---
id: X1QKLzQem46J
cluster_id: UrCMCbPjEenX
title: Rupiah Babak Belur Diinjak Dolar, Yuan dan Yen Malah Tertawa Ngakak!
slug: rupiah-babak-belur-diinjak-dolar-yuan-dan-yen-malah-tertawa-ngakak
excerpt: Boro-boro bangkit, Rupiah kita malah nyungsep parah tembus Rp18.000 per dolar!
  Sementara mata uang tetangga macam Yuan dan Yen malah pesta pora. Aduh, nasib Garuda
  makin mengenaskan saja!
category: rupiah
tags:
- rupiah
- dolar AS
- mata uang Asia
- CNBC Indonesia
- kurs
source_urls:
- https://www.cnbcindonesia.com/research/20260709091906-128-749360/beda-nasib-mata-uang-asia-rupiah-paling-sengsara-yuan--yen-tertawa
source_names:
- CNBC Indonesia
image_url: https://awsimages.detik.net.id/visual/2024/06/21/karyawan-menghitung-uang-di-tempat-penukaran-uang-di-money-changer-valuta-artha-mas-mall-ambasador-kuningan-jakarta-2162024-7_169.jpeg?w=650&q=90
meta_title: Rupiah Anjlok Rp18.000/USD, Yuan & Yen Malah Keuntungan
meta_description: Nasib Rupiah makin terpuruk, nyungsep di atas Rp18.000/USD! Sementara
  Yuan China dan Yen Jepang malah pesta pora naik melawan dolar AS. Ini biang keroknya!
canonical_url: https://berita.media/rupiah-babak-belur-diinjak-dolar-yuan-dan-yen-malah-tertawa-ngakak
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-07-09T05:02:20Z'
published_at: '2026-07-09T05:02:20Z'
---

Gila, bro! Dengerin nih cerita sedih mata uang kita. Di saat negara lain banyak yang senyum-senyum lihat dolarnya lemah, eh, Rupiah kita malah nangis darah! Kamis (9/7/2026) kemarin, si Garuda babak belur dihajar habis-habisan sama si Dolar Paman Sam. Bukan main, diajak main ke level Rp18.000 lebih per dolar. Parahnya lagi, ini bukan pertama kali dia dicambuk, tapi terus-terusan aja digebuk! CNBC Indonesia.

Lihat saja data yang ada, dari sepuluh mata uang Asia, enam di antaranya ketar-ketir kena serangan dolar. Tiga mata uang untung besar, dan cuma satu yang diam saja. Nah, Rupiah kita ini yang paling parah apesnya. Melemah 0,47%, nyungsep ke angka Rp18.075/US$. Belum puas sampai di situ, Baht Thailand juga ikutan keok walau nggak separah kita, turun 0,12% ke THB 33,48/US$. Peso Filipina juga kecipratan apes, terperosok 0,08% ke PHP 61,547/US$. Celakanya, Dolar Taiwan juga nggak mau kalah terpuruk, koreksi 0,07% ke TWD 32,057/US$. Yang bikin miris, Won Korea Selatan dan Ringgit Malaysia cuma melemah tipis, 0,02% doang, masing-masing ke KRW 1.505/US$ dan MYR 4,075/US$. Duh, kok nasib kita beda banget, ya? CNBC Indonesia.

Nah, ini dia yang bikin mata jeli melirik! Justru Dolar Singapura dan Yuan China yang girang bukan main. Mereka malah naik 0,09% sama-sama terhadap dolar AS. Yuan China manteng di CNY 6,796/US$, sedangkan Dolar Singapura nyaman di SGD 1,292/US$. Yen Jepang juga nggak mau ketinggalan, ngacir naik 0,08% ke JPY 162,46/US$. Gilanya, mata uang Vietnam malah santai saja, nggak gerak alias stagnan di VND 26.294/US$. Beda banget sama Rupiah kita yang kayak dikejar setan! CNBC Indonesia.

Alhasil, Indeks Dolar AS alias DXY yang jadi patokan kekuatan dolar global, cuma turun tipis 0,01% ke angka 100,977. Meski turun sedikit, posisinya masih gagah perkasa di area 101. Nah, kenapa sih semua ini bisa terjadi? Ternyata gara-gara hasil rapat The Fed! Pejabat bank sentral Paman Sam ini pada bingung sendiri, ada yang mikir inflasi bakal turun jadi suku bunga bisa dipangkas, tapi ada juga yang yakin harga-harga bakal terus naik, jadi suku bunga malah harus di-gas pol naik! Parahnya lagi, rapat tanggal 16-17 Juni 2026 lalu, yang pertama dipimpin si Ketua baru Kevin Warsh, The Fed sepakat nahan suku bunga acuan di 3,50%-3,75%. CNBC Indonesia.

Dalam risalah rapatnya, banyak banget pejabat The Fed yang ngomongin soal suku bunga akhir tahun. Ada yang bilang bakal sama aja kayak sekarang, atau malah sedikit turun. Tapi, wah, banyak juga lho yang bilang suku bunga harusnya lebih tinggi lagi! Dan The Fed itu bilang, keputusan mereka selanjutnya bakal ngikutin data ekonomi, terutama soal inflasi. Para pejabat The Fed sendiri perkirakan inflasi jangka pendek bakal masih tinggi gara-gara perang dagang Donald Trump sama Iran, ditambah harga energi yang meroket. Tapi katanya, kalau tarif impor mulai ilang, harga energi normal lagi, dan rantai pasok lancar, inflasi bakal mereda pelan-pelan. Tapi ya gitu, ngomong doang. Yang penting sekarang, Rupiah kita makin terpuruk, bro! CNBC Indonesia.

---
**Sumber:** [CNBC Indonesia](https://www.cnbcindonesia.com/research/20260709091906-128-749360/beda-nasib-mata-uang-asia-rupiah-paling-sengsara-yuan--yen-tertawa)
