---
id: UeKKXk_t14Lh
cluster_id: Na3Sl2tiRhHD
title: Rupiah Babak Belur, Properti Industri Malah Banjir Duit Asing!
slug: rupiah-babak-belur-properti-industri-malah-banjir-duit-asing
excerpt: Gilanya, di saat rupiah kita terkapar lemas dan suku bunga BI dikerek tinggi,
  sektor properti industri justru panen rezeki nomplok! Investor asing ngelirik lahan
  kita karena jadi makin murah gila-gilaan.
category: rupiah
tags:
- properti industri
- rupiah
- suku bunga
- investasi asing
- kontan
source_urls:
- https://investasi.kontan.co.id/news/rupiah-lemah-suku-bunga-tinggi-saham-properti-industri-justru-diuntungkan
source_names:
- kontan.co.id
image_url: https://foto.kontan.co.id/ye8vgu-IcXCrc7SqjkoduLE70p8=/smart/2025/09/29/255160793p.jpg
meta_title: Rupiah Jatuh, Saham Properti Industri Malah Moncer
meta_description: Pelemahan rupiah dan suku bunga tinggi ternyata jadi berkah bagi
  emiten properti kawasan industri. Investor asing serbu lahan karena jadi lebih murah.
canonical_url: https://berita.media/rupiah-babak-belur-properti-industri-malah-banjir-duit-asing
schema_type: NewsArticle
status: published
created_at: '2026-06-16T23:01:47Z'
published_at: '2026-06-16T23:01:47Z'
---

Gila bro, dengar nih berita yang bikin geleng-geleng kepala! Rupiah kita lagi jungkir balik kayak capres kampanye, amblas ke Rp 17.725 per dolar AS, plus BI seenaknya aja naikkin suku bunga jadi 5,5%. Nah, biasanya sih kalau udah begini, sektor properti pada kejang-kejang, apalagi yang residensial. Tapi hei, jangan kaget dulu! Justru lahan-lahan properti industri ini malah dibanjiri duit kotor dari investor asing yang lagi senyum lebar.

Alhasil, para pemain properti kawasan industri seperti PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) malah kecipratan untung gede, kayak ditolong malaikat pas lagi susah. Kenapa bisa begitu? Muhammad Wafi dari Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) buka-bukaan nih, katanya ini soal strategi 'China+1'. Tenant asing yang ngontrak di sini bayarnya pakai dolar AS, jadi pas kurs kita jeblok, daya beli mereka malah makin kuat, bro! Jadi sewa yang mestinya buat biaya hidup mereka jadi lebih enteng. Gila, bukan?

Parahnya lagi, David Kurniawan dari Indo Premier Sekuritas (IPOT) nambahin bumbu gosipnya. Dia bilang, duit asing yang masuk itu nggak terlalu peduli sama suku bunga BI yang tinggi. Soalnya, mereka bawa modal sendiri dari luar atau ngutang pakai jaringan global yang nggak terpengaruh sama bunga bank kita. Malah, si David ini nyeletuk, pelemahan rupiah ini bikin harga lahan sama biaya bangun gedung di Indonesia jadi terasa murah banget kalau dihitung pakai dolar. Kayak beli barang diskonan mahal! Mana ada cerita beginian berakhir sedih buat mereka.

Ester Mulyani dari Infovesta Kapital Advisori ngakuin sih, sentimen negatif itu ada, tapi dampaknya nggak sama rata. Buat investor asing yang mau nanam modal jangka panjang, mereka nggak cuma lihat kurs doang, bro! Mereka itu matre! Maksudnya, matre itu mikirin matang-matang ketersediaan lahan, listrik, jalan tol, sampai riwayat pembeli. Yang penting eksekusi proyeknya jelas dan nggak abal-abal.

Nah, ini dia intinya! Rupiah yang makin lemah itu malah jadi peluang emas buat investor asing buat masuk dan ngambil untung. Valuasi lahan dan properti industri jadi kelihatan lebih murah banget kalau dihitung pakai dolar. Buat pabrik-pabrik yang produknya buat ekspor, kurs lemah gini justru malah bikin biaya produksi mereka makin kompetitif. Jadi bukan cuma ngambil sewa, tapi juga ngincer lahan buat produksi murah. Singkat kata, kalau pelemahannya masih wajar, ini malah jadi momen buat investor gede masuk, bro! Tapi kalau udah ngawur banget, ya mereka juga mikir ulang sih, soalnya jadi nggak jelas arahnya ke mana. Kontan.co.id, Korea Investment & Sekuritas Indonesia, Indo Premier Sekuritas, Infovesta Kapital Advisori.

---
**Sumber:** [kontan.co.id](https://investasi.kontan.co.id/news/rupiah-lemah-suku-bunga-tinggi-saham-properti-industri-justru-diuntungkan)
