gilaan, gara-gara minyak dunia lagi naik daun dan rantai pasok dari Timur Tengah kayak macet total!

Yang bikin miris, harga kemasan berbagai jenis itu naik sampai 90%! GILA! Coba bayangin, botol plastik buat minuman, bungkus makanan ringan, semuanya jadi lebih mahal. Ini bukan cuma perkara kecil, bro. Ini urusan perut dan dapur banyak orang. Mulai dari industri pangan yang gede-gede, sampai UMKM yang jualan di pinggir jalan, semuanya kelabakan. Tekanan biaya produksi ini benar-benar menghajar mereka. Alhasil, mau tidak mau, suka tidak suka, para peritel terpaksa harus mengerek harga jual produk mereka. Gimana lagi, kalau tidak begini, habis sudah mereka!

Jadi, kalau nanti kamu belanja di toko, terus kaget lihat harga naik, jangan langsung nyalahin mbak kasirnya ya. Mereka juga korban! Ini semua gara-gara rupiah kita yang makin tipis, kurs dolar yang makin ngeselin. Bayangin aja, semua barang impor yang tadinya mau dibeli, sekarang jadi lebih mahal berkali-kali lipat. Belum lagi ongkos produksi yang membengkak gara-gara kemasan jadi barang mewah. Ini namanya dilema. Kalau harga dinaikkan, takut pelanggan kabur. Kalau tidak dinaikkan, modal habis, bangkrut. Celakanya, harga minyak dunia yang jadi biang kerok kemasan mahal itu entah kapan mau turun. Nasib rakyat kecil makin tertekan, bro. Uang gaji yang sama, tapi barang yang bisa dibeli makin sedikit. Ini bukan pertama kali terjadi, tapi setiap kali terjadi, rasanya tetap saja nyesek di dada. Kontan

Yang jadi pertanyaan, sampai kapan kita harus begini? Ekonomi lagi sulit, daya beli masyarakat lagi rendah, eh pemerintah malah kayak diam saja. Mana solusi konkretnya? Cuma bisa ngasih harapan palsu? Rupiah anjlok itu bukan cuma angka di berita, tapi realitas pahit yang dirasakan langsung oleh jutaan rakyat. Mulai dari harga bahan pokok, sampai harga baju yang mau dibeli. Semua kena imbasnya. Ujung-ujungnya, semua jadi serba mahal. Dan yang paling kasihan? Ya kita-kita ini, rakyat jelata yang cuma bisa pasrah melihat harga barang terus meroket. Selesai.

---
**Sumber:** [KONTAN](https://insight.kontan.co.id/news/rupiah-anjlok-dan-kemasan-mahal-peritel-mengerek-harga-jual-produk)
