---
id: MTpDosH8KKyE
cluster_id: e2w24CWFrXyB
title: Rupiah Anjlok! Mendag Pilih Barter Komoditas, Nekat Lawan Dolar AS
slug: rupiah-anjlok-mendag-pilih-barter-komoditas-nekat-lawan-dolar-as
excerpt: Gilanya, rupiah makin babak belur di hadapan dolar AS, sampai tembus Rp18.042!
  Menteri Perdagangan Budi Santoso pun angkat tangan, pilih jurus barter komoditas
  sama Filipina ketimbang terus dihajar pasar. Dealnya katanya 12 Juni, tapi barangnya?
  Masih misteri!
category: rupiah
tags:
- rupiah
- barter
- Filipina
- Mendag
- dolar AS
- ekonomi
source_urls:
- https://ekonomi.bisnis.com/read/20260604/12/1978403/mendag-pilih-barter-komoditas-dengan-filipina-imbas-rupiah-anjlok
source_names:
- Bisnis.com
image_url: https://images.bisnis.com/posts/2026/06/04/1978403/30072024-bi-hil-21-ekspor-2_1723693608.jpg
meta_title: Rupiah Anjlok, Mendag Pilih Barter Komoditas Lawan Dolar AS
meta_description: Rupiah terus melemah, tembus Rp18.042 per dolar AS. Menteri Perdagangan
  Budi Santoso pilih jurus barter komoditas dengan Filipina. Kok bisa?
canonical_url: https://berita.media/rupiah-anjlok-mendag-pilih-barter-komoditas-nekat-lawan-dolar-as
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-04T08:02:10Z'
published_at: '2026-06-04T08:02:10Z'
---

Ceritanya begini. Duit kita, rupiah, makin remuk redam dihantam dolar Amerika Serikat. Pagi-pagi buta, Kamis (4/6/2026), buktinya: rupiah nyungsep ke Rp18.042 per dolar AS. Parahnya, bukannya cari solusi jitu, Menteri Perdagangan Budi Santoso malah teriak, "Barter aja sama Filipina!" Ya ampun, segitunya, bro!

Busan, begitu dia akrab disapa, malah bilang kondisi dagang kita masih bagus. Bagus dari mana coba? Duit kita segitu anjloknya. Eh, tapi dia beralasan, pas ketemu pengusaha Filipina, mereka juga lagi kesusahan nilai tukarnya. Nah ini dia!,"Karena di Filipina nilai tukarnya kan juga lagi kurang bagus. Jadi bagaimana kalau kita pakai cara barter,” ujarnya santai. Santai banget kayak tidak ada beban, padahal rakyat yang pusing lihat rupiah makin melempem. Bisnis.com

Alhasil, kesepakatan barter ini rencananya bakal diteken 12 Juni. Komoditasnya apa? Busannya belum mau ngomong. Misterius banget kayak mau nikung pacar orang. Padahal rakyat pengen tahu, jangan-jangan kita bakal barter beras sama sepatu bolong. Yang jelas, dia ngeles lagi, bilang pelemahan rupiah ini malah bisa jadi momentum ekspor. Ekspor Januari-April 2026 naik 5,48% dibanding tahun lalu. BPS mencatat nilai ekspor kita Rp92,15 miliar, naik tipis. Sementara impor naik 13,40% ke Rp86,51 miliar. Naik impornya lebih kenceng, Bung!

Dan yang bikin gemes, dia juga ngomong harga pupuk dan pakan ternak yang naik gara-gara rupiah anjlok itu nggak ngaruh ke harga di konsumen. Telur ayam ras malah dibilang surplus dan harganya di bawah patokan. "Sehingga harus ada penyerapan yang bagus. Jadi sebenarnya relatif bagus ya tinggal kita bagaimana mengatur antara suplai dengan permintaan,” tambahnya. Nggak tahu ini dia ngomong sama siapa. Rakyat yang beli telur tiap hari rasanya mau teriak melihat harga pakan ternak yang juga meroket. Ini namanya ngeles kelas dewa, bro! Bisnis.com

Jadi ya sudahlah. Menteri Perdagangan pilih jurus pamungkas: barter. Semoga saja bukan barter minyak wangi sama tempe basi. Karena kalau barter komoditasnya nggak untung, nasib rupiah kita makin nggak karuan. Habis sudah! Tinggal nunggu dolar tembus Rp20.000 kayaknya. Nah loh!

---
**Sumber:** [Bisnis.com](https://ekonomi.bisnis.com/read/20260604/12/1978403/mendag-pilih-barter-komoditas-dengan-filipina-imbas-rupiah-anjlok)
