---
id: gLF2RWm3o_V6
cluster_id: co-gjL8Qed7R
title: Rupiah Anjlok, BI Kerek Bunga! SRBI Gagal Tarik Duit Asing?
slug: rupiah-anjlok-bi-kerek-bunga-srbi-gagal-tarik-duit-asing
excerpt: Gilanya, rupiah makin babak belur! Bank Indonesia terpaksa hajar BI Rate
  naik 25 bps jadi 5,50% gara-gara duit asing pada kabur. SRBI yang dibikin mahal
  malah ngacir, rupiah tembus Rp 18.050/US$.
category: rupiah
tags:
- BI Rate
- Rupiah
- BI
- Suku Bunga
- Ekonomi
source_urls:
- https://www.cnbcindonesia.com/market/20260609153037-17-741447/alasan-bi-rate-naik-jadi-550-srbi-tak-laku-rupiah-anjlok
source_names:
- CNBC Indonesia
image_url: https://awsimages.detik.net.id/visual/2026/05/07/gubernur-bank-indonesia-perry-warjiyo-menyampaikan-pemaparan-saat-konferensi-pers-hasil-rapat-berkala-kssk-tahun-2026-di-bank--1778146959057_169.jpeg?w=650&q=90
meta_title: BI Rate Naik 5,50% Gara-gara Rupiah Babak Belur!
meta_description: Rupiah makin terpuruk! BI terpaksa hajar BI Rate naik 25 bps karena
  duit asing kabur. SRBI tak mempan, rupiah tembus Rp 18.050/US$. Cek alasannya!
canonical_url: https://berita.media/rupiah-anjlok-bi-kerek-bunga-srbi-gagal-tarik-duit-asing
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-09T20:01:41Z'
published_at: '2026-06-09T20:01:41Z'
---

Bayangkan — Selasa (9/6/2026), nilai tukar rupiah makin parah, anjlok sampai ke level Rp 18.050 per dolar Amerika Serikat! Gubernur BI Perry Warjiyo cuma bisa geleng-geleng kepala. "Kita melihat loh kok pelemahan rupiah sudah melebihi yang kita proyeksikan dulu," katanya di Gedung DPR/MPR. Ujung-ujungnya, suku bunga acuan atau BI Rate terpaksa digebuk naik 25 basis poin menjadi 5,50%. CNBC Indonesia

Dan bukan main, ini bukan kali pertama BI nekat menaikkan bunga. Bulan lalu saja sudah naik 50 bps, tapi hasilnya nol besar! Dana asing pada kabur masal. Perry sendiri kaget, katanya sejak April-Mei itu Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) malah ngalamin outflow, padahal SBN dan saham malah inflow. "Sehingga kita perlu menaikkan BI Rate agar rupiahnya menguat, stabil, dan inflasinya tahun depan itu tetap dalam sasaran," jelasnya dengan wajah lelah. Padahal udah dibikin iming-iming bunga gede buat investor asing, tapi kok pada ngeloyor pergi semua.

Yang bikin geram, BI bahkan sesuaikan lagi struktur suku bunga untuk semua tenor 6, 9, dan 12 bulan di instrumen SRBI. Biar makin menggoda, biar duitnya masuk lagi. Tapi apa daya? Investor malah lebih milih angkat koper. Penyebab pelemahan rupiah katanya ya gara-gara investasi portofolio itu malah mengalami outflow. Jadi, bikin bunga tinggi-tinggi cuma biar rupiah nggak makin remuk redam, tapi malah nggak mempan. Sungguh malang nasib rupiah kita.

Alhasil, setelah pengumuman BI Rate siang tadi, rupiah memang sempat menguat tipis 0,66% ke angka Rp 18.050/US$. Tapi lihat saja besok, apakah penguatan recehan ini bisa menahan gempuran dolar yang siap menghajar kapan saja? Rasanya sih seperti menahan tsunami pakai tangan kosong. Cuma bisa berharap, jangan sampai rupiah makin amblas dan bikin harga-harga barang kebutuhan pokok makin meroket.

Dan bukan main, para pakar ekonomi pun sudah meramalkan hal serupa bakal terjadi. Kalau rupiah terus-terusan melemah begini, bukan tidak mungkin harga barang impor bakal membumbung tinggi. Ujung-ujungnya, rakyat kecil lagi yang disuruh gigit jari. Sementara para pejabat di BI sibuk mengatur angka bunga, di luar sana masyarakat sudah mulai merasakan beratnya beban ekonomi.

---
**Sumber:** [CNBC Indonesia](https://www.cnbcindonesia.com/market/20260609153037-17-741447/alasan-bi-rate-naik-jadi-550-srbi-tak-laku-rupiah-anjlok)
